Jakarta Geser Tokyo Jadi Metropolitan Terpadat Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana kepadatan  penduduk ( Foto Pexels)

Ilustrasi suasana kepadatan penduduk ( Foto Pexels)

Jakarta , iNBrita.com – PBB menempatkan Jakarta sebagai kawasan metropolitan terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk. Dhaka menyusul di posisi kedua. Tokyo turun ke peringkat ketiga karena krisis populasi.

Pengamat perkotaan Elisa Sutanudjaja menilai data ini hanya menegaskan kondisi yang sudah terjadi. Ia menyebut masalah Jakarta makin berat, terutama kemacetan, polusi, dan banjir. Koordinasi Jabodetabek yang belum padu ikut memperburuk situasi.

Pemerintah mencoba mengurangi beban Jakarta lewat pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Namun, sejumlah pihak menilai IKN berisiko sepi jika tidak ditopang pertumbuhan ekonomi.

PBB juga mencatat lonjakan urbanisasi global. Pada 2025, 45 persen penduduk dunia hidup di kota. Jumlah megacity mencapai 33, dan 19 di antaranya berada di Asia. Kota seperti Kuala Lumpur dan Addis Ababa diprediksi menyusul pada 2050.

Kepala DESA PBB, Li Junhua, menegaskan bahwa urbanisasi dapat membuka peluang ekonomi dan iklim. Ia mendorong negara menyelaraskan kebijakan perumahan, transportasi, dan layanan publik agar kota berkembang lebih seimbang.

(ES*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemancing Jerman Tangkap Lele Raksasa, Samai Rekor Dunia
Hamza Abdelkarim Cetak Gol, Barcelona Buka Peluang Tim Utama
Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Palestina serta Reformasi Global
Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Pemancing Jerman Tangkap Lele Raksasa, Samai Rekor Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Hamza Abdelkarim Cetak Gol, Barcelona Buka Peluang Tim Utama

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Prabowo dan Sekjen PBB Bahas Palestina serta Reformasi Global

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Berita Terbaru

IDX Commodity 20 menjadi indeks acuan baru bagi investor saham komoditas.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IDX Commodity 20 Resmi Diluncurkan, Ini Daftar Sahamnya

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:00 WIB

 Ilustrasi perdagangan saham dan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rekomendasi Saham Hari Ini, IHSG Berpeluang Rebound Jumat

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS setelah investor merespons sinyal dovish The Fed.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp18.123, Ini Sentimen Penggerak Dolar

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 13.000 per gram pada Jumat (30/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 13.000

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:00 WIB