SOLOK SELATAN, iNBrita.com — Longsor menimbun empat pendulang emas tradisional hingga meninggal dunia di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026) dini hari.
Keempat korban sedang mencari material yang mengandung emas di kawasan tebing ketika tanah dan bebatuan tiba-tiba runtuh. Rekan-rekan mereka langsung berusaha menolong, tetapi tebalnya timbunan material menghambat upaya penyelamatan.
Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa tebing yang runtuh langsung menimbun para pekerja yang berada di lokasi.
Sulitnya medan dan jauhnya lokasi dari permukiman turut menghambat proses evakuasi. Sesama penambang akhirnya mengeluarkan keempat korban dari timbunan sekitar pukul 05.00 WIB, kemudian membawa mereka ke rumah duka.
Tragedi ini terjadi ketika kepolisian terus menggencarkan penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Solok Selatan.
Andreanaldo menegaskan bahwa jajarannya terus menyasar lokasi-lokasi tambang ilegal meskipun menghadapi tantangan geografis. Polisi melakukan razia, membakar pondok yang digunakan untuk kegiatan tambang liar, serta menyita peralatan penambangan.
Hingga Oktober 2026, kepolisian telah merazia belasan titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas tambang emas ilegal.
Andreanaldo menegaskan bahwa kepolisian akan terus menindak para pelaku penambangan tanpa izin demi menegakkan hukum di wilayah Solok Selatan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya risiko keselamatan saat melakukan penambangan di kawasan tebing yang rawan longsor tanpa memperhatikan prosedur keselamatan kerja.
(eny)









