Home / Adventorial

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:17 WIB

Strategi Peningkatan PAD Kota Sungai Penuh Dari Sektor Pariwisata

Oleh:
Alfian Taufiqurrizqi

Kota Sungai Penuh merupakan wilayah pemekaran Kabupaten Kerinci sesuai dengan Undang-Undang nomor 25 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh dan diresmikan tanggal 8 November 2008. Kota Sungai Penuh memliki luas sebesar 391,5 km2, termasuk Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) seluas 231,7 km2 (59,2%).

Kota Sungai Penuh memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi Kawasan Pariwisata Unggulan di Sumatera. Kondisi alam yang berbukit, udara yang sejuk, dan letak geografis yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kerinci, membuat Kota Sungai Penuh memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata unggulan, terutama dari sisi penyediaan layanan pariwisata yang mengaitkan objek-objek wisata yang berada di dalam kota ataupun yang terletak di Kabupaten Kerinci. Akulturasi Budaya Minangkabau dan Budaya Jambi juga membuat Kota Sungai Penuh kaya akan budaya yang bisa menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah Kota Sungai Penuh sangat menyadari potensi besar yang dimiliki oleh Kota Sungai Penuh untuk Kawasan Pariwisata Unggulan. Hal ini tergambar dalam kebijakan kepariwisataan yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Sungai Penuh Nomor 2 Tahun 2020 tentang rencana Induk Pembangunan Kepariwisataaan kota Sungai Penuh Tahun 2020-2034. Dalam Perda tersebut ditetapkan bahwa Pembangunan Kepariwisataan Kota Sungai Penuh akan difokuskan pada 3 hal yaitu Pengembangan Wisata Alam dan Ekowisata, Pengembangan Wisata Edukasi dan Budaya, dan Pengembangan Wisata Buatan. (RKPD Kota Sungai Penuh 2023).

Meskipun memiliki potensi yang cukup besar untuk potensi pariwisata di Kota Sungai Penuh belum sepenuhnya dapat dimaksimalkan, utamanya untuk peningkatan Penerimaan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan LHP BPK tahun 2022, realisasi PAD Kota Sungai Penuh tahun 2022 sebesar Rp69,26 miliar. Dari total PAD tersebut yang berasal dari sektor pariwisata (pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, dan retribusi tempat rekreasi dan olahraga) hanya sebesar Rp2,08 miliar atau hanya sebesar 3 persen saja.

Penerimaan PAD Kota Sungai Penuh bertolak belakang dengan perkembangan sektor pariwisata Kota Sungai Penuh pada tahun 2022. Berdasarkan data BPS Kota Sungai Penuh, meskipun hanya menyumbang 1,11 persen PDRB, sektor pariwisata tumbuh 9,22 persen pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga :   Walikota Ahmadi Zubir Terima Penghargaan "Indonesian The Best Innovation Mayor 2021"

Kunjungan wisatawan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tahun 2022. Kunjungan wisatawan pada tahun 2022 berjumlah 119.838 orang, jauh meningkat dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 yang hanya sebanyak 45.447 orang. Meskipun terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara, hal ini tentunya menjadi kabar yang menggembirakan bagi perkembangan pariwisata di Kota Sungai Penuh.

umum terdapat beberapa faktor yang menyebabkan PAD dari sektor pariwisata di Kota Sungai Penuh belum maksimal. 

1.Pengelolaan objek wisata yang belum didukung akomodasi yang memadai. Akomodasi merupakan salah satu faktor utama yang akan menjadi pertimbangan wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah. Akomodasi yang nyaman tentunya akan meningkatkan potensi wisatawan untuk berkunjung kembali ke suatu daerah. Berdasarkan data BPS, terdapat 17 hotel di Kota Sungai Penuh yang hanya 1 diantaranya yang merupakan hotel berbintang. Hal ini tentunya masih belum memadai untuk dapat mendorong PAD terutama dari pendapatan pajak hotel dan restoran.

Kedua, keterbatasan akses dari dan menuju Kota Sungai Penuh. Pilihan akses tercepat menuju Kota Sungai Penuh adalah dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang kemudian dilanjutkan melalui perjalanan darat selama kurang lebih 6 jam. Waktu tempuh juga bergantung dari kondisi jalan yang terkadang longsor dan banjir dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi. Sedangkan, untuk perjalanan udara, penerbangan dari dan menuju Kota Sungai Penuh (Bandara Depati Parbo) hanya tersedia pada Hari Senin dan Jumat melalui Bandara Sultan Taha Jambi. Waktu tempuh yang cukup panjang dan kondisi infrastruktur jalan juga menjadi salah satu pertimbangan wisatawan untuk datang ke Kota Sungai Penuh.

2. Keterbatasan anggaran daerah untuk mendukung pengembangan pariwisata. Realisasi belanja urusan pariwisata Kota Sungai Penuh cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Realisasi belanja urusan pariwisata pada tahun 2022 hanya sebesar Rp1,62 miliar atau 0,2 persen dari total keseluruhan belanja APBD Kota Sungai Penuh sebesar Rp791,96 miliar. Meskipun pengembangan pariwisata juga berkaitan dengan belanja APBN lainnya, seperti belanja infrastruktur, belanja urusan ekonomi, pengembangan UMKM, dll, akan tetapi porsi belanja urusan pariwisata dirasa kurang memadai untuk dapat mengembangkan pariwisata di Kota Sungai Penuh.

Baca juga :   Organisasi Gabungan Jurnalist Wanita Kerinci-Sungai Penuh Gelar Coffee Morning Bersama Pegawai Rutan Kelas II B Sungai Penuh

Berdasarkan faktor-faktor yang menjadi tantangan peningkatan PAD sektor pariwisata Kota Sungai Penuh, berikut beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh.

– Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat menyusun suatu kajian potensi investasi yang komprehensif untuk dapat mengundang investor untuk datang dan berinvestasi di Kota Sungai Penuh. Terutama untuk investor-investor yang bergerak di bidang pariwisata. Disamping itu, menjaga iklim investasi yang kondusif, seperti kemudahan dan simplifikasi perijinan, juga penting untuk tetap dijaga.

-Membuat branding pariwisata Kota Sungai Penuh dan memanfaatkan media sosial serta influencer sebagai sarana promosi. Dengan branding yang tepat, diharapkan Kota Sungai Penuh dapat lebih dikenal masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Sungai Penuh. Banyaknya wisatawan yang berkunjung akan meningkatkan minat maskapai penerbangan untuk menambah rute penerbangan menuju Kota Sungai Penuh.

– Berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dan pemerintah provinsi untuk peningkatan anggaran transfer, khususnya terkait dengan pengembangan pariwisata dan infrastruktur jalan. Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat membuat proposal pengembangan objek wisata dan infrastruktur ke pemerintah pusat melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK Fisik). Melalui DAK Fisik tersebut, diharapkan mampu mengatasi keterbatasan anggaran untuk pengembangan pariwisata. Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, anggaran urusan pariwisata dapat difokuskan untuk sarana promosi dan operasional pengelolaan objek wisata. Selain itu, dapat juga digunakan untuk cost-sharing subsidi maskapai penerbangan bersama dengan Pemda Kabupaten Kerinci.

Untuk dapat memaksimalkan PAD dari sektor pariwisata tentunya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan kebijakan dan program yang efektif baik dari sisi anggaran maupun hukum dengan mempertimbangkan seluruh aspek sosial dan ekonomi. Komitmen pimpinan daerah dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan dan program yang diterapkan dapat berhasil.

Berita ini 155 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Adventorial

Wako Ahmadi Lantik Pejabat Sekretaris Daerah

Adventorial

Walikota dan DPRD Tanda Tangani Nota Kesepakatan Bersama Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2021

Adventorial

Walikota Ahmadi Zubir Ingatkan Jangan Main – Main Dengan Dana Covid 19

Adventorial

Walikota Ahmadi Zubir Ikuti Arahan Panglima TNI & Kapolri Terkait Percepatan Vaksinasi & Penangan Covid 19

Adventorial

Wako Ahmadi Hadiri Upacara Hari Bhayangkara Ke 77 Tahun 2023

Adventorial

Wakil Walikota Alvia Santoni Kukuhkan 60 Anggota Paskibraka Kota Sungai Penuh Dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Adventorial

Kodim 0417 Kerinci Menggelar Kegiatan Bakti Sosial di Panti Asuhan

Adventorial

Wako Ahmadi Berkantor Sehari di Kecamatan Pesisir Bukit