Home / KERINCI

Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Menyelami Ajaran Sapta Darma di Kerinci Bersama Tokoh

Mbah Darmo menjelaskan filosofi Sapta Darma kepada Dally Sandradipura di Kayu Aro.( Foto ist)

Mbah Darmo menjelaskan filosofi Sapta Darma kepada Dally Sandradipura di Kayu Aro.( Foto ist)

Kerinci, iNBrita.com — Dally Sandradipura seorang penulis, mencoba  menelusuri aliran Kejawen Sapta Darma yang masih bertahan di Kabupaten Kerinci, Sumatra.

Dalam  perjalanannya Dally bertemu dengan tokoh lokal, Mbah Darmo, untuk mempelajari ajaran dan filosofi Sapta Darma yang menekankan laku jujur, tidak bohong, dan tidak menyakiti orang lain.

Prinsip ini dikenal dengan Wewerah Pitunya. Selain sebagai kepercayaan, ajaran ini juga berfungsi sebagai panduan spiritual dan sumber ketenangan bagi pengikutnya.

Dally Sandradipura menuturkan bahwa Sapta Darma lahir sebagai kebutuhan spiritual masyarakat. Jika seseorang sakit, warga biasanya datang kepada sesepuh untuk meminta petunjuk pengobatan.

“Sapta Darma bukan sekadar kepercayaan, tapi filosofi hidup yang mengajarkan kejujuran, ketenangan, dan perdamaian.” ujar Dally (27/8)

Baca juga :   Pengamat Kritik Pelaksanaan Debat Pilkada Kabupaten Kerinci

Selain itu, ajaran ini membantu menciptakan ketenangan bagi individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.

Mbah Darmo menjelaskan bahwa meski jumlah pengikut aktif kini sedikit, mereka tetap menjalankan agama masing-masing sambil menegakkan filosofi Sapta Darma. Prinsip Wewerah Pitunya tetap menjadi pedoman hidup dan sumber nilai moral bagi komunitas ini.

Perjalanan Dally dimulai dari Sungai Penuh menuju Kayu aro Kabupaten Kerinci, disuguhkan pemandangan hamparan kebun teh Kayu Aro yang hijau dan menyejukkan mata.

Sesampainya di rumah Mbah Darmo untuk berdiskusi dan menginap, sehingga bisa mendalami praktik dan sejarah Sapta Darma secara langsung.

Baca juga :   TMMD ke-126 Kodim Kerinci dan Kejaksaan Sosialisasikan HAM

Keesokan harinya, mereka mengunjungi Sanggar Candi Busana, tempat aktivitas warga Sapta Darma dahulu berlangsung. Meskipun sanggar sudah tidak aktif selama tujuh tahun,

Tempat ini masih menyimpan simbol penting, seperti patung Semar yang menghadap ke Timur. Sandradipura mencatat bahwa lokasi ini tetap menjadi pusat nilai dan filosofi bagi pengikut Sapta Darma.

Dally Sandradipura menekankan bahwa Sapta Darma bukan sekadar kepercayaan, melainkan filosofi hidup yang mengajarkan kejujuran, ketenangan, dan perdamaian. Ia menilai bahwa melestarikan budaya seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberagaman dan persatuan NKRI.

Mari kita jaga persatuan, apapun itu, demi keutuhan NKRI,Rahayu, Mugi Rahayu Sagung Dumadi.

Editor: Eni Syamsir

Berita ini 80 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bupati Kerinci meresmikan MBG Dapur SPPG di Lempur, disaksikan

KERINCI

Bupati Kerinci Resmikan MBG Dapur SPPG Perdana di Lempur

KERINCI

Bupati Kerinci Terima Audiensi BKKBN Jambi Tekan Angka Stunting

Internasional

Pemkab Kerinci dan TNKS Koordinasi Jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning
Prakiraan cuaca harian Kerinci dan Sungai Penuh oleh BMKG Depati Parbo

KERINCI

Prakiraan Kondisi Cuaca Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh
Bupati Monadi membuka Rakor TLHP Semester I 2025 di Aula Kantor Bupati Kerinci

KERINCI

Kerinci Percepat Tindak Lanjut Audit BPK, Target 80% Tahun 2025
Bupati Monadi dan Ketua TP PKK Novra Wenti saat menghadiri puncak HKG dan Dekranasda Kerinci 2025.

KERINCI

Puncak HKG dan Dekranasda Rayakan Prestasi dan Kreativitas

KERINCI

Bupati Monadi Dukung Penuh Pembentukan Koperasi Merah Putih

KERINCI

PJ Bupati Kerinci Asraf Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran