Jakarta, iNBrita.com – Danantara Indonesia membuka peluang untuk menambah kepemilikan saham di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lembaga investasi ini akan memilih perusahaan dengan fundamental bisnis yang kuat untuk mendukung investasi jangka panjang.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa rencana penambahan kepemilikan saham terus berjalan. Melalui Danantara Asset Management (DAM), pihaknya akan mengincar saham BUMN yang memiliki prospek bisnis menjanjikan.
“Kalau bagus, ya kita beli. Terutama saham-saham BUMN, DAM nanti akan menambah kepemilikannya. Kita akan cek saham-saham yang bagus dan memiliki fundamental kuat,” ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Dony menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan harga sejumlah saham sebagai bagian dari dinamika pasar. Menurutnya, investor perlu melihat kekuatan bisnis perusahaan daripada hanya berfokus pada pergerakan harga saham.
“Ya, itu dinamika yang biasa terjadi. Nanti kita lakukan secara bertahap. Yang paling penting, fundamental kita bagus,” katanya.
Ia menambahkan, DAM akan memanfaatkan peluang pasar untuk meningkatkan kepemilikan saham di perusahaan BUMN yang memenuhi kriteria investasi.
“Danantara Asset Management akan menambah kepemilikannya. Sayang kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan. Insyaallah, kita akan menambah kepemilikan,” tutur Dony.
Danantara Manfaatkan Koreksi IHSG
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, juga menyampaikan rencana untuk menambah investasi saham di tengah koreksi IHSG hingga di bawah level 5.000.
Rosan melihat penurunan harga saham sebagai peluang untuk membeli aset dengan valuasi menarik. Ia menegaskan bahwa Danantara akan menambah investasi secara bertahap setelah mengevaluasi kondisi perusahaan dan pasar.
“Kita melihat ini sebagai kesempatan untuk masuk secara bertahap,” ujar Rosan saat menemui awak media di Istana Kepresidenan, Senin (19/10/2026).
Dalam mengambil keputusan, Danantara akan mempertimbangkan sejumlah faktor. Lembaga ini akan menganalisis fundamental perusahaan, pergerakan teknikal saham, serta persepsi pasar terhadap emiten yang menjadi target investasi.
Danantara Bidik Saham Bank BUMN
Rosan menilai sejumlah saham BUMN, terutama di sektor perbankan, menawarkan valuasi yang menarik. Ia menyoroti rasio price-to-book value (PBV) sejumlah bank yang rata-rata berada di bawah satu kali.
Rasio tersebut menunjukkan bahwa pasar menghargai saham pada tingkat yang relatif rendah dibandingkan nilai bukunya. Namun, Danantara tetap perlu menilai kualitas aset, prospek laba, dan risiko bisnis setiap perusahaan sebelum membeli saham.
Rosan juga menilai perbankan nasional masih memiliki fundamental yang kuat. Selain itu, sejumlah bank BUMN menawarkan potensi pendapatan dividen yang menarik bagi investor jangka panjang.
Ia menyebut dividend yield Bank Mandiri berada di kisaran 16%, sedangkan BRI mencapai sekitar 13%.
“Kita masuk ke saham-saham yang sudah dianalisis, baik dari sisi fundamental maupun teknikal. Kita juga mempertimbangkan persepsi pasar dan faktor lainnya,” kata Rosan.
Melalui strategi tersebut, Danantara ingin memanfaatkan koreksi pasar untuk meningkatkan kepemilikan saham secara terukur. Perusahaan dengan fundamental kuat dan valuasi menarik akan menjadi prioritas dalam menentukan investasi berikutnya.
(vvr*)









