Komaruddin Dorong ASEAN Perkuat Hak Cipta Jurnalistik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komaruddin Hidayat mendorong negara-negara ASEAN memperkuat perlindungan karya jurnalistik di era AI dan platform digital.(Foto: Istimewa/liputan6.com).

Komaruddin Hidayat mendorong negara-negara ASEAN memperkuat perlindungan karya jurnalistik di era AI dan platform digital.(Foto: Istimewa/liputan6.com).

Jakarta, iNBrita.com – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mendorong negara-negara ASEAN memperkuat perlindungan hak cipta karya jurnalistik. Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan dominasi platform digital global menuntut aturan yang lebih tegas.

Komaruddin menyampaikan hal tersebut saat membuka ASEAN Forum on the Protection of Journalistic Works in the Copyright Regime in the Digital Era 2026 di Bali, Sabtu (10/10/2026).

Forum tersebut mempertemukan perwakilan Dewan Pers dan Dewan Media se-ASEAN, regulator, pimpinan organisasi media, insan pers, serta pemangku kepentingan lainnya. Mereka membahas langkah untuk melindungi karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital.

Platform Digital dan AI Tantang Industri Pers

Komaruddin menilai perkembangan teknologi digital membawa tantangan besar bagi keberlangsungan industri pers. Pasalnya, sejumlah platform digital memanfaatkan karya jurnalistik tanpa izin dan tanpa memberikan kompensasi yang adil kepada pemilik hak.

Selain itu, teknologi AI generatif menghadirkan tantangan baru bagi jurnalis dan perusahaan media. Teknologi tersebut dapat memanfaatkan konten berita untuk berbagai kebutuhan, termasuk melatih sistem kecerdasan buatan.

Komaruddin mengingatkan bahwa jurnalisme berkualitas membutuhkan investasi besar. Proses produksi berita juga melibatkan kemampuan intelektual, waktu, risiko keselamatan, dan tanggung jawab etis.

“Jurnalisme berkualitas membutuhkan biaya yang tidak murah. Ada investasi intelektual, waktu, risiko keselamatan, dan tanggung jawab etis di dalamnya,” ujar Komaruddin.

Karena itu, ia meminta pemerintah dan pemangku kepentingan memperkuat kerangka hukum. Langkah tersebut penting agar perkembangan teknologi tidak mengancam keberlangsungan jurnalisme berkualitas.

Komaruddin Usulkan Lima Agenda Strategis

Dalam forum tersebut, Komaruddin menyampaikan lima agenda strategis untuk memperkuat perlindungan karya jurnalistik di kawasan ASEAN.

Pertama, memperjelas status hukum karya jurnalistik.

Komaruddin mendorong pemerintah memperjelas aturan hak cipta, termasuk hubungan hukum antara jurnalis sebagai pencipta karya dan perusahaan pers sebagai penerbit. Kejelasan aturan akan membantu setiap pihak memahami hak dan tanggung jawabnya.

Kedua, mengatur penggunaan karya jurnalistik oleh platform digital dan AI.

Dewan Pers menilai pemerintah perlu menetapkan batasan hukum dan etika terhadap praktik text and data mining. Aturan tersebut juga perlu mengatur penggunaan konten jurnalistik untuk melatih sistem AI generatif.

Ketiga, menjamin atribusi dan remunerasi yang adil.

Komaruddin menegaskan bahwa perlindungan hak cipta tidak bertujuan menghambat pemanfaatan karya jurnalistik. Sebaliknya, aturan tersebut harus memastikan pemilik karya memperoleh pengakuan dan manfaat ekonomi secara adil.

“Kita harus mengeksplorasi mekanisme terbaik agar ada atribusi yang tepat dan remunerasi yang adil ketika karya jurnalistik memberikan nilai ekonomi bagi platform digital dan teknologi AI,” tegasnya.

Keempat, mengembangkan perlindungan melalui hak terkait.

Komaruddin mendorong para pemangku kepentingan mengkaji penerapan neighbouring rights atau hak terkait untuk melindungi kepentingan industri pers.

Ia juga menilai forum ASEAN tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia. Pasalnya, pemerintah dan pemangku kepentingan tengah membahas pembaruan Undang-Undang Hak Cipta.

Melalui pertukaran pengalaman antarnegara, Indonesia dapat mempelajari praktik terbaik untuk merumuskan perlindungan hukum yang sesuai dengan kebutuhan industri pers nasional.

Kelima, memperkuat kerja sama regional ASEAN.

Komaruddin mengajak negara-negara ASEAN menyusun pendekatan bersama untuk menghadapi tantangan industri pers. Menurutnya, setiap negara tidak dapat menyelesaikan persoalan ini secara terpisah.

Perusahaan teknologi global dan pengembang AI menjalankan bisnis lintas negara. Oleh sebab itu, negara-negara ASEAN perlu menyelaraskan kebijakan agar dapat melindungi karya jurnalistik secara lebih efektif.

ASEAN Perlu Menyatukan Kebijakan

Komaruddin menyebut Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan negara ASEAN lainnya menghadapi persoalan serupa. Mereka perlu melindungi karya jurnalistik dari pemanfaatan yang menghasilkan keuntungan ekonomi tanpa pembagian manfaat yang adil.

Karena itu, ia mendorong negara-negara ASEAN membangun kesamaan pemahaman dan menyelaraskan kebijakan perlindungan hak cipta jurnalistik.

“Big Tech dan pengembang AI beroperasi lintas negara. Maka, respons kita pun harus bersifat regional,” katanya.

Menurut Komaruddin, kerja sama regional dapat memperkuat posisi perusahaan pers ketika berhadapan dengan platform teknologi global. Kolaborasi tersebut juga dapat mendorong pembagian nilai ekonomi yang lebih adil bagi para pemilik hak.

Selain itu, ia menilai forum ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat pembahasan pembaruan regulasi hak cipta. Pemerintah perlu mempertimbangkan perlindungan karya jurnalistik, mekanisme remunerasi, dan penerapan hak terkait dalam proses penyusunan kebijakan.

Perlindungan Hak Cipta Jaga Masa Depan Pers

Komaruddin berharap penguatan aturan hak cipta mampu menyeimbangkan kepentingan inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi digital, dan perlindungan hak pencipta.

Pemerintah juga perlu menjaga hak ekonomi dan hak moral atas karya jurnalistik. Dengan begitu, jurnalis dan perusahaan pers dapat terus menghasilkan informasi yang akurat, berkualitas, dan independen.

Pada akhir sambutannya, Komaruddin mengajak seluruh peserta forum menyusun langkah konkret. Ia mendorong para pemangku kepentingan memperkuat advokasi kebijakan dan menyatukan sikap dalam menghadapi disrupsi teknologi digital.

Ia berharap ASEAN Journalistic Forum 2026 menghasilkan peta jalan bersama, bukan sekadar menjadi ajang pertukaran gagasan.

“Kita harus memastikan bahwa jurnalisme tetap hidup, tetap independen, dan tetap dihargai secara adil demi keberlangsungan demokrasi di kawasan Asia Tenggara,” pungkasnya.

(**)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BSU Kemnaker 2026: Syarat, Nominal, dan Jadwal Pencairan
Guru PPPK Berpeluang Menjadi PNS Mulai Tahun 2027
Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2030, Indonesia Putaran Kedua
Investasi Kopi Folgers Diduga Bermasalah, Delapan Warga Melapo
DPR Desak Tiga Kementerian Perkuat Perlindungan Ojol
4 Model Gelang Emas Mewah untuk Investasi dan Gaya Elegan
Tragedi Longsor Tambang Emas, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Rahayu Saraswati Mundur dari Triniti Land, Ini Alasannya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:00 WIB

BSU Kemnaker 2026: Syarat, Nominal, dan Jadwal Pencairan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Guru PPPK Berpeluang Menjadi PNS Mulai Tahun 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2030, Indonesia Putaran Kedua

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Investasi Kopi Folgers Diduga Bermasalah, Delapan Warga Melapo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Komaruddin Dorong ASEAN Perkuat Hak Cipta Jurnalistik

Berita Terbaru

Ilustrasi oleh Unsplash.

Kesehatan

3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi Kartu Nikah Digital yang dapat diakses melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama untuk memudahkan masyarakat memperoleh dokumen administrasi pernikahan.m( Foto inbrita)

Khasanah

Kemenag Permudah Unduh Kartu Nikah Digital Lewat SIMKAH

Minggu, 11 Okt 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang dan saldo DANA. ( Foto InbritaAI)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Saldo DANA Gratis

Minggu, 11 Okt 2026 - 03:00 WIB

Kode redeem FF 11 Oktober 2026 dan hadiah gratis. (foto AI inbrita)

Game

Kode Redeem FF 11 Oktober 2026, Klaim Hadiah Gratis

Minggu, 11 Okt 2026 - 02:00 WIB

Cara Rawat Anthurium di Rumah. (AI Generated)

Pendidikan

7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga

Minggu, 11 Okt 2026 - 01:00 WIB