Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Daftar Lengkap

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas Antam turun Rp 10.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp 2.379.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas Antam turun Rp 10.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp 2.379.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, iNBrita.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 10.000 per gram pada Selasa (20/10/2026). Penurunan ini membawa harga emas Antam ke level Rp 2.564.000 per gram.

Berdasarkan data di situs resmi Logam Mulia, Antam menjual emas batangan seharga Rp 2.564.000 per gram hari ini. Sebelumnya, Antam menetapkan harga emas sebesar Rp 2.574.000 per gram pada Senin (19/10/2026).

Selain harga jual, Antam juga menurunkan harga pembelian kembali atau buyback sebesar Rp 10.000 per gram. Kini, pemilik emas bisa menjual kembali emas batangan mereka kepada Antam dengan harga Rp 2.379.000 per gram.

Antam terus menyesuaikan harga emas mengikuti pergerakan pasar dan tren harga emas dunia. Sebagai perbandingan, harga emas Antam pernah mencapai rekor tertinggi Rp 3.168.000 per gram pada Kamis (29/1/2026). Saat itu, harga buyback juga mencetak rekor sebesar Rp 2.989.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Antam menawarkan emas batangan dalam berbagai ukuran. Berikut daftar harga emas Antam pada Selasa (20/10/2026).

  • 0,5 gram: Rp 1.332.000
  • 1 gram: Rp 2.564.000
  • 2 gram: Rp 5.078.000
  • 3 gram: Rp 7.599.000
  • 5 gram: Rp 12.635.000
  • 10 gram: Rp 25.190.000
  • 25 gram: Rp 62.810.000
  • 50 gram: Rp 125.455.000
  • 100 gram: Rp 250.760.000
  • 250 gram: Rp 626.590.000
  • 500 gram: Rp 1.252.900.000
  • 1.000 gram: Rp 2.504.600.000

Ketentuan Pajak Transaksi Emas Antam

Pembeli dan penjual emas Antam perlu memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku. Pemerintah mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga dasar untuk pembelian emas batangan.

Sementara itu, penjual yang melakukan transaksi buyback di atas Rp 10.000.000 harus membayar PPh Pasal 22 sebesar 1,5%. Antam memotong pajak tersebut secara langsung dari nilai transaksi.

Harga Emas Dunia Melemah

Harga emas dunia juga mengalami tekanan pada perdagangan Senin (19/10/2026) atau Selasa pagi waktu Jakarta. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendorong pelemahan harga emas.

Mengutip CNBC pada Selasa (20/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 4.143,91 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 0,4% menjadi US$ 4.163,30 per ons.

Penguatan dolar AS membuat emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini menekan permintaan emas di pasar global.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar 0,6% turut memengaruhi pergerakan harga emas.

Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com, menjelaskan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi mendorong investor memperkirakan bank sentral akan memperketat kebijakan moneter. Ekspektasi tersebut meningkatkan imbal hasil obligasi dan membuat investor kembali membandingkan keuntungan obligasi dengan emas.

Kebijakan The Fed Menjadi Sorotan Investor

Investor kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Pada September 2026, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,25%. Kenaikan tersebut menjadi langkah pertama bank sentral AS dalam menaikkan suku bunga sepanjang tahun ini.

Razaqzada menilai arah kebijakan The Fed akan memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Menurutnya, pernyataan yang mendukung pengetatan kebijakan moneter atau bersifat hawkish berpotensi menekan harga emas lebih lanjut.

Data perangkat FedWatch milik CME menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 82,8% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada Oktober. Sementara itu, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%.

Suku bunga yang tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Sebaliknya, investor dapat memperoleh imbal hasil dari instrumen obligasi ketika mereka menempatkan dana di pasar tersebut.

Selain keputusan The Fed, investor juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada pekan depan. Data tersebut menjadi salah satu indikator inflasi utama yang digunakan bank sentral AS untuk menentukan arah kebijakan moneter.

Harga Minyak Turun, Pasar Memantau Inflasi

Di pasar energi, harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan. Keputusan Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian terhadap sanksi dan tarif Rusia berpotensi meningkatkan ekspor bahan bakar dari negara tersebut.

Penurunan harga minyak sedikit meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi. Sebelumnya, data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang kuat pada pekan lalu meningkatkan perhatian pasar terhadap tekanan harga.

Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, menyebut US$ 4.235 per ons sebagai level resistensi utama emas. Ia juga melihat area di bawah US$ 4.100 per ons sebagai level dukungan atau support bagi harga emas.

Harga Perak, Platinum, dan Paladium Menguat

Di tengah pelemahan harga emas, sejumlah logam mulia lainnya justru mencatat kenaikan.

Harga perak di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 57,24 per ons. Platinum menguat 1% menjadi US$ 1.646 per ons, sedangkan paladium naik 0,8% menjadi US$ 1.121,14 per ons.

Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor terus mencermati berbagai faktor yang memengaruhi pasar logam mulia, mulai dari kebijakan suku bunga AS hingga prospek inflasi dan permintaan global.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp18.015, Ini Sentimen Pendorongnya
BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham
IHSG Anjlok, Investor Ritel Hadapi Kerugian Puluhan Juta
Saham BBCA dan BBRI Anjlok, Investor Justru Borong
Rupiah Tertekan, Usulan MSCI dan Konflik Global Membayangi
Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Tambah Tekanan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tertinggi
BEI Catat Dana IPO Rp 2,16 Triliun, IHSG Anjlok
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.015, Ini Sentimen Pendorongnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Daftar Lengkap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:00 WIB

IHSG Anjlok, Investor Ritel Hadapi Kerugian Puluhan Juta

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Saham BBCA dan BBRI Anjlok, Investor Justru Borong

Berita Terbaru

Rupiah menguat ke Rp18.015 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (20/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp18.015, Ini Sentimen Pendorongnya

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 10.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp 2.379.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Daftar Lengkap

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi pemandangan alam

SUNGAI PENUH

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Ringan

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:00 WIB

Foto: KemenPANR

Nasional

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Selasa, 20 Okt 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi BEI dan pergerakan pasar saham Indonesia.

Ekonomi

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:00 WIB