Penelitian Terbaru Ungkap Jejak Harimau Jawa di Sukabumi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seekor Harimau Jawa menjelajah hutan tropis yang lebat di kawasan Sukabumi, Jawa Barat.

Ilustrasi seekor Harimau Jawa menjelajah hutan tropis yang lebat di kawasan Sukabumi, Jawa Barat.

SUKABUMI, iNBrita,com – Harimau Jawa kembali menjadi perhatian setelah peneliti menemukan bukti genetik yang mengarah pada keberadaan satwa tersebut di kawasan hutan Sukabumi.

IUCN menyatakan Harimau Jawa punah pada 2008. Namun, masyarakat masih beberapa kali melaporkan kemunculan satwa yang mereka duga sebagai harimau Jawa.

Warga Menemukan Jejak di Sukabumi

Salah satu laporan muncul dari Desa Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, pada 2019. Warga menemukan sejumlah tanda yang mereka yakini berasal dari harimau.

Mereka menemukan jejak kaki di sekitar kawasan hutan. Warga juga melihat bekas cakaran serta menemukan sehelai bulu.

Temuan itu kemudian menarik perhatian para peneliti. Mereka mengambil sampel bulu untuk mengetahui asal satwa tersebut.

Peneliti Memeriksa DNA Bulu

Tim peneliti kemudian melakukan pemeriksaan DNA terhadap sampel bulu. Mereka menggunakan analisis DNA mitokondria atau mtDNA.

Analisis tersebut membantu peneliti mengidentifikasi hubungan genetik sampel dengan spesies tertentu.

Peneliti membandingkan DNA bulu dari Sukabumi dengan sampel Harimau Jawa yang tersimpan di museum sejak 1930. Mereka juga membandingkannya dengan DNA beberapa subspesies harimau lainnya.

Selain itu, peneliti memasukkan sampel macan tutul Jawa dalam perbandingan. Langkah tersebut membantu mereka memastikan identitas genetik dari bulu yang ditemukan.

DNA Menunjukkan Kesamaan dengan Harimau Jawa

Hasil analisis menunjukkan kesamaan genetik antara sampel bulu Sukabumi dan Harimau Jawa.

Temuan ini menarik perhatian karena Harimau Jawa sudah lama masuk kategori punah.

Namun, para peneliti belum menyimpulkan bahwa Harimau Jawa masih hidup di alam liar. Mereka masih membutuhkan bukti tambahan untuk memastikan keberadaan satwa tersebut.

Peneliti perlu melakukan pemeriksaan DNA lebih lanjut. Mereka juga perlu melakukan pencarian langsung di habitat yang diduga menjadi tempat hidup harimau tersebut.

Pemerintah Siapkan Pencarian Lanjutan

Temuan DNA tersebut turut mendorong upaya pencarian Harimau Jawa. Pemerintah menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Tim di lapangan dapat menggunakan kamera jebak untuk memantau aktivitas satwa. Mereka juga dapat mencari sampel DNA baru di kawasan hutan.

Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan ahli genetika. Kerja sama tersebut penting untuk memastikan identitas dan keberadaan satwa secara ilmiah.

Harimau Jawa Jadi Perhatian Konservasi

Harimau Jawa merupakan salah satu dari tiga subspesies harimau asli Indonesia. Selain Harimau Jawa, Indonesia pernah memiliki Harimau Bali.

Harimau Bali juga telah dinyatakan punah. Kini, Harimau Sumatra menjadi satu-satunya subspesies harimau Indonesia yang masih bertahan di alam liar.

Jika penelitian berikutnya menemukan bukti keberadaan Harimau Jawa, temuan itu akan menjadi kabar penting bagi konservasi satwa Indonesia.

Untuk saat ini, keberadaan Harimau Jawa masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut. Peneliti perlu mengumpulkan bukti lapangan dan data genetik tambahan sebelum memastikan bahwa satwa tersebut benar-benar masih hidup.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Singapura
Ibu Hamil Melahirkan di KRL, Petugas Bergerak Cepat
Bupati Gowa Belum Ditahan, Polisi Beri Penjelasan
Jenazah dari Krakatau Ditemukan di Enggano, Ini Penjelasannya
Pemerintah Anggarkan Rp3,8 Triliun Untuk Rekening Gratis
Ubed Bawa Indonesia Raih Emas Asian Games 2026
Cara Bayar Denda ETLE dan Buka Blokir Kendaraan
Bawaslu Tegaskan Tak Ada Pelanggaran Syarat Pendidikan Gibran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 01:00 WIB

Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Singapura

Sabtu, 26 September 2026 - 00:00 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Jejak Harimau Jawa di Sukabumi

Jumat, 25 September 2026 - 22:00 WIB

Ibu Hamil Melahirkan di KRL, Petugas Bergerak Cepat

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

Bupati Gowa Belum Ditahan, Polisi Beri Penjelasan

Jumat, 25 September 2026 - 04:00 WIB

Jenazah dari Krakatau Ditemukan di Enggano, Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Ole Romeny mencetak gol Timnas Indonesia. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Singapura

Sabtu, 26 Sep 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi seekor Harimau Jawa menjelajah hutan tropis yang lebat di kawasan Sukabumi, Jawa Barat.

Nasional

Penelitian Terbaru Ungkap Jejak Harimau Jawa di Sukabumi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 00:00 WIB

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono. Foto: Investortrust/Bagus Kasanjanu.

Ekonomi

OJK Dorong Dana Pensiun Perkuat Ekonomi Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:00 WIB

Foto ilustrasi kereta rel listrik (KRL) (dok. KCI)

Nasional

Ibu Hamil Melahirkan di KRL, Petugas Bergerak Cepat

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:00 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang seusai menjalani pemeriksaan terkait laporan mantan suaminya di Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan, Sabtu 22 Agustus 2026. (Beritasatu.com/M Irwansyah A)

Nasional

Bupati Gowa Belum Ditahan, Polisi Beri Penjelasan

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:00 WIB