Harga Minyak Dunia Tembus US$ 110, Ini Pemicunya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak dunia menguat seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia.(Foto: Freepik/Artphoto_studio)

Harga minyak dunia menguat seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia.(Foto: Freepik/Artphoto_studio)

Jakarta, iNBrita.com – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Senin setelah sempat melemah saat pasar dibuka. Pada pukul 18.00 GMT, harga minyak mentah Brent naik 0,2% hingga menembus US$ 110 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2% ke posisi US$ 103,5 per barel. Kenaikan tersebut membawa harga Brent ke level tertinggi sejak pertengahan Mei 2026.

Mengutip Anadolu pada Selasa (20/10/2026), kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas energi lainnya. Harga gas alam di Uni Eropa naik 1% menjadi 88,5 euro per megawatt-jam. Pada saat yang sama, harga minyak pemanas atau heating oil meningkat 0,1% menjadi US$ 4,9 per galon.

Pasar Minyak Cermati Pasokan Rusia dan Konflik Timur Tengah

Pelaku pasar sempat menekan harga minyak dari level tertinggi hariannya. Mereka mempertimbangkan kemungkinan Rusia meningkatkan pasokan minyak ke pasar global setelah Amerika Serikat melonggarkan sanksi pada Jumat sebelumnya.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran pasar. Pada Senin, kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi.

Kelompok tersebut menyebut Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional Abha di barat daya Arab Saudi, serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu sebagai sasaran serangan. Houthi juga mengklaim telah menyerang ladang minyak Shaybah dan angkatan laut Arab Saudi.

Namun, CNBC menyatakan belum dapat memverifikasi klaim tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengonfirmasi laporan serangan itu.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi menunda konferensi Future Investment Initiative yang semula dijadwalkan berlangsung selama empat hari pada pekan berikutnya. Pemerintah mengambil keputusan tersebut hingga tahun depan karena meningkatnya serangan Houthi terhadap wilayah kerajaan.

Sekitar 10 hari sebelumnya, kelompok tersebut juga menyerang Bandara Internasional King Khalid. Serangan itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai ratusan lainnya.

Serangan Ukraina Picu Kebakaran di Terminal Minyak Rusia

Sementara itu, Ukraina kembali menyerang fasilitas energi Rusia. Gubernur St. Petersburg, Alexander Beglov, melaporkan kebakaran di sebuah terminal dan depot minyak setelah Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak atau drone dalam skala besar pada Minggu.

Data perusahaan analisis energi Kpler menunjukkan bahwa terminal di St. Petersburg itu mengekspor sekitar 120.000 barel produk minyak olahan setiap hari. Terminal tersebut terutama memasok bahan bakar minyak atau fuel oil ke pasar.

Hingga kini, pihak terkait belum memastikan tingkat kerusakan yang dialami fasilitas tersebut. Karena itu, dampak serangan terhadap kegiatan ekspor minyak Rusia masih belum jelas.

Sebelumnya, Ukraina sempat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada 11 Oktober bahwa Kyiv dan Moskow telah menyepakati gencatan senjata.

Namun, Rusia tetap menyerang infrastruktur energi Ukraina setelah pengumuman tersebut. Sebagai tanggapan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan pada pekan sebelumnya bahwa Kyiv akan kembali menyerang fasilitas energi Rusia.

Perkembangan konflik tersebut menambah ketidakpastian pasokan energi global. Di tengah kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak, pelaku pasar terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Raja Emas
Rupiah Menguat ke Rp18.015, Ini Sentimen Pendorongnya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Daftar Lengkap
BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham
IHSG Anjlok, Investor Ritel Hadapi Kerugian Puluhan Juta
Saham BBCA dan BBRI Anjlok, Investor Justru Borong
Rupiah Tertekan, Usulan MSCI dan Konflik Global Membayangi
Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Tambah Tekanan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Raja Emas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 110, Ini Pemicunya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.015, Ini Sentimen Pendorongnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Daftar Lengkap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Berita Terbaru

Daftar harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada Selasa, 20 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Raja Emas

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri rapat paripurna pengucapan sumpah PAW anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Selasa (20/10/2026).(Foto : Diskominfosta Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH

Azhar Hamzah Hadiri Pengucapan Sumpah PAW Anggota DPRD

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga minyak dunia menguat seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia.(Foto: Freepik/Artphoto_studio)

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 110, Ini Pemicunya

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.015 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (20/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp18.015, Ini Sentimen Pendorongnya

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 10.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp 2.379.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Daftar Lengkap

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:00 WIB