BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG memantau sebaran asap karhutla di Indonesia melalui citra Satelit Himawari-9.(Foto : Tribun Kalteng/Ahmad Supriandi)

BMKG memantau sebaran asap karhutla di Indonesia melalui citra Satelit Himawari-9.(Foto : Tribun Kalteng/Ahmad Supriandi)

Jakarta, iNBrita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat perubahan pergerakan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Berdasarkan pantauan terbaru, sebaran asap kini tidak lagi menjangkau wilayah DKI Jakarta.

BMKG memperoleh data tersebut melalui citra Satelit Himawari-9 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB atau 06.00 UTC (Coordinated Universal Time). Hasil pemantauan itu menunjukkan bahwa asap telah menyebar ke 27 provinsi di Indonesia.

Namun, BMKG tidak memasukkan DKI Jakarta ke dalam daftar wilayah yang terpapar asap pada Sabtu siang. Di Pulau Jawa, hanya Banten yang masuk dalam daftar tersebut.

Kondisi ini berbeda dari hasil pemantauan sehari sebelumnya. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, BMKG masih mendeteksi sebaran asap di DKI Jakarta.

Saat itu, asap juga menjangkau Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Dengan demikian, jumlah provinsi di Pulau Jawa yang terdeteksi mengalami paparan asap berkurang dari empat menjadi satu provinsi.

Daftar 31 Provinsi yang Terdeteksi Sebaran Asap pada Jumat, 16 Oktober 2026

BMKG mendeteksi sebaran asap di 31 provinsi melalui citra Satelit Himawari-9 pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB.

Berikut daftar lengkap wilayah tersebut:

  1. Aceh
  2. Sumatra Utara
  3. Sumatra Barat
  4. Riau
  5. Jambi
  6. Kepulauan Riau
  7. Bengkulu
  8. Kepulauan Bangka Belitung
  9. Sumatra Selatan
  10. Lampung
  11. Banten
  12. DKI Jakarta
  13. Jawa Barat
  14. Jawa Timur
  15. Kalimantan Barat
  16. Kalimantan Tengah
  17. Kalimantan Selatan
  18. Kalimantan Timur
  19. Kalimantan Utara
  20. Sulawesi Selatan
  21. Sulawesi Tenggara
  22. Sulawesi Tengah
  23. Gorontalo
  24. Sulawesi Utara
  25. Maluku
  26. Maluku Utara
  27. Papua Barat Daya
  28. Papua Barat
  29. Papua Pegunungan
  30. Papua Tengah
  31. Papua Selatan

Selain memantau sebaran asap di dalam negeri, BMKG juga mencatat pergerakan kabut asap lintas negara atau transboundary haze.

Pada Jumat tersebut, asap melintasi sejumlah wilayah dengan pola pergerakan berikut:

  • Asap dari Sumatra, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
  • Asap dari Kalimantan, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
  • Asap dari Papua Nugini bergerak menuju Papua Selatan, Indonesia.

BMKG Deteksi Sebaran Asap di 27 Provinsi pada Sabtu, 17 Oktober 2026

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, BMKG mencatat sebaran asap di 27 provinsi. Data citra Satelit Himawari-9 tersebut berasal dari pemantauan pukul 13.00 WIB.

Berikut daftar provinsi yang terdeteksi mengalami paparan asap:

  1. Aceh
  2. Sumatra Utara
  3. Sumatra Barat
  4. Riau
  5. Jambi
  6. Kepulauan Riau
  7. Bengkulu
  8. Kepulauan Bangka Belitung
  9. Sumatra Selatan
  10. Lampung
  11. Banten
  12. Kalimantan Barat
  13. Kalimantan Tengah
  14. Kalimantan Selatan
  15. Kalimantan Timur
  16. Kalimantan Utara
  17. Sulawesi Barat
  18. Sulawesi Selatan
  19. Sulawesi Tenggara
  20. Sulawesi Tengah
  21. Maluku
  22. Maluku Utara
  23. Papua Barat Daya
  24. Papua Barat
  25. Papua Pegunungan
  26. Papua Tengah
  27. Papua Selatan

Berbeda dari pemantauan pada Jumat, BMKG tidak lagi mencatat DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Utara dalam daftar sebaran asap pada Sabtu.

Sebaliknya, BMKG memasukkan Sulawesi Barat ke dalam daftar terbaru. Perubahan ini menunjukkan perbedaan wilayah yang terdeteksi dalam dua waktu pemantauan tersebut.

Kabut Asap Lintas Negara Masih Terdeteksi

BMKG juga melaporkan pergerakan kabut asap lintas negara pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Asap dari beberapa wilayah masih bergerak melintasi batas negara.

Berikut jalur pergerakan asap yang terpantau:

  • Asap dari Sumatra, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
  • Asap dari Kalimantan, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia, Sarawak, dan Singapura.
  • Asap dari Papua Nugini bergerak menuju Papua Selatan, Indonesia.

Jika dibandingkan dengan pemantauan pada Jumat, jalur asap dari Kalimantan pada Sabtu juga mencakup Sarawak.

Arah Pergerakan Sebaran Asap pada Sabtu, 17 Oktober 2026

Berdasarkan citra Satelit Himawari-9, BMKG mencatat arah pergerakan asap yang berbeda di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, dan Lampung, asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.

Arah pergerakan serupa juga terlihat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Selain itu, BMKG mengamati pergerakan asap ke arah barat laut hingga timur laut di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Sementara itu, asap di Banten bergerak ke arah barat daya hingga barat.

Dengan demikian, pemantauan BMKG pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menunjukkan bahwa sebaran asap terdeteksi di 27 provinsi. DKI Jakarta tidak masuk dalam daftar terbaru, sedangkan Banten menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang tercatat mengalami paparan asap.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumbar Raih Penghargaan Nasional Legislasi Daerah 2026
Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam
Polda Bali Tangkap Tujuh Pria Terkait Penyelewengan BBM Subsidi
BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar
Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU
Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik
Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026
Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumbar Raih Penghargaan Nasional Legislasi Daerah 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Polda Bali Tangkap Tujuh Pria Terkait Penyelewengan BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Berita Terbaru

BMKG memantau sebaran asap karhutla di Indonesia melalui citra Satelit Himawari-9.(Foto : Tribun Kalteng/Ahmad Supriandi)

Nasional

BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta

Sabtu, 17 Okt 2026 - 21:00 WIB

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 kembali digelar untuk menjaring generasi muda berbakat.(Foto : Ist)

KERINCI

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 Resmi Kembali Digelar

Sabtu, 17 Okt 2026 - 18:00 WIB

(Dok.Pemda Sumatera Barat)

Nasional

Sumbar Raih Penghargaan Nasional Legislasi Daerah 2026

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB

Siti Nurbaya Food, UMKM binaan KAI Divre II Sumbar, meraih penghargaan Terbaik II IHYA 2026 kategori industri makanan halal

Kuliner

Siti Nurbaya Food Sumbar Raih Penghargaan IHYA 2026

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:00 WIB