Jakarta, iNBrita.com – Jeep tengah menyiapkan generasi kedua Renegade setelah menghentikan produksi SUV kompak tersebut untuk pasar Eropa. Namun, konsumen yang menantikan kehadiran model terbaru ini masih harus bersabar. Jeep menargetkan peluncuran Renegade generasi baru pada 2030.
Mengutip Carscoops, Selasa (20/10/2026), Jeep memasukkan pengembangan Renegade terbaru ke dalam strategi bisnisnya di Eropa. Melalui langkah ini, Jeep ingin menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperkuat persaingan di segmen SUV kompak.
Jeep pertama kali memperkenalkan Renegade di Eropa pada 2014. Selama 11 tahun, SUV ini mencatatkan penjualan lebih dari 610.000 unit. Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi Jeep untuk melanjutkan kiprah Renegade melalui generasi terbaru.
Jeep Siapkan Enam Model Baru hingga 2030
Jeep menyusun rencana pengembangan Renegade sebagai bagian dari strategi perluasan produknya di Eropa. Pabrikan asal Amerika Serikat ini menargetkan kehadiran enam model baru hingga 2030.
Rencana tersebut mencakup Jeep Avenger yang bersaing di segmen B-SUV dan Jeep Recon yang menyasar kelas D-SUV. Selain kedua model itu, Jeep juga menyiapkan SUV baru di segmen D yang akan meluncur pada 2028.
Jeep mengembangkan SUV tersebut bersama Dongfeng, produsen otomotif asal China. Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah Stellantis untuk memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen di Eropa.
Jeep juga memberikan petunjuk mengenai calon model B-SUV Large melalui gambar teaser resminya. Model tersebut diperkirakan menempati posisi di atas Renegade dalam jajaran SUV kompak Jeep.
Melalui strategi ini, Jeep ingin menawarkan lebih banyak pilihan kendaraan sesuai kebutuhan konsumen. Selain itu, kehadiran berbagai model baru diharapkan memperkuat daya saing merek tersebut di pasar Eropa.
Jeep Renegade Terbaru Menggunakan Platform STLA One
Jeep belum mengungkap spesifikasi lengkap Renegade generasi kedua. Meski begitu, perusahaan memastikan model tersebut akan menggunakan platform modular multi-energi Stellantis, yaitu STLA One.
Stellantis merancang platform ini untuk mendukung berbagai jenis sistem penggerak. Penggunaannya mencakup mesin pembakaran internal (ICE), teknologi hibrida, hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Dengan satu arsitektur modular, Stellantis dapat mengembangkan kendaraan dengan beragam pilihan sistem penggerak. Pendekatan ini juga memberi perusahaan fleksibilitas untuk menyesuaikan teknologi kendaraan dengan kebutuhan setiap pasar.
CEO Stellantis, Antonio Filosa, sebelumnya menyebut Peugeot sebagai merek pertama yang akan menggunakan platform STLA One. Setelah itu, Stellantis berencana memperluas penggunaannya ke berbagai merek di bawah grup tersebut, termasuk untuk pasar Eropa dan Amerika Utara.
Bagi Jeep, platform ini membuka peluang untuk menghadirkan Renegade dengan teknologi yang lebih modern. Selain mesin konvensional, Jeep juga berpeluang menawarkan pilihan elektrifikasi sesuai strategi produknya.
Jeep Tetap Pertahankan Sistem Penggerak 4×4
Penggemar Jeep tentu menaruh perhatian pada kemampuan jelajah Renegade generasi terbaru. Sebab, sistem penggerak empat roda atau 4×4 telah menjadi salah satu ciri khas merek tersebut.
Jeep menegaskan bahwa seluruh model terbarunya di Eropa, termasuk Renegade generasi mendatang, akan tetap menawarkan sistem penggerak 4×4. Dengan demikian, Jeep ingin mempertahankan karakter kendaraannya saat menghadapi berbagai kondisi jalan.
Kehadiran platform STLA One juga membuka peluang bagi Jeep untuk memadukan teknologi elektrifikasi dengan kemampuan jelajah khas produknya. Langkah ini dapat membantu Jeep mengikuti perkembangan teknologi otomotif tanpa meninggalkan identitas mereknya.
Meski baru meluncur pada 2030, Renegade generasi kedua menunjukkan komitmen Jeep terhadap segmen SUV kompak di Eropa. Jeep kini menyiapkan penerus model tersebut dengan arsitektur yang lebih fleksibel dan teknologi penggerak yang beragam.
Pada akhirnya, Jeep ingin menghadirkan Renegade yang lebih modern sekaligus mempertahankan karakter 4×4. Strategi ini diharapkan mampu menjaga daya tarik Renegade di tengah persaingan SUV kompak dan perkembangan kendaraan elektrifikasi.
(vvr*)









