BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Jakarta, iNBrita.com – BYD mulai memasarkan mobil listrik mungil Racco di luar Jepang. Sri Lanka menjadi negara pertama yang menjual mobil listrik yang masuk segmen kei car tersebut. Namun, konsumen di Sri Lanka harus merogoh kocek lebih dalam karena harganya mencapai tiga kali lipat dibandingkan harga di Jepang.

BYD memasarkan Racco di Sri Lanka dengan harga 11,45 juta rupee Sri Lanka. Jika menggunakan kurs Rp 54,61 per rupee Sri Lanka, harga tersebut setara dengan Rp 625 juta. Car News China melaporkan bahwa harga ini berlaku sebagai penawaran perkenalan dari BYD Sri Lanka.

Di Jepang, BYD menjual Racco dengan harga sekitar Rp 200 juta. Perbedaan harga yang mencolok ini membuat konsumen Sri Lanka harus membayar jauh lebih mahal untuk mendapatkan mobil listrik mungil tersebut.

BYD Sri Lanka menetapkan harga Rp 625 juta sebagai harga perkenalan yang berlaku hingga 9 November. Setelah masa promosi berakhir, konsumen kemungkinan harus membayar lebih mahal untuk membawa pulang mobil listrik ini.

Pajak dan Bea Masuk Membuat Harga Mobil Melambung

Pengenaan bea masuk dan pajak yang tinggi menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga BYD Racco di Sri Lanka melambung. Kebijakan tersebut juga memengaruhi harga berbagai model mobil lainnya di negara itu.

Toyota Yaris Cross bermesin bensin menjadi salah satu contohnya. Di Sri Lanka, mobil tersebut dijual dengan harga 19,95 juta rupee Sri Lanka atau setara dengan lebih dari Rp 1 miliar. Sementara itu, konsumen di Indonesia bisa membeli Toyota Yaris Cross dengan harga mulai Rp 300 jutaan.

BYD Racco Menawarkan Dua Pilihan Baterai

BYD menyediakan dua pilihan baterai lithium iron phosphate (LFP) untuk Racco. Varian dasar menggunakan baterai berkapasitas 22,4 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 210 km berdasarkan pengujian WLTC.

Sementara itu, varian tertinggi mengandalkan baterai berkapasitas 35,84 kWh. Baterai yang lebih besar ini memungkinkan Racco menempuh jarak hingga 320 km. Kedua pilihan baterai tersebut mendukung pengisian daya cepat DC dengan daya maksimal 100 kW.

Kabin Fleksibel dan Fitur Berlimpah

BYD merancang kabin Racco agar mampu menampung berbagai kebutuhan pengguna. Pengemudi dapat melipat kursi belakang hingga rata untuk memperluas ruang bagasi hingga 1.372 liter.

Selain menawarkan kabin yang fleksibel, BYD juga menyematkan sejumlah fitur yang jarang tersedia pada mobil mungil di segmen kei car Jepang. Racco menggunakan pintu geser elektrik yang dapat dioperasikan melalui gerakan kaki untuk memudahkan akses ke kabin.

BYD juga menyediakan kunci digital berbasis NFC yang memungkinkan pengguna memanfaatkan smartphone untuk mengakses mobil. Fitur Vehicle-to-Load (V2L) turut memungkinkan mobil memasok listrik ke perangkat elektronik eksternal.

Di bagian kabin, Racco mengusung layar sentuh berukuran 10,1 inci. BYD juga melengkapi mobil ini dengan kursi depan berpemanas, setir berpemanas, serta pengaturan kursi pengemudi secara elektrik dalam enam arah.

Untuk menunjang keselamatan, BYD membekali Racco dengan enam airbag dan sistem pemantau tekanan ban atau Tire Pressure Monitoring System (TPMS).

Kombinasi baterai dengan dua pilihan kapasitas, fitur modern, dan kabin yang fleksibel menjadi daya tarik BYD Racco. Namun, harga yang jauh lebih tinggi di Sri Lanka menunjukkan besarnya pengaruh pajak dan bea masuk terhadap harga mobil listrik di pasar internasional.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Game Penghasil Saldo DANA yang Menarik untuk Dicoba
Yamaha XSR900 2027 Hadir dengan Warna Neon White
Yadea GT80 Tantang Jarak Tempuh 180 Km Sekali Cas
10 Game Penghasil Uang 2026 yang Layak Dicoba
BYD Atto 1 Jadi Mobil Terlaris September 2026, Avanza Mengejar
Gerhana Matahari Total 2027, Fenomena Langit Langka Dunia
iPhone 18 Pro Makin Diburu, Samsung Masih Pimpin Pasar Global
Benarkah Baterai Mobil Listrik Hanya Bertahan Sepuluh Tahun?
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:00 WIB

7 Game Penghasil Saldo DANA yang Menarik untuk Dicoba

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 Hadir dengan Warna Neon White

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Yadea GT80 Tantang Jarak Tempuh 180 Km Sekali Cas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:00 WIB

10 Game Penghasil Uang 2026 yang Layak Dicoba

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB