Jakarta, iNBrita.com — Badai salju terburuk dalam satu dekade mengguncang Amerika Serikat. New York menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Maskapai membatalkan sekitar 10.000 penerbangan, termasuk seluruh operasi di Bandara LaGuardia, yang biasanya menangani lebih dari 400 penerbangan per hari.
Prakiraan menunjukkan 2.000 penerbangan tambahan akan dibatalkan esok hari. Banyak penumpang terjebak di bandara. Walikota New York, Zohran Mamdani, mengonfirmasi lima orang meninggal, meski belum jelas apakah terkait badai. Ia mengingatkan bahaya cuaca ekstrem, terutama bagi warga tunawisma.
Gubernur New York, Kathy Hochul, menugaskan Garda Nasional untuk membantu penanganan darurat di New York City, Long Island, dan Lembah Hudson. Dampak badai meluas: 23 negara bagian menyatakan keadaan darurat, banyak saluran listrik putus, dan rak-rak supermarket kosong akibat kepanikan.
Bandara besar lain, seperti Philadelphia dan Charlotte, membatalkan hingga 80% penerbangan pada hari Minggu, menurut FlightAware. Presiden Donald Trump menyetujui deklarasi bencana federal untuk beberapa negara bagian, terutama di wilayah tengah-selatan.
Departemen Energi AS memerintahkan Texas untuk mengerahkan pembangkit cadangan. Tujuannya untuk mencegah pemadaman listrik di fasilitas vital.














