Jambi, iNBrita.com — Bunga anyelir merupakan salah satu tanaman hias yang banyak orang budidayakan karena keindahan dan nilai ekonominya yang tinggi. Selain itu, bunga ini juga melambangkan cinta dan kasih sayang sehingga banyak orang menggunakannya sebagai buket untuk orang tersayang. Tidak hanya itu, beberapa industri juga memanfaatkan bunga anyelir sebagai bahan kosmetik dan teh herbal. Oleh karena itu, permintaan bunga ini terus meningkat, meskipun jumlah petaninya masih terbatas.
1. Syarat Tumbuh Bunga Anyelir
Agar tanaman anyelir tumbuh optimal, petani harus menyediakan lingkungan yang sesuai. Pertama-tama, petani perlu menanam bunga ini di daerah beriklim sejuk dengan suhu ideal antara 15–25°C. Selain itu, petani juga harus memperhatikan ketinggian tempat, karena tanaman ini tumbuh lebih baik di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1000–1200 mdpl.
Di samping itu, petani harus menjaga kondisi tanah agar tetap ideal. Tanah yang cocok memiliki pH antara 6–7. Dengan demikian, tanaman dapat menyerap unsur hara secara maksimal. Sebaliknya, jika petani menanamnya di daerah panas tanpa pengaturan khusus, tanaman akan mengalami stres, pertumbuhan melambat, bahkan bisa mati.
2. Persiapan Lahan Tanam
Sebelum menanam, petani perlu melakukan persiapan lahan secara teliti agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pertama, petani membuat naungan menggunakan atap plastik untuk melindungi tanaman dari hujan langsung. Selain itu, petani memasang tiang dengan tinggi sekitar 2–2,5 meter dan lebar lahan kurang lebih 4 meter. Kemudian, petani mengarahkan bagian atap yang lebih tinggi ke arah timur agar tanaman mendapatkan sinar matahari pagi secara optimal.
Selanjutnya, petani membuat bedengan dengan ukuran sekitar 12 meter × 1,2 meter. Di samping itu, petani mencangkul tanah hingga gembur dan membersihkannya dari gulma serta batu. Hal ini petani lakukan agar akar tanaman dapat berkembang tanpa hambatan.
Setelah itu, petani mengolah tanah dengan mencampurkan pupuk organik, KCl, TSP, dan kapur jika tanah terlalu asam. Kemudian, petani mendiamkan lahan selama kurang lebih dua minggu agar unsur hara tercampur sempurna dan tanah menjadi stabil sebelum proses penanaman dimulai.
3. Cara Menanam Bunga Anyelir
Petani dapat menanam bunga anyelir dengan dua metode utama, yaitu dari biji dan stek.
Pertama, jika petani menggunakan biji, ia menaburkan biji pada media semai yang gembur. Setelah itu, petani menutup biji dengan tanah tipis agar proses perkecambahan berjalan baik. Kemudian, petani menyiram media semai secara ringan sebanyak 2–3 kali seminggu. Dalam waktu 2–3 minggu, biji akan mulai berkecambah. Setelah bibit memiliki minimal tiga daun sejati, petani memindahkannya ke bedengan.
Sementara itu, jika petani menggunakan metode stek, ia menyiapkan stek pucuk yang sudah disemai dalam polybag. Selanjutnya, petani melepas polybag sebelum menanam agar akar tidak rusak. Setelah itu, petani menanam bibit sedalam sekitar 2 cm dan mengatur jarak tanam 20 × 20 cm agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup.
4. Perawatan Tanaman
Agar tanaman tumbuh sehat, petani harus melakukan perawatan secara rutin dan konsisten.
Pertama, petani menyiram tanaman pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan tanah. Namun demikian, petani tidak boleh menyiram secara berlebihan karena dapat menyebabkan akar membusuk. Sebaliknya, petani juga tidak boleh membiarkan tanah terlalu kering.
Selain itu, petani memberikan pupuk secara berkala, baik pupuk organik maupun pupuk cair. Dengan demikian, tanaman akan memiliki akar yang kuat, pertumbuhan yang stabil, serta bunga yang lebih besar dan berwarna cerah.
Di samping itu, petani juga perlu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi.
5. Masa Panen
Setelah melalui proses perawatan, petani dapat memanen bunga anyelir setelah sekitar lima bulan. Pertama-tama, petani memastikan bunga sudah mekar sempurna sebelum dipanen. Kemudian, petani memotong batang sekitar 30 cm dari bunga menggunakan alat yang bersih dan tajam.
Selain itu, petani melakukan panen pada sore hari sekitar pukul 16.00 agar bunga tetap segar lebih lama. Setelah panen, petani mengumpulkan bunga dan mengikatnya dalam beberapa tangkai. Selanjutnya, petani merendam pangkal batang dalam air atau larutan khusus agar kesegaran bunga bertahan lebih lama, bahkan hingga dua minggu.
Kesimpulan
Dengan demikian, petani dapat membudidayakan bunga anyelir dengan mudah apabila mengikuti teknik yang tepat. Oleh karena itu, petani harus memperhatikan kondisi lingkungan, pengolahan tanah, teknik penanaman, serta perawatan yang konsisten. Jika semua langkah dilakukan dengan benar, maka petani dapat menghasilkan bunga anyelir berkualitas tinggi dengan nilai jual yang baik.
(eny)









