Tari Rewang Angkat Tradisi Gotong Royong Batang Hari di Festival Tari Jambi 2026
Jambi, iNBrita.com – Sepuluh penari perempuan dari Kabupaten Batang Hari menampilkan tari kreasi bertajuk Rewang dalam Festival dan Gelar Seni Tari Lah Puar Jelupung Tumbuh XIV 2026. Mereka tampil di Taman Budaya Jambi pada Sabtu (17/10/2026) untuk memperkenalkan tradisi gotong royong masyarakat Batang Hari.
Melalui gerakan tari, para penari menceritakan tradisi merewang. Masyarakat Batang Hari menjalankan tradisi ini dengan saling membantu ketika warga menggelar hajatan besar, seperti pernikahan.
Warga bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan acara. Mereka mendirikan tenda, memasak hidangan, hingga membawa bahan kebutuhan pokok. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat Batang Hari.
Para penari kemudian menerjemahkan nilai kebersamaan itu ke dalam setiap gerakan. Mereka ingin mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis.
Selain itu, tari Rewang mengingatkan masyarakat bahwa setiap orang membutuhkan bantuan orang lain. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa menjalin hubungan sosial dengan sesamanya.
Melalui karya ini, para seniman juga memperkenalkan tradisi lokal Batang Hari kepada masyarakat luas. Mereka memanfaatkan seni tari kreasi untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Zulva Fadhil Dukung Tujuh Kelompok Tari Batang Hari
Kabupaten Batang Hari mengirimkan tujuh kelompok tari untuk mengikuti Festival dan Gelar Seni Tari Lah Puar Jelupung Tumbuh XIV 2026. Mereka berkompetisi dan menampilkan kreativitas di Taman Budaya Jambi pada Sabtu (17/10/2026).
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, hadir langsung untuk menyaksikan penampilan para peserta. Ia juga memberikan semangat kepada para penari muda yang membawa nama daerah mereka.
Zulva mengapresiasi keberanian dan usaha para peserta. Menurutnya, sebuah kompetisi tidak hanya menilai kemenangan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kemampuan.
“Kami dari Batanghari membawa tujuh kelompok tari. Bunda mengapresiasi anak-anak Bunda yang sudah menunjukkan penampilan terbaiknya. Juara atau tidak juara bukan masalah, yang penting kalian sudah berusaha,” ujar Zulva.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam festival tersebut. Zulva berharap para penari muda terus berlatih, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi di bidang seni dan budaya.
“Bunda mengucapkan terima kasih kepada anak-anak Bunda. Teruslah berprestasi,” tuturnya.
Festival Tari Jambi Pererat Silaturahmi Seniman
Sanggar Sekintangdayo menggelar Festival dan Gelar Seni Tari Lah Puar Jelupung Tumbuh XIV pada 16–18 Oktober 2026. Melalui kegiatan tahunan ini, panitia mengajak seniman dan generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus melestarikan seni tari daerah.
Panitia pelaksana dari Sanggar Sekintangdayo, Rieke, menjelaskan bahwa pihaknya rutin mengadakan festival tersebut setiap tahun. Ia ingin mempertemukan para seniman dan komunitas seni dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.
“Kegiatan ke-14 rutin dilaksanakan setiap tahun. Kami mendatangkan seniman dan komunitas di Provinsi Jambi untuk menjalin silaturahmi antarseniman di Provinsi Jambi,” ujar Rieke pada Sabtu (17/10/2026).
Menurut Rieke, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga membantu para seniman mempererat hubungan, bertukar pengalaman, dan mengikuti perkembangan seni tari di Jambi.
Tahun ini, panitia mencatat 32 peserta dari empat daerah. Kota Jambi mengirimkan peserta terbanyak, sedangkan Kabupaten Batang Hari mengikutsertakan tujuh kelompok tari.
Selain Batang Hari, Kabupaten Muaro Jambi mengirimkan empat peserta dan Kabupaten Tebo mengirimkan satu peserta. Selebihnya, peserta berasal dari Kota Jambi.
Dua Kategori Usia Perebutkan Penghargaan
Panitia membagi kompetisi menjadi dua kategori usia. Kategori I menampung peserta berusia 7–13 tahun, sedangkan kategori II menampung peserta berusia 16–23 tahun.
Melalui kedua kategori tersebut, panitia memberikan kesempatan kepada penari muda untuk menunjukkan kemampuan dan meraih penghargaan. Para peserta juga berkesempatan memperebutkan Piala Bergilir Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi.
Rieke berharap festival ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai seni tari daerah. Ia juga mengajak seluruh seniman di Provinsi Jambi untuk berpartisipasi dalam kegiatan mendatang.
“Harapannya, semoga festival ini dapat menginspirasi banyak orang. Kami juga mengajak seluruh seniman untuk ikut serta. Jangan lupa saksikan besok, ada pergelaran dari Sanggar Tari Sekintang Dayo,” tutupnya.
Melalui festival ini, para seniman terus memperkenalkan kekayaan budaya Jambi kepada masyarakat. Mereka juga mengajak generasi muda untuk mempelajari, mengembangkan, dan melestarikan seni tari sebagai bagian dari identitas daerah.









