Indonesia Pertahankan Posisi Strategis Ekspor Minyak Kelapa

Nilai ekspor melonjak meski volume pengiriman menurun sepanjang 2025.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi minyak kelapa.(FREEPIK/JCOMP)

Ilustrasi minyak kelapa.(FREEPIK/JCOMP)

Jakarta, iNBrita.com  – Industri minyak kelapa Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang solid di tengah tekanan pasokan dan dinamika pasar global. Meski eksportir mengirimkan volume yang lebih rendah sepanjang 2025, mereka berhasil mencatat lonjakan nilai ekspor yang signifikan.

Harga Global Dongkrak Nilai Ekspor Minyak Kelapa

Indonesia Eximbank Institute (IEB Institute) mencatat kenaikan harga minyak kelapa dunia sebagai faktor utama yang mendorong peningkatan nilai ekspor. Selain itu, keterbatasan pasokan bahan baku di berbagai negara produsen turut mengerek harga komoditas tersebut di pasar internasional.

Kepala Indonesia Eximbank Institute, Rini Satriani, mengatakan Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai eksportir minyak kelapa terbesar kedua di dunia, baik untuk minyak kelapa mentah maupun minyak kelapa olahan. Dengan capaian tersebut, Indonesia terus memainkan peran penting dalam perdagangan minyak kelapa global.

Menurut Rini, fenomena El Nino menekan produksi kelapa dalam negeri sehingga sejumlah pabrik mengurangi kapasitas operasionalnya. Di saat yang sama, pasokan bahan baku yang terbatas membuat harga minyak kelapa terus bergerak naik.

Indonesia Kuasai 22 Persen Pasar Dunia

Data IEB Institute menunjukkan Indonesia menguasai sekitar 22 persen pangsa pasar minyak kelapa dunia pada 2025. Sementara itu, Filipina memimpin pasar global dengan pangsa sekitar 49 persen.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, eksportir Indonesia mengirimkan minyak kelapa dalam volume sekitar 18 persen lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, mereka tetap membukukan kenaikan nilai ekspor lebih dari 43 persen berkat tingginya harga jual di pasar internasional.

Ekspor Menyebar ke Lebih dari 90 Negara

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Pelaku usaha berhasil memperluas jangkauan pemasaran sehingga minyak kelapa Indonesia kini hadir di lebih dari 90 negara.

Karena memiliki pasar yang beragam, eksportir Indonesia tidak bergantung pada satu atau dua negara tujuan saja. Kondisi ini membantu industri menjaga stabilitas ekspor ketika terjadi perubahan permintaan di pasar tertentu.

Belanda, China, Malaysia, Filipina, dan Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor minyak kelapa Indonesia. Selain negara-negara tersebut, eksportir juga mulai membidik pasar nontradisional yang menunjukkan minat tinggi terhadap produk berkelanjutan.

Permintaan Produk Turunan Kelapa Terus Meningkat

Sejalan dengan tren gaya hidup sehat, konsumen global terus meningkatkan permintaan minyak kelapa murni. Mereka memanfaatkan produk ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari industri pangan hingga kosmetik dan kesehatan.

Bahkan, semakin banyak produsen internasional yang menggunakan bahan alami dalam produk mereka. Oleh sebab itu, permintaan terhadap produk turunan kelapa terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Uni Eropa Jadi Pasar Potensial

Rini menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pangsa pasar ekspor. Terlebih lagi, Indonesia termasuk salah satu produsen kelapa terbesar di dunia yang memiliki sumber daya melimpah untuk mendukung kebutuhan industri.

Kawasan Uni Eropa menjadi salah satu pasar yang menjanjikan. Pasalnya, negara-negara di kawasan tersebut terus meningkatkan permintaan terhadap produk yang memenuhi prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Proyeksi Ekspor 2026 Masih Positif

Untuk 2026, IEB Institute memperkirakan nilai ekspor minyak kelapa Indonesia masih tumbuh sekitar 9 persen. Meski demikian, pertumbuhan tersebut kemungkinan berlangsung lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemulihan produksi di negara pesaing, terutama Filipina, berpotensi meningkatkan pasokan global. Selain itu, harga kelapa dunia diperkirakan bergerak menuju tingkat yang lebih normal setelah mengalami kenaikan tajam.

Tantangan Industri: Kebun Tua dan Pasokan Bahan Baku

Meskipun prospek ekspor masih positif, industri minyak kelapa nasional tetap menghadapi sejumlah tantangan. Banyak petani masih mengelola tanaman kelapa yang sudah tua sehingga produktivitas kebun belum optimal.

Tidak hanya itu, cuaca ekstrem dan meningkatnya ekspor kelapa bulat juga berpotensi mengurangi pasokan bahan baku bagi industri pengolahan dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu mempercepat berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor ini.

Pemerintah Percepat Peremajaan dan Hilirisasi Kelapa

Pemerintah telah menjalankan program peremajaan kebun kelapa seluas sekitar 44.900 hektare pada 2024. Selanjutnya, pemerintah menargetkan perluasan program tersebut hingga ratusan ribu hektare pada periode 2026-2027.

Selain mempercepat peremajaan kebun, pemerintah juga mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa. Dengan langkah tersebut, Indonesia dapat menjaga pasokan bahan baku, memperkuat daya saing industri, serta meningkatkan kontribusi minyak kelapa terhadap kinerja ekspor nasional di masa depan.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta
IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS
IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia
Harga Emas Antam Naik, Emas Dunia Tertekan
Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%
BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:00 WIB

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB