Jakarta, iNBrita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat perubahan pergerakan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Berdasarkan pantauan terbaru, sebaran asap kini tidak lagi menjangkau wilayah DKI Jakarta.
BMKG memperoleh data tersebut melalui citra Satelit Himawari-9 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB atau 06.00 UTC (Coordinated Universal Time). Hasil pemantauan itu menunjukkan bahwa asap telah menyebar ke 27 provinsi di Indonesia.
Namun, BMKG tidak memasukkan DKI Jakarta ke dalam daftar wilayah yang terpapar asap pada Sabtu siang. Di Pulau Jawa, hanya Banten yang masuk dalam daftar tersebut.
Kondisi ini berbeda dari hasil pemantauan sehari sebelumnya. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, BMKG masih mendeteksi sebaran asap di DKI Jakarta.
Saat itu, asap juga menjangkau Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Dengan demikian, jumlah provinsi di Pulau Jawa yang terdeteksi mengalami paparan asap berkurang dari empat menjadi satu provinsi.
Daftar 31 Provinsi yang Terdeteksi Sebaran Asap pada Jumat, 16 Oktober 2026
BMKG mendeteksi sebaran asap di 31 provinsi melalui citra Satelit Himawari-9 pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB.
Berikut daftar lengkap wilayah tersebut:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Jambi
- Kepulauan Riau
- Bengkulu
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatra Selatan
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Tengah
- Gorontalo
- Sulawesi Utara
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Pegunungan
- Papua Tengah
- Papua Selatan
Selain memantau sebaran asap di dalam negeri, BMKG juga mencatat pergerakan kabut asap lintas negara atau transboundary haze.
Pada Jumat tersebut, asap melintasi sejumlah wilayah dengan pola pergerakan berikut:
- Asap dari Sumatra, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
- Asap dari Kalimantan, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
- Asap dari Papua Nugini bergerak menuju Papua Selatan, Indonesia.
BMKG Deteksi Sebaran Asap di 27 Provinsi pada Sabtu, 17 Oktober 2026
Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, BMKG mencatat sebaran asap di 27 provinsi. Data citra Satelit Himawari-9 tersebut berasal dari pemantauan pukul 13.00 WIB.
Berikut daftar provinsi yang terdeteksi mengalami paparan asap:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Jambi
- Kepulauan Riau
- Bengkulu
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatra Selatan
- Lampung
- Banten
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Tengah
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Pegunungan
- Papua Tengah
- Papua Selatan
Berbeda dari pemantauan pada Jumat, BMKG tidak lagi mencatat DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Utara dalam daftar sebaran asap pada Sabtu.
Sebaliknya, BMKG memasukkan Sulawesi Barat ke dalam daftar terbaru. Perubahan ini menunjukkan perbedaan wilayah yang terdeteksi dalam dua waktu pemantauan tersebut.
Kabut Asap Lintas Negara Masih Terdeteksi
BMKG juga melaporkan pergerakan kabut asap lintas negara pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Asap dari beberapa wilayah masih bergerak melintasi batas negara.
Berikut jalur pergerakan asap yang terpantau:
- Asap dari Sumatra, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
- Asap dari Kalimantan, Indonesia, bergerak menuju Semenanjung Malaysia, Sarawak, dan Singapura.
- Asap dari Papua Nugini bergerak menuju Papua Selatan, Indonesia.
Jika dibandingkan dengan pemantauan pada Jumat, jalur asap dari Kalimantan pada Sabtu juga mencakup Sarawak.
Arah Pergerakan Sebaran Asap pada Sabtu, 17 Oktober 2026
Berdasarkan citra Satelit Himawari-9, BMKG mencatat arah pergerakan asap yang berbeda di sejumlah wilayah Indonesia.
Di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, dan Lampung, asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.
Arah pergerakan serupa juga terlihat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Selain itu, BMKG mengamati pergerakan asap ke arah barat laut hingga timur laut di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Sementara itu, asap di Banten bergerak ke arah barat daya hingga barat.
Dengan demikian, pemantauan BMKG pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menunjukkan bahwa sebaran asap terdeteksi di 27 provinsi. DKI Jakarta tidak masuk dalam daftar terbaru, sedangkan Banten menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang tercatat mengalami paparan asap.
(vvr*)









