Jakarta, iNBrita.com – Harga emas di Pegadaian kembali turun pada Jumat (2/10/2026). Tiga produk logam mulia, yakni Galeri24, Antam, dan UBS, mencatat penurunan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Meski mengalami koreksi, harga emas Antam masih berada di posisi tertinggi. Pegadaian menjual emas Antam ukuran 1 gram dengan harga Rp2.615.000.
Berdasarkan laman resmi Pegadaian pada pukul 12.18 WIB, emas Galeri24 berada di level Rp2.511.000 per gram. Angka tersebut turun Rp4.000 dari perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp2.515.000 per gram.
Pada saat yang sama, emas Antam mengalami penurunan Rp5.000. Pegadaian kini membanderol emas Antam 1 gram seharga Rp2.615.000, dari sebelumnya Rp2.620.000.
Produk UBS juga ikut terkoreksi. Pegadaian menetapkan harga emas UBS 1 gram sebesar Rp2.535.000, turun Rp3.000 dari posisi sebelumnya Rp2.538.000.
Harga Emas Galeri24 di Pegadaian
Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran. Konsumen dapat memilih produk mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.
Berikut daftar harga emas Galeri24 di Pegadaian pada Jumat (2/10/2026):
- 0,5 gram: Rp1.317.000
- 1 gram: Rp2.511.000
- 2 gram: Rp4.962.000
- 5 gram: Rp12.313.000
- 10 gram: Rp24.559.000
- 25 gram: Rp61.067.000
- 50 gram: Rp122.037.000
- 100 gram: Rp243.954.000
- 250 gram: Rp608.386.000
- 500 gram: Rp1.216.770.000
- 1.000 gram: Rp2.433.539.000
Harga Emas Antam di Pegadaian
Untuk produk Antam, Pegadaian menyediakan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.
Berikut daftar harga emas Antam di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp1.359.000
- 1 gram: Rp2.615.000
- 2 gram: Rp5.169.000
- 3 gram: Rp7.728.000
- 5 gram: Rp12.845.000
- 10 gram: Rp25.634.000
- 25 gram: Rp63.958.000
- 50 gram: Rp127.835.000
- 100 gram: Rp253.590.000
Harga Emas UBS di Pegadaian
Sementara itu, emas UBS tersedia dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Berikut daftar harga emas UBS:
- 0,5 gram: Rp1.371.000
- 1 gram: Rp2.535.000
- 2 gram: Rp5.031.000
- 5 gram: Rp12.433.000
- 10 gram: Rp24.735.000
- 25 gram: Rp61.716.000
- 50 gram: Rp123.177.000
- 100 gram: Rp246.257.000
- 250 gram: Rp615.460.000
- 500 gram: Rp1.229.475.000
Pegadaian dapat memperbarui harga emas sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Harga Emas Dunia Menguat Tipis
Di pasar global, emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, atau Jumat pagi waktu Jakarta.
Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS memberikan tekanan terhadap logam mulia. Namun, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membantu menjaga harga emas.
Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.171,19 per ons pada pukul 14.19 EDT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga menguat 0,4% menjadi US$4.205,10 per ons.
Sepanjang September 2026, emas sempat mengalami tekanan hingga turun lebih dari 6%.
Kondisi pasar obligasi AS turut menjadi perhatian investor. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
Kenaikan yield tersebut meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memegang emas. Sementara itu, penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga Minyak Ikut Tekan Harga Emas
Pergerakan harga minyak juga memengaruhi sentimen pasar emas. China menangguhkan ekspor produk minyak sehingga investor mengkhawatirkan pasokan bahan bakar global.
Situasi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Jika inflasi kembali meningkat, pasar dapat memperkirakan The Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan peluang kenaikan suku bunga dapat menekan sentimen di pasar emas.
Menurut Meger, kenaikan tajam harga energi maupun eskalasi konflik di Timur Tengah juga dapat memberikan tekanan terhadap logam mulia.
Data Inflasi AS Redakan Tekanan Suku Bunga
Rilis data inflasi AS pada Rabu memberikan sentimen positif bagi pasar emas.
Inflasi AS pada Agustus tercatat meningkat lebih rendah dari perkiraan. Pemerintah AS juga merevisi turun tekanan harga pada bulan sebelumnya.
Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober 2026.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 28%. Angka itu turun dari 45% sebelum data inflasi dirilis dan 69% pada pekan sebelumnya.
Meger mengatakan penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga turut menopang pasar logam mulia.
Investor Menunggu Data Tenaga Kerja AS
Selanjutnya, investor menunggu laporan nonfarm payrolls AS untuk September. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed.
Analis Pasar Senior XM Trading, Achilleas Georgolopoulos, mengatakan penurunan selera risiko dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga telah mendukung harga emas.
Meski demikian, dia menyebut tren jangka pendek masih menghadapi tekanan. Emas juga berpotensi kembali menguji level US$4.000 per ons apabila laporan tenaga kerja AS menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan.
HSBC Pangkas Proyeksi Harga Emas
HSBC ikut menurunkan proyeksi rata-rata harga emas untuk 2026 dan 2027.
Bank tersebut memangkas perkiraan rata-rata harga emas 2026 menjadi US$4.490 per ons. Untuk 2027, HSBC memperkirakan rata-rata harga emas mencapai US$4.825 per ons.
Menurut HSBC, emas masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Namun, bank tersebut memperkirakan logam mulia mulai mendekati titik terendahnya.
Selain itu, HSBC memperkirakan bank-bank sentral akan kembali membeli emas ketika harga turun. Pembelian tersebut berpotensi meningkat ketika harga berada di sekitar atau di bawah level US$4.000 per ons.
Pergerakan harga emas hari ini di Pegadaian tetap menarik perhatian investor. Selain harga emas dunia, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dolar AS, kebijakan The Fed, data ekonomi Amerika Serikat, serta perkembangan geopolitik global.
(VVR*)









