Home / Daerah / Dinamika

Rabu, 5 Januari 2022 - 23:10 WIB

Pemkot Sungai Penuh Diberi Waktu 2 Kali 24 Jam Untuk Tutup RKE

Inbrita.com, Sungai Penuh – Pemerintah Kota Sungai Penuh mendapat peringatan keras dari Tokoh masyarakat Kumun Debai,yakni 2 kali 24 jam, untuk menghentikan aktivitas pembuangan sampah di lahan produksi RKE.

Hal itu sesuai dengan surat pemberitahuan yang diserahkan tokoh masyarakat Kumun Debai kepada Ketua DPRD Sungaipenuh, Selasa (4/1) kemarin. Bahkan, jika pemkot tidak mengindahkan dan tidak menghentikan aktivitas, maka masyarakat yang akan turun tangan menghentikan dan memblokir akses menuju TPA sampah di RKE.

“Benar, berdasarkan surat pemberitahuan itu, kita minta dalam waktu 2 kali 24 jam, jika tidak kita yang akan menghentikan secara paksa,” ungkap Ferry Siswadhi

Feri Siswandi menjelaskan, hal itu bukan merupakan ancaman, melainkan hasil kesepakatan tokoh masyarakat Kumun Debai. Alasan yang mendasar adalah, tidak ada tanda-tanda pemkot akan memindahkan TPA dari RKE ke tempat lain.

“Bahkan saat di DPRD kemarin, kita mendapat informasi tidak adanya anggaran dan perencanaan pemindahan TPA pada APBD tahun 2022 ini. Ini menandakan, aktivitas pembuangan sampah di TPA RKE tidak akan dipindahkan tahun ini,” ungkapnya

Baca juga :   Jurnalis dan LSM Desak Kepala Inspektorat Muaro Jambi Dicopot

Selain itu, lanjut dia, kontrak lahan untuk tempat pembuangan sampah di RKE juga telah diperpanjang untuk tahun 2022 ini. Bahkan luas lahan yang digunakan semakin bertambah luas mencapai 4 hektar.

“TPA RKE bukan tanah pemkot, tapi disewa. Untuk tahun 2022 ini, sudah diperpanjang kontraknya. Dulu 2015 tanah yang digunakan kurang dari 1 hektar, tapi sekarang sudah 4 hektar,” ungkapnya.

“Pemindahan TPA ini juga merupakan program pemerintah yang sekarang, sesuai janji kampanye dulu, TPA akan dipindah dalam kurun waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Tapi melihat kenyataan saat ini tidak ada tanda-tanda mau dipindah, kontrak diperpanjang, perencanaan dan anggaran di APBD 2022 tidak ada,” sambungnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, sudah saatnya masyarakat meminta aktivitas pembuangan sampah di RKE segera dihentikan. Terhadap surat yang disampaikan ke dewan, saat ini menunggu tindak lanjut dalam batas waktu 2 kali 24 jam.

Baca juga :   kepala desa kotobaru YH didenda adat: saya belum dapat informasi nya.

“Kita tunggu konfirmasi lebih lanjut, terhitung hari ini. Kalau tidak ada konfirmasi, mungkin lusa (Jumat,red) masyarakat akan turun memblokir jalan,” tegasnya.

Ketua DPRD H.Fajran mengatakan, terkait dengan kunjungan enam tokoh masyarakat Kumun Debai ke gedung DPRD Sungaipenuh,yakni menyerahkan surat pemberitahuan agar aktivitas pembuangan sampah di TPA sementara di kawasan Renah Kayu Embun (RKE) segera dihentikan.

Setelah menerima surat tersebut Fajran Langsung mengkoordinasikan dengan Sekda, agar Surat permohonan pemberitahuan untuk menghentikan kegiatan pembuangan sampah di RKE bisa di tindak lanjuti oleh walikota sungai penuh,kata H.Fajran

Lebih lanjut H.Fajran mengatakan,dalam pertemuan dengan tomas Kumun Debai tersebut, dirinya juga meminta agar tidak dihentikan dulu, dan menyarankan agar diberi waktu untuk melakukan kajian mencari solusi.(Vr)

Berita ini 882 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemuda Aniaya Kakek 60 Tahun Diringkus

Adventorial

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Pimpin Audiensi dengan Pedagang MKS

Daerah

Hardizal S.Sos.MH ,Hari Raya Idul Fitri 1442 H Di Tengah Pandemi, Semoga Kesakralan Tidak Berkurang

Daerah

PJ.Sekda Kerinci, Asraf S.Pt. M.Si, Membuka Turnamen Sepak Bola Piala Raja Desa Seleman

Daerah

Ketua PELTI Kerinci Radium Khalis S.Pi, M.Si, Kerinci Melaju ke Semifinal Turnamen Tenis di Tebo

Daerah

Sekda Budhi Hartono,Terima Kunjungan Anggota DPR RI Komisi V

Adventorial

Walikota dan DPRD Tanda Tangani Nota Kesepakatan Bersama Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2021

Adventorial

Pencanangan dan Penandatanganan Komitmen Bersama, Bupati Adirozal: Jangan Ada Birokrasi Yang Berbelit-belit