BMKG Catat Lima Siklon Tropis Masuk Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan dampak siklon tropis Senyar dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan dampak siklon tropis Senyar dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Jakarta, iNBrita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hanya lima siklon tropis yang mendekati atau memasuki wilayah Indonesia dalam 55 tahun terakhir. BMKG menegaskan, siklon Senyar memicu bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Ia menilai siklon tropis jarang terjadi di Indonesia, namun risikonya kini meningkat.

“Data lintasan selama 55 tahun menunjukkan lima siklon mendekati atau masuk Indonesia,” ujar Faisal.

BMKG mencatat siklon Vamei melanda Aceh pada 2001, disusul Cempaka, Seroja, Dahlia di selatan Jawa, dan Senyar sebagai yang terbaru.

Faisal menegaskan BMKG telah menyampaikan peringatan dini sebelum dampak Senyar meluas. Ia menjelaskan dua siklon di belahan bumi yang sama dapat saling menguatkan dan meningkatkan daya rusak.

BMKG memantau pergerakan Senyar yang masuk ke Aceh dan paling berdampak di Aceh Tamiang. Siklon kemudian memengaruhi pantai timur Sumatera Utara, bergerak ke Malaysia, dan melemah setelah bergabung dengan siklon Koto.

Faisal menambahkan, Senyar memicu hujan ekstrem hingga sangat ekstrem di Aceh selama dua hingga tiga hari. Intensitas hujan di wilayah itu lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Ke depan, BMKG akan memperkuat mitigasi bencana melalui peringatan dini dan peningkatan penyebaran informasi kepada masyarakat.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar
Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU
Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik
Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026
Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting
Mutasi Mendadak! Nanang Haryono Kini Jabat Dirpolairud Jambi
Kemenperin Dukung Konsolidasi Tekstil Nasional Lewat BUMN
244 Titik Panas Karhutla Terdeteksi, Turun 77,5 Persen
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting

Berita Terbaru

Foto sertifikat tanah milik almarhumah Sri Anteng Rahayu .

SUNGAI PENUH

Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

 Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB

BEI menyiapkan klarifikasi dengan MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.(Foto : liputan6.com)

Ekonomi

BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi warga menggunakan masker di tengah kabut asap akibat karhutla.( Foto AI Inbrita)

Kesehatan

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB