Cara Menanam Adenium Untung Besar Bagi Pemula

Panduan lengkap budidaya kamboja Jepang agar cepat tumbuh, rajin berbunga, dan bernilai jual tinggi.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adenium berbunga indah dengan bonggol unik untuk bisnis tanaman hias. ( Foto Pexels )

Adenium berbunga indah dengan bonggol unik untuk bisnis tanaman hias. ( Foto Pexels )

Adenium Kembali Jadi Primadona: Peluang Bisnis dan Cara Budidaya yang Menguntungkan

Jakarta, iNBrita.com — Tanaman adenium atau kamboja Jepang kembali menarik perhatian para pecinta tanaman hias di Indonesia. Selain itu, masyarakat semakin melirik tanaman ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan di tengah meningkatnya tren tanaman hias.

Seiring berjalannya waktu, pasar terus menunjukkan pertumbuhan. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha mulai mengembangkan budidaya tanaman ini secara lebih serius dan terarah.

Permintaan Pasar Terus Menguat

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan adenium terus meningkat, terutama melalui platform digital dan marketplace. Dengan demikian, pasar tanaman hias tidak hanya berkembang secara offline, tetapi juga tumbuh pesat secara online.

Selain itu, memiliki bentuk bonggol unik dan bunga berwarna cerah yang menarik minat pembeli. Bahkan, kolektor tanaman rela mengeluarkan biaya tinggi untuk mendapatkan varietas tertentu.

Oleh karena itu, pelaku usaha tanaman hias semakin aktif menjadikan adenium sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Jenis Adenium yang Banyak Dibudidayakan

Lebih lanjut, pembudidaya banyak memilih beberapa jenis adenium karena nilai jualnya tinggi dan permintaan pasar stabil.

Adenium Arabicum

Adenium arabicum memiliki bonggol besar dan kuat. Tanaman ini juga tahan terhadap cuaca panas sehingga petani mudah membudidayakannya di wilayah tropis.

Karena karakter tersebut, banyak petani memilih jenis ini untuk membentuk bonsai bernilai tinggi.

Adenium Obesum

Sementara itu, adenium obesum menjadi jenis paling populer di pasaran. Jenis ini menghasilkan bunga dengan warna yang sangat beragam.

Selain itu, beberapa varietas menghasilkan bunga tumpuk seperti mawar sehingga meningkatkan nilai estetika dan daya jualnya.

Syarat Tumbuh Adenium agar Optimal

Agar  tumbuh optimal, petani perlu memperhatikan beberapa faktor penting.

Pertama, tanaman membutuhkan sinar matahari penuh. Selanjutnya, petani harus memastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang.

Selain itu, tumbuh baik pada pH tanah 5,5 hingga 6,5. Tanaman ini juga berkembang optimal pada suhu 15°C hingga 45°C.

Di samping itu, petani perlu menjaga sirkulasi udara agar tanaman tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Teknik Perbanyakan Adenium

Petani mengembangkan adenium melalui dua metode utama, yaitu generatif dan vegetatif.

Perbanyakan dari Biji

Petani memilih biji dari indukan unggul, lalu membersihkannya dan menyemainya pada media tanam yang sesuai.

Metode ini menghasilkan bonggol besar dan akar kuat. Namun demikian, tanaman membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh.

Perbanyakan Stek Batang

Di sisi lain, petani juga menggunakan metode stek batang karena prosesnya lebih cepat. Metode ini juga menghasilkan tanaman yang sama dengan induknya.

Namun, metode ini tidak menghasilkan bonggol sebesar tanaman dari biji.

Cara Menanam Adenium

Menanam dari Biji

Petani menyiapkan media semai yang porous dan gembur. Setelah itu, petani menebar biji secara merata di atas media.

Kemudian, petani meletakkan semaian di tempat teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung. Selanjutnya, petani menyiram bibit secara rutin pada pagi dan sore hari.

Biasanya, biji mulai berkecambah dalam waktu 1–2 minggu.

Menanam dari Stek

Petani memotong batang sehat sepanjang 20–25 cm. Setelah itu, petani menghilangkan daun sebelum menanam batang ke media tanam. Kemudian, petani menyiram secukupnya dan meletakkan tanaman di tempat teduh hingga akar mulai tumbuh.

Petani menggunakan campuran tanah gembur, pasir, dan bahan organik untuk menciptakan media tanam yang porous.

Dengan cara ini, petani mencegah pembusukan akar dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Perawatan Adenium agar Rajin Berbunga

Penyiraman Teratur

Petani menyiram adenium setiap 1–2 hari sekali. Namun, mereka menyesuaikan penyiraman dengan kondisi cuaca agar tanaman tidak kelebihan air.

Pemupukan Seimbang

Petani memberikan pupuk sesuai fase pertumbuhan. Pada fase vegetatif, petani menggunakan pupuk dengan nitrogen tinggi. Sementara itu, pada fase pembungaan, petani meningkatkan unsur fosfor.

Dengan strategi ini, petani berhasil meningkatkan kualitas dan warna bunga.

Petani membentuk bonggol adenium sejak usia muda. Mereka menggunakan kawat untuk mengarahkan bentuk bonggol agar terlihat lebih artistik.

Dengan teknik ini, petani berhasil meningkatkan nilai jual tanaman secara signifikan.

Hama dan Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Petani tetap mewaspadai serangan hama dan penyakit seperti:

  • Jamur pada daun
  • Ulat daun
  • Thrips
  • Kutu daun

Untuk mengatasinya, petani menjaga sirkulasi udara dan mengontrol kelembapan agar tanaman tetap sehat.

Kesimpulan

Adenium terbukti memiliki potensi bisnis yang besar di sektor tanaman hias. Dengan perawatan yang tepat, petani dapat menghasilkan tanaman yang sehat, berbunga indah, dan bernilai jual tinggi.

Oleh karena itu, banyak pelaku usaha kini semakin aktif mengembangkan adenium sebagai komoditas unggulan yang menguntungkan.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam
7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga
Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat
8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif
Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah
Cara Aman Gunakan Wi-Fi Hotel Tanpa Risiko
Lima Kepala SMPN Sungai Penuh Diganti, Ini Namanya
Beasiswa BeZakat 2026 Diperpanjang, Cek Syaratnya Sekarang
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:00 WIB

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:00 WIB

7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:00 WIB

8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif

Selasa, 29 September 2026 - 23:00 WIB

Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB