Jakarta, iNBrita.com – CNGR Advanced Material Co. dikabarkan berencana mengambil alih 80% saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Jika transaksi ini terealisasi, CNGR berpeluang memperkuat posisinya dalam industri nikel Indonesia dan menantang dominasi Tsingshan Holding Group Co., raksasa industri nikel asal China.
Bloomberg melaporkan pada Jumat (16/10/2026) bahwa CNGR kemungkinan baru akan merealisasikan akuisisi tersebut setelah GNI menyelesaikan proses restrukturisasi pada awal 2027. Namun, sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut dan meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan bahwa kedua pihak masih menjajaki rencana itu. Pembicaraan awal tersebut belum menjamin tercapainya kesepakatan final.
GNI kini menghadapi tekanan keuangan yang memengaruhi kegiatan operasionalnya. Berdasarkan perkara Nomor 140/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, proses PKPU sementara mulai berjalan pada Juni 2026.
Kondisi keuangan tersebut mendorong GNI menghentikan sementara operasional dua dari tiga smelter nikelnya di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Agustus 2026. Perusahaan kemudian hanya mengoperasikan satu smelter untuk melanjutkan kegiatan produksinya.
Dalam keterangan resminya pada Agustus lalu, manajemen GNI menjelaskan bahwa keterbatasan operasional memaksa perusahaan menyesuaikan jumlah tenaga kerjanya. Dari total sekitar 6.300 karyawan, perusahaan memperkirakan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) akan berdampak pada sekitar 1.900 pekerja.
“Kondisi ini menyebabkan kemampuan keuangan perusahaan sangat terbatas, termasuk dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional,” ungkap manajemen GNI dalam keterangan resminya.
Meski menghadapi keterbatasan keuangan dan operasional, manajemen GNI menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kegiatan usaha di Indonesia. Perusahaan akan melanjutkan operasional melalui satu smelter yang masih berproduksi.
Jika CNGR berhasil mengambil alih 80% saham GNI, perusahaan tersebut berpotensi memperluas pengaruhnya dalam industri nikel nasional. Akuisisi ini juga dapat meningkatkan persaingan dengan Tsingshan dalam mengembangkan bisnis pengolahan nikel di Indonesia.
Meski demikian, CNGR dan GNI masih perlu menyelesaikan pembicaraan serta menuntaskan proses restrukturisasi sebelum merealisasikan rencana tersebut. Hingga tercapai kesepakatan final, pasar masih perlu menunggu kepastian kelanjutan transaksi ini.
(eny)









