Menyelami Ajaran Sapta Darma di Kerinci Bersama Tokoh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mbah Darmo menjelaskan filosofi Sapta Darma kepada Dally Sandradipura di Kayu Aro.( Foto ist)

Mbah Darmo menjelaskan filosofi Sapta Darma kepada Dally Sandradipura di Kayu Aro.( Foto ist)

Kerinci, iNBrita.com — Dally Sandradipura seorang penulis, mencoba  menelusuri aliran Kejawen Sapta Darma yang masih bertahan di Kabupaten Kerinci, Sumatra.

Dalam  perjalanannya Dally bertemu dengan tokoh lokal, Mbah Darmo, untuk mempelajari ajaran dan filosofi Sapta Darma yang menekankan laku jujur, tidak bohong, dan tidak menyakiti orang lain.

Prinsip ini dikenal dengan Wewerah Pitunya. Selain sebagai kepercayaan, ajaran ini juga berfungsi sebagai panduan spiritual dan sumber ketenangan bagi pengikutnya.

Dally Sandradipura menuturkan bahwa Sapta Darma lahir sebagai kebutuhan spiritual masyarakat. Jika seseorang sakit, warga biasanya datang kepada sesepuh untuk meminta petunjuk pengobatan.

“Sapta Darma bukan sekadar kepercayaan, tapi filosofi hidup yang mengajarkan kejujuran, ketenangan, dan perdamaian.” ujar Dally (27/8)

Selain itu, ajaran ini membantu menciptakan ketenangan bagi individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.

Mbah Darmo menjelaskan bahwa meski jumlah pengikut aktif kini sedikit, mereka tetap menjalankan agama masing-masing sambil menegakkan filosofi Sapta Darma. Prinsip Wewerah Pitunya tetap menjadi pedoman hidup dan sumber nilai moral bagi komunitas ini.

Perjalanan Dally dimulai dari Sungai Penuh menuju Kayu aro Kabupaten Kerinci, disuguhkan pemandangan hamparan kebun teh Kayu Aro yang hijau dan menyejukkan mata.

Sesampainya di rumah Mbah Darmo untuk berdiskusi dan menginap, sehingga bisa mendalami praktik dan sejarah Sapta Darma secara langsung.

Keesokan harinya, mereka mengunjungi Sanggar Candi Busana, tempat aktivitas warga Sapta Darma dahulu berlangsung. Meskipun sanggar sudah tidak aktif selama tujuh tahun,

Tempat ini masih menyimpan simbol penting, seperti patung Semar yang menghadap ke Timur. Sandradipura mencatat bahwa lokasi ini tetap menjadi pusat nilai dan filosofi bagi pengikut Sapta Darma.

Dally Sandradipura menekankan bahwa Sapta Darma bukan sekadar kepercayaan, melainkan filosofi hidup yang mengajarkan kejujuran, ketenangan, dan perdamaian. Ia menilai bahwa melestarikan budaya seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberagaman dan persatuan NKRI.

Mari kita jaga persatuan, apapun itu, demi keutuhan NKRI,Rahayu, Mugi Rahayu Sagung Dumadi.

Editor: Eni Syamsir

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kafilah Kerinci Siap Bersaing Rebut Prestasi MTQH Jambi
Warga Kerinci Hilang Terseret Arus Sungai Solok Selatan
WNA Australia Meninggal di Homestay Kayu Aro Kerinci
Satreskrim Polres Kerinci Bekuk Pelaku Curanmor dalam 24 Jam
Satreskrim Polres Kerinci Bekuk Residivis Curanmor, Sita Motor Curian
Bupati Monadi Lepas 78 Kafilah ke MTQH ke-55 Provinsi Jambi
Polres Kerinci Gelar Program POLIRAN di BLK Kerinci
Jelang Musim Hujan, BMKG Kerinci Imbau Warga Tetap Waspada
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 04:00 WIB

Kafilah Kerinci Siap Bersaing Rebut Prestasi MTQH Jambi

Selasa, 3 November 2026 - 00:00 WIB

Warga Kerinci Hilang Terseret Arus Sungai Solok Selatan

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

WNA Australia Meninggal di Homestay Kayu Aro Kerinci

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Satreskrim Polres Kerinci Bekuk Pelaku Curanmor dalam 24 Jam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Satreskrim Polres Kerinci Bekuk Residivis Curanmor, Sita Motor Curian

Berita Terbaru

Wawako Sungai Penuh Azhar Hamzah saat membuka Open Turnamen Domino ORADO Fans Club dalam rangka HUT ke-18 Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Wawako Azhar Buka Turnamen Domino ORADO Sungai Penuh

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:00 WIB

Harga emas Antam menguat Rp 10.000 menjadi Rp 2.541.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 per Gram

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:00 WIB

Mobil JUARA MAS siap mendekatkan layanan Dukcapil kepada masyarakat.

SUNGAI PENUH

JUARA MAS Hadir, Urus Dokumen Kependudukan Makin Mudah

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:00 WIB