Harga HP dan Laptop Naik Akibat Ledakan AI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi HP  (pexels.com/Andrey Matveev)

Ilustrasi HP (pexels.com/Andrey Matveev)

Harga HP dan Laptop Berpotensi Naik, Krisis Chip Memori Diperkirakan Berlangsung hingga 2030

Jakarta, iNBrita.com  – Konsumen yang berencana membeli ponsel atau laptop baru sebaiknya tidak menunda terlalu lama. Pasalnya, industri teknologi global saat ini menghadapi tekanan besar akibat keterbatasan pasokan chip memori, sementara kebutuhan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) terus meningkat.

Selain itu, kondisi tersebut mulai mendorong kenaikan harga berbagai perangkat elektronik. Sejumlah produsen smartphone dan laptop telah menyesuaikan harga sejak akhir 2025, dan tren kenaikan diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Bahkan, produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, memprediksi ketatnya pasokan chip memori akan bertahan hingga akhir dekade ini. Prediksi tersebut menunjukkan bahwa industri teknologi masih harus menghadapi tantangan pasokan dalam jangka panjang.

Ledakan AI Ubah Peta Industri Chip

Sementara itu, CEO Nothing, Carl Pei, juga menyampaikan peringatan serupa. Melalui unggahan di media sosial, ia menyarankan konsumen untuk tidak menunda pembelian smartphone karena biaya komponen terus meningkat akibat lonjakan kebutuhan industri AI.

Menurut Pei, era penurunan harga komponen smartphone dari tahun ke tahun kini telah berakhir. Sejalan dengan itu, perusahaan teknologi yang mengoperasikan pusat data AI berskala besar terus mengamankan kapasitas produksi chip jauh-jauh hari untuk memenuhi kebutuhan komputasi mereka.

Lebih lanjut, Pei menjelaskan bahwa industri AI kini menggunakan chip memori yang sebelumnya banyak terserap oleh pasar smartphone. Akibatnya, produsen chip mengalihkan lebih banyak kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan sektor AI.

Kondisi tersebut memaksa banyak vendor smartphone mengambil langkah penyesuaian. Oleh karena itu, sebagian produsen menaikkan harga jual perangkat, sedangkan produsen lainnya mengurangi spesifikasi produk untuk menekan biaya produksi.

Harga Smartphone Berpotensi Melonjak

Pei memperkirakan beberapa produsen dapat menaikkan harga perangkat hingga lebih dari 30 persen. Ia juga menilai segmen smartphone entry-level dan menengah akan menghadapi tekanan paling besar karena produsen memiliki ruang keuntungan yang lebih terbatas pada kategori tersebut.

Di sisi lain, Nothing juga berencana menyesuaikan harga pada sejumlah lini produknya. Perusahaan itu mengambil langkah tersebut untuk mengimbangi kenaikan biaya komponen sekaligus mendukung pengembangan perangkat baru.

Menurut berbagai proyeksi industri, produsen tidak hanya menghadapi kenaikan biaya chip memori, tetapi juga meningkatnya biaya produksi komponen pendukung lainnya. Karena itu, konsumen kemungkinan akan melihat lebih banyak penyesuaian harga pada perangkat baru yang meluncur dalam beberapa tahun mendatang.

Industri Gim Ikut Terdampak

Tak hanya itu, industri gim juga mulai merasakan dampak kelangkaan chip memori. Valve sempat mengalami keterbatasan stok Steam Deck sebelum kembali memasarkannya dengan harga yang lebih tinggi.

Sementara itu, sejumlah pengembang perangkat keras gim menunda beberapa proyek karena keterbatasan pasokan RAM. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa produsen dapat menaikkan harga Nintendo Switch 2 dan menunda peluncuran PlayStation 6.

Selain konsol gim, keterbatasan chip memori juga berpotensi memengaruhi berbagai perangkat elektronik lain yang membutuhkan kapasitas memori besar untuk menjalankan fitur berbasis AI.

Proyeksi Harga Perangkat pada 2026

Meski demikian, permintaan perangkat teknologi tetap menunjukkan tren positif. Di tengah kondisi tersebut, TrendForce memperkirakan harga laptop sepanjang 2026 akan naik sekitar 15 persen. Lembaga riset pasar itu juga memprediksi harga smartphone akan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, konsumen kemungkinan harus menyiapkan anggaran yang lebih besar untuk membeli perangkat elektronik dalam beberapa tahun ke depan. Selama industri AI terus meningkatkan kebutuhan chip memori dan produsen belum mampu menambah kapasitas produksi secara signifikan, harga perangkat teknologi berpotensi terus bergerak naik.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Sparepart Mobil Makin Sengit, Pedagang Tertekan
Cara Melacak HP Android Hilang dengan Find Hub
Alasan Wajib Matikan Mesin Saat Isi BBM
Aplikasi DANA Kaget Hari Ini, Klaim Saldo Gratis
Yamaha R15 V4 Quickshifter Dapat Dua Warna Baru
20 Mobil Hybrid Terlaris Indonesia, Penjualan Naik 43 Persen
Honda CBR600RR Terbaru: Harga, Spesifikasi, Fitur Lengkap
iOS 27 Resmi Hadir di Indonesia, Ini Fitur Terbarunya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:00 WIB

Harga Sparepart Mobil Makin Sengit, Pedagang Tertekan

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Cara Melacak HP Android Hilang dengan Find Hub

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

Alasan Wajib Matikan Mesin Saat Isi BBM

Senin, 21 September 2026 - 02:00 WIB

Aplikasi DANA Kaget Hari Ini, Klaim Saldo Gratis

Minggu, 20 September 2026 - 23:00 WIB

Yamaha R15 V4 Quickshifter Dapat Dua Warna Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi bantuan pangan pemerintah berupa beras dan MinyaKita untuk penerima bansos 2026.

Uncategorized

Cek NIK Bansos 2026, Ini Jatah Beras MinyaKita

Selasa, 29 Sep 2026 - 07:00 WIB

Beruang hitam muncul di sungai Muara Enim (Foto: Istimewa/Polres Muara Enim)

Nasional

Beruang Hitam Muncul di Muara Enim, BKSDA Bertindak

Selasa, 29 Sep 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi uang rupiah (Foto Pexels)

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.954 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Selasa, 29 Sep 2026 - 05:00 WIB

Foto: Robot humanoid Tiangong Ultra dalam ajang Humanoid Robot Half Marathon di Beijing, China, 19 April 2026. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Internasional

China Makin Diminati untuk Wisata Teknologi dan Industri

Selasa, 29 Sep 2026 - 04:00 WIB

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie memberi keterangan ke wartawan usai menonton film di Jakarta, Minggu (27/9/2026) malam. (Sumber: Kompas TV)

Nasional

Grace Natalie Ungkap Jabatan Jokowi di Struktur PSI

Selasa, 29 Sep 2026 - 03:00 WIB