Kronologi Korban Sakit Saat Libur Pesantren
Sukabumi , iNBrita.com — Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus meninggalnya remaja berinisial NS (13) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Selain itu, polisi juga terus mendalami temuan medis serta keterangan korban sebelum ia meninggal dunia.
Sebelumnya, NS yang merupakan pelajar di sebuah pondok pesantren pulang ke rumah sejak awal Februari untuk menjalani masa libur. Selama berada di rumah, ia mengalami demam, batuk, dan mual. Oleh karena itu, pihak keluarga membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan, kondisinya sempat menunjukkan perbaikan.
Kondisi Memburuk dan Dibawa ke Tukang Urut
Namun demikian, pada Rabu (18/2), kondisi kesehatan NS kembali menurun. Pada hari yang sama, ibu tirinya, TR, membawa NS ke seorang tukang urut berinisial S. Sementara itu, ayah kandungnya, AS, berangkat bekerja ke Kota Sukabumi seperti biasa.
Ayah Temukan Luka Lecet di Tubuh Korban
Menyadari kondisi tersebut, ia segera membawa NS ke RSUD Jampang Kulon pada Kamis (19/2) pagi agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pengakuan Korban Sebelum Meninggal Dunia
Selanjutnya, saat menjalani perawatan di rPada Kamis dini hari, ayah korban tiba di rumah dan langsung melihat sejumlah luka lecet tersebar di hampir seluruh tubuh anaknya.umah sakit, NS sempat mengaku bahwa ibu tirinya memaksanya meminum air panas. Tak lama kemudian, tepatnya pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, tim medis menyatakan NS meninggal dunia.
Temuan Luka Bakar dan Trauma Tumpul
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menjelaskan bahwa tim menemukan luka lecet pada wajah, leher, serta keempat anggota gerak korban. Lebih lanjut, tim medis mengidentifikasi luka tersebut mengarah pada luka bakar derajat 2A. Selain itu, petugas juga menemukan memar pada bagian bibir yang mengindikasikan adanya trauma akibat benda tumpul.
Hasil Autopsi Tunjukkan Penyakit Kronis
Akan tetapi, hasil autopsi justru menunjukkan adanya penyakit kronis pada paru-paru serta perbendungan pada sejumlah organ dalam. Dengan demikian, perbedaan temuan antara pemeriksaan luar dan autopsi tersebut kini menjadi fokus pendalaman penyidik.
Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian
Oleh sebab itu, hingga kini polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan masih melanjutkan proses penyelidikan secara menyeluruh.














