Polisi Ungkap Tragedi Warakas, Anak Racuni Keluarga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi police line (Foto: Getty Images/D-Keine)

Ilustrasi police line (Foto: Getty Images/D-Keine)

Jakarta , iNBrita.com – Polisi mengungkap penyebab kematian tiga orang satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penyidik memastikan anak tengah keluarga tersebut meracuni ketiga korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno mengatakan polisi menemukan satu anggota keluarga yang masih hidup saat kejadian. Korban berinisial AS atau S (22). Polisi lalu memeriksanya secara intensif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut penyidik menggelar penyelidikan sejak awal Januari. Polisi memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, serta melakukan uji laboratorium forensik dan toksikologi.

“Pada 4 Februari kami menerima hasil Puslabfor, pemeriksaan medis, dan analisis toksikologi,” kata Budi Hermanto, Jumat (6/2/2026).

Hasil pemeriksaan tersebut menguatkan dugaan tindak pidana. Polisi kemudian menetapkan S sebagai tersangka. Penyidik menilai tersangka sengaja meracuni tiga anggota keluarganya.

“Bukti dan keterangan saksi menunjukkan perbuatan dilakukan dengan sengaja,” ujar Budi.

Kasus ini terungkap pada Jumat (2/1) pagi. Warga menemukan tiga korban meninggal dunia di rumah kontrakan mereka. Korban terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya.

Salah satu anak korban menemukan jasad keluarganya saat pulang kerja. Sementara itu, satu anggota keluarga lain selamat dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit.

Sejak awal penyelidikan, polisi mencurigai unsur keracunan. Pemeriksaan forensik kemudian memastikan penyebab kematian para korban.

Polisi masih mendalami motif tersangka dan melengkapi berkas perkara.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (istimewa)

Uncategorized

Prabowo Dorong Pemerataan Kekayaan Ekonomi Indonesia

Jumat, 23 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi Puppy Merge, game penghasil uang dengan klaim saldo DANA.

Teknologi

Puppy Merge Game Penghasil Uang, Benarkah Saldo DANA Cair?

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:00 WIB

Foto: Pemandangan Pelabuhan Victoria yang diselimuti kabut laut di Hong Kong, Cina, 2 Maret 2025. (REUTERS/Tyrone Siu)

Uncategorized

Investor Global Serbu China, Dana Miliaran Dolar Mengalir Deras

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:00 WIB

Honda Jazz GE8 bekas masih diminati dengan harga Rp 95 juta hingga Rp 145 juta per Oktober 2026.

Teknologi

Harga Honda Jazz GE8 Bekas Oktober 2026 Terbaru

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:00 WIB

Fitch Ratings memperingatkan potensi dampak reklasifikasi MSCI terhadap rupiah, cadangan devisa, dan risiko kredit Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Fitch Peringatkan Risiko Pasar Saham Indonesia Akibat MSCI

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:00 WIB