Mantan Penjual Lem Kini Jadi Miliarder China

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan penjual lem Sun Aixiang menjadi miliarder setelah saham Shenzhen HFC melonjak 719 persen.(Foto : Ilustrasi Miliarder. Unsplash/Mathieu Stern/liputan6.com)

Mantan penjual lem Sun Aixiang menjadi miliarder setelah saham Shenzhen HFC melonjak 719 persen.(Foto : Ilustrasi Miliarder. Unsplash/Mathieu Stern/liputan6.com)

Jakarta, iNBrita.com – Mantan penjual lem dan selotip asal China berhasil membangun kekayaan hingga miliaran dolar setelah mengembangkan bisnis material pendingin cip.

Chairman Shenzhen HFC, Sun Aixiang (58), kini memiliki kekayaan sekitar US$1,7 miliar atau setara Rp30,4 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs dolar AS sekitar Rp17.888.

Kekayaan Sun melonjak setelah Shenzhen HFC mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Shenzhen. Pada hari pertama perdagangan, harga saham perusahaan bahkan melesat hingga 719 persen.

Saham Shenzhen HFC Melonjak 719 Persen

Shenzhen HFC berhasil menghimpun dana sekitar US$214,2 juta atau Rp3,8 triliun melalui penawaran saham perdana atau IPO.

Perusahaan tersebut berencana menggunakan sebagian besar dana hasil IPO untuk memperkuat pusat penelitian di China. Langkah itu menunjukkan fokus Shenzhen HFC dalam mengembangkan teknologi material untuk industri elektronik dan semikonduktor.

Investor juga menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perusahaan. Salah satu investor yang mendukung Shenzhen HFC adalah Hubble Investment, perusahaan modal ventura yang berada di bawah Huawei.

Mengutip VNExpress, Rabu (30/9/2026), Shenzhen HFC kini menjadi salah satu perusahaan yang mendapat perhatian investor setelah mencatatkan sahamnya di bursa.

Bisnis Material Pendingin Cip

Shenzhen HFC mengembangkan berbagai material yang membantu mengendalikan panas pada perangkat elektronik.

Produk perusahaan mencakup bantalan termal dan gel penghantar panas. Industri menggunakan material tersebut untuk membantu mengalirkan serta mengurangi panas pada berbagai perangkat berteknologi tinggi.

Perusahaan memasok material untuk kebutuhan cip kecerdasan buatan (AI), modul optik, hingga pusat data (data center).

Selain material pendingin, Shenzhen HFC juga memproduksi bahan untuk melindungi perangkat elektronik dari gangguan elektromagnetik.

Perusahaan mengembangkan material penyerap gelombang dan bahan pelindung gangguan elektromagnetik. Produk tersebut membantu menjaga kinerja peralatan elektronik dari gangguan yang dapat mengurangi performanya.

Pendapatan Shenzhen HFC Tumbuh Pesat

Pertumbuhan industri data center ikut mendorong bisnis Shenzhen HFC. Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 114 persen pada 2025 menjadi 706,7 juta yuan.

Angka tersebut setara sekitar Rp1,88 triliun dengan asumsi kurs yuan terhadap rupiah sekitar Rp2.668.

Pada periode yang sama, laba bersih Shenzhen HFC hampir meningkat empat kali lipat dibandingkan 2024. Perusahaan mencatat laba bersih sekitar 269 juta yuan atau Rp171,8 miliar.

Shenzhen HFC juga memiliki pasar internasional yang cukup besar. Perusahaan memperoleh sekitar dua pertiga pendapatannya dari luar China.

Salah satu pelanggan terbesar perusahaan tersebut adalah Hon Hai Precision Industry, perusahaan yang lebih dikenal dengan nama Foxconn.

Shenzhen HFC Waspadai Perlambatan Bisnis

Meski mencatat pertumbuhan pesat, Shenzhen HFC tidak menganggap kenaikan tersebut akan berlangsung tanpa batas.

Manajemen perusahaan memperingatkan bahwa kondisi ekonomi global dapat memengaruhi laju ekspansi. Perubahan strategi pelanggan juga berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan bisnis.

Sejumlah pelanggan mulai melakukan diversifikasi rantai pasokan. Kondisi tersebut dapat mengubah pola permintaan terhadap produk Shenzhen HFC.

Karena itu, perusahaan melihat ketidakpastian ekonomi global sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan pertumbuhan.

Perjalanan Sun Aixiang Membangun Kekayaan

Sebelum menjadi miliarder, Sun Aixiang menjalani perjalanan bisnis yang cukup panjang.

Setelah lulus sekolah menengah atas, Sun menghabiskan hampir 20 tahun menjual plastik dan produk perekat. Ia menjual berbagai produk, termasuk lem dan selotip.

Pada 2003, Sun kemudian mendirikan perusahaan bersama kakak iparnya, Zhao yang kini berusia 63 tahun.

Zhao juga tercatat sebagai salah satu pendiri sekaligus direktur Shenzhen HFC.

Kepemilikan saham perusahaan membuat Zhao ikut menikmati lonjakan kekayaan setelah Shenzhen HFC melantai di bursa.

Kekayaan Zhao saat ini diperkirakan mencapai US$1,3 miliar atau sekitar Rp23,2 triliun.

Kisah Sun menunjukkan bagaimana bisnis material pendukung teknologi dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri AI dan data center. Dari menjual lem dan selotip, Sun kini menjadi salah satu miliarder baru yang muncul dari perkembangan industri teknologi China.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Turun, Simak Peluang dan Risiko Investasi.
Gen Z dan Milenial Kini Pilih Emas Gramasi Kecil, Ini Alasannya
Rupiah Melemah, Konflik Iran-AS dan The Fed Mengancam
BEI Catat 69 Saham Turun di Bawah Rp50
Harga Emas Hari Ini : Antam, Pegadaian dan Hartadinata
Rupiah Melemah ke Rp17.954 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 28 September 2026
Waspada Tautan Dana Kaget Palsu, Saldo Bisa Terkuras
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Harga Emas Turun, Simak Peluang dan Risiko Investasi.

Rabu, 30 September 2026 - 23:00 WIB

Gen Z dan Milenial Kini Pilih Emas Gramasi Kecil, Ini Alasannya

Rabu, 30 September 2026 - 19:00 WIB

Mantan Penjual Lem Kini Jadi Miliarder China

Selasa, 29 September 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Melemah, Konflik Iran-AS dan The Fed Mengancam

Selasa, 29 September 2026 - 19:00 WIB

BEI Catat 69 Saham Turun di Bawah Rp50

Berita Terbaru

Emas batangan, salah satu investasi yang cocok untuk pemula (Foto: Pexels/Robert Lens)

Ekonomi

Harga Emas Turun, Simak Peluang dan Risiko Investasi.

Kamis, 1 Okt 2026 - 05:00 WIB

Kabut asap menyelimuti Sungai Musi, Palembang, sementara speedboat tetap melayani penumpang.

Nasional

Kabut Asap Palembang, Speedboat Sungai Musi Tetap Beroperasi

Kamis, 1 Okt 2026 - 04:00 WIB

The all-new Seltos (Foto: KIA Indonesia)

Teknologi

Kia Hadirkan Tiga SUV Terbaru di GIIAS Semarang

Kamis, 1 Okt 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi Kode Redeem FF terbaru 1 Oktober 2026 dengan karakter Free Fire dan berbagai hadiah menarik.

Game

Kode Redeem FF Terbaru 1 Oktober 2026 Gratis

Kamis, 1 Okt 2026 - 02:00 WIB

Guru Besar Universitas Pertamina Iman Kartolaksono Reksowardojo saat membahas pengembangan teknologi kendaraan untuk mendukung penggunaan biodiesel B50.(Foto : Tangkapan Layar Youtube CNN Indonesia TV)

Teknologi

Indonesia Siapkan Mesin Kendaraan Khusus untuk Biodiesel B50

Kamis, 1 Okt 2026 - 01:00 WIB