CNGR Incar GNI, Investasi Nikel Indonesia Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung PT Gunbuster Nickel Industry (Dok. GNI)

Gedung PT Gunbuster Nickel Industry (Dok. GNI)

Jakarta, iNBrita.com  – CNGR Advanced Material Co. dikabarkan berencana mengambil alih 80% saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Jika transaksi ini terealisasi, CNGR berpeluang memperkuat posisinya dalam industri nikel Indonesia dan menantang dominasi Tsingshan Holding Group Co., raksasa industri nikel asal China.

Bloomberg melaporkan pada Jumat (16/10/2026) bahwa CNGR kemungkinan baru akan merealisasikan akuisisi tersebut setelah GNI menyelesaikan proses restrukturisasi pada awal 2027. Namun, sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut dan meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan bahwa kedua pihak masih menjajaki rencana itu. Pembicaraan awal tersebut belum menjamin tercapainya kesepakatan final.

GNI kini menghadapi tekanan keuangan yang memengaruhi kegiatan operasionalnya. Berdasarkan perkara Nomor 140/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, proses PKPU sementara mulai berjalan pada Juni 2026.

Kondisi keuangan tersebut mendorong GNI menghentikan sementara operasional dua dari tiga smelter nikelnya di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Agustus 2026. Perusahaan kemudian hanya mengoperasikan satu smelter untuk melanjutkan kegiatan produksinya.

Dalam keterangan resminya pada Agustus lalu, manajemen GNI menjelaskan bahwa keterbatasan operasional memaksa perusahaan menyesuaikan jumlah tenaga kerjanya. Dari total sekitar 6.300 karyawan, perusahaan memperkirakan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) akan berdampak pada sekitar 1.900 pekerja.

“Kondisi ini menyebabkan kemampuan keuangan perusahaan sangat terbatas, termasuk dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional,” ungkap manajemen GNI dalam keterangan resminya.

Meski menghadapi keterbatasan keuangan dan operasional, manajemen GNI menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kegiatan usaha di Indonesia. Perusahaan akan melanjutkan operasional melalui satu smelter yang masih berproduksi.

Jika CNGR berhasil mengambil alih 80% saham GNI, perusahaan tersebut berpotensi memperluas pengaruhnya dalam industri nikel nasional. Akuisisi ini juga dapat meningkatkan persaingan dengan Tsingshan dalam mengembangkan bisnis pengolahan nikel di Indonesia.

Meski demikian, CNGR dan GNI masih perlu menyelesaikan pembicaraan serta menuntaskan proses restrukturisasi sebelum merealisasikan rencana tersebut. Hingga tercapai kesepakatan final, pasar masih perlu menunggu kepastian kelanjutan transaksi ini.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS
IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia
Harga Emas Antam Naik, Emas Dunia Tertekan
Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%
BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar
CNGR Incar Gunbuster, Investasi Nikel Indonesia Meningkat
Harga Perak Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 per Gram
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:00 WIB

BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar

Berita Terbaru

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 kembali digelar untuk menjaring generasi muda berbakat.(Foto : Ist)

KERINCI

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 Resmi Kembali Digelar

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB

Siti Nurbaya Food, UMKM binaan KAI Divre II Sumbar, meraih penghargaan Terbaik II IHYA 2026 kategori industri makanan halal

Kuliner

Siti Nurbaya Food Sumbar Raih Penghargaan IHYA 2026

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB

IHSG anjlok 11,57% di tengah sentimen MSCI, membuka peluang bagi investor untuk memburu saham undervalue dan dividen tinggi.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:00 WIB

IHSG merosot tajam setelah MSCI membuka konsultasi perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB