Tapan, iNBrita.com — Kasat Lantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, menyatakan jalur Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menuju Sungai Penuh, Jambi, masih belum bisa dilalui kendaraan hingga Minggu (11/10/2026).
Longsor menutup sejumlah titik di sepanjang jalur Sako–Tapan. Kondisi ini menghambat perjalanan kendaraan dan distribusi kebutuhan pokok menuju Kabupaten Kerinci serta Kota Sungai Penuh.
Kasat Lantas Polres Kerinci Koordinasi dengan Polsek Tapan
IPTU Into Sujarwo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Tapan untuk memantau kondisi jalan dan perkembangan penanganan longsor.
“Belum bisa dilewati,” ujar Into Sujarwo saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi sejak Sabtu (10/10/2026). Hampir 24 titik longsor menutup badan jalan sehingga kendaraan belum dapat melintas dengan aman.
Sebanyak 14 Mobil Tangki BBM Terjebak
Longsor juga menghambat perjalanan 14 mobil tangki BBM Pertamina. Sejumlah truk dan pikap pengangkut sembako turut terjebak di kawasan hutan.
Para pengendara belum dapat melanjutkan perjalanan karena material tanah menutupi akses jalan. Persediaan makanan mereka bahkan mulai menipis setelah tertahan sejak malam sebelumnya.
“Dari malam tadi sampai sekarang belum bisa melewati jalan Sako–Tapan, karena hampir 24 titik tanah longsor menimbun badan jalan. Makanan pun sudah menipis,” ujar salah seorang pengendara .
Stok BBM Sungai Penuh Mulai Menipis
Terputusnya jalur distribusi turut mengancam pasokan BBM di Kota Sungai Penuh. Hasil pemantauan di dua SPBU menunjukkan stok Solar dan Pertalite telah habis.
Sementara itu, persediaan Pertamax juga hampir habis. Seorang manajer SPBU di Sungai Penuh mengungkapkan kondisi tersebut.
“Tinggal BBM Pertamax lagi, itu hampir habis,” ujarnya di kutip dari indojati pos
Jika longsor terus menghalangi distribusi, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh berpotensi menghadapi kesulitan memperoleh BBM. Gangguan ini juga dapat menghambat transportasi dan kegiatan ekonomi warga.
Longsor Ancam Distribusi Sembako
Selain mengganggu pasokan BBM, longsor turut menghambat pengiriman sembako ke Kerinci dan Sungai Penuh.
Keterlambatan distribusi berpotensi mengurangi persediaan bahan pangan di pasar. Harga ikan dan sejumlah kebutuhan pokok juga berisiko naik jika kendaraan pengangkut barang belum dapat melanjutkan perjalanan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sedikitnya tiga titik longsor menimbun badan jalan di kawasan Sungai Gambir dan Penadah, Kabupaten Pesisir Selatan. Belasan titik lainnya juga menghambat arus kendaraan.
Pengendara Diminta Menunda Perjalanan
Masyarakat yang hendak melintasi jalur Tapan–Sungai Penuh sebaiknya menunda perjalanan hingga petugas memastikan kondisi jalan aman.
Pengendara juga perlu mengikuti perkembangan informasi dari aparat setempat. Langkah ini penting untuk mencegah kendaraan memasuki kawasan longsor dan terjebak di tengah perjalanan.
Dandim 0311/Pesisir Selatan bersama Wakil Bupati Pesisir Selatan juga telah meninjau lokasi longsor dan rumah warga yang terdampak banjir.
(eny)









