Rupiah Menguat Hari Ini, Simak Prediksi Pekan Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rupiah dan dolar AS yang menggambarkan pergerakan nilai tukar mata uang.(Foto : The Fed/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ilustrasi rupiah dan dolar AS yang menggambarkan pergerakan nilai tukar mata uang.(Foto : The Fed/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Jakarta, iNBrita.com – Nilai tukar rupiah menguat pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (25/9/2026). Rupiah menguat meski pasar sempat menekan mata uang Garuda sepanjang sesi perdagangan.

Pasar masih mencermati sejumlah sentimen global. Perkembangan konflik Amerika Serikat (AS)-Iran, harga minyak dunia, dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian utama.

Rupiah Menguat 13 Poin

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah menguat 13 poin pada perdagangan Jumat.

Rupiah menutup perdagangan di level Rp17.903 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah sempat melemah hingga 30 poin.

“Pada perdagangan pasar akhir pekan, mata uang rupiah ditutup menguat 13 point sebelumnya sempat melemah 30 point di level Rp17.903 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.916,” ujar Ibrahim, Jumat (25/9/2026).

Konflik Timur Tengah Tekan Pasar

Pasar terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Negosiator AS dan Iran kini menjajaki jalan keluar secara bertahap.

Kedua negara juga membahas kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz. Selain itu, mereka membahas pencabutan blokade ekonomi terhadap Iran.

Arab Saudi juga berhasil mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi Yaman. Kelompok tersebut mendapat dukungan dari Iran.

Pasar memperhatikan perkembangan tersebut karena kawasan Timur Tengah memegang peran penting dalam perdagangan dan pasokan energi dunia.

Data Ekonomi AS Jadi Perhatian

Amerika Serikat juga memberikan sentimen baru bagi pasar keuangan. Data PMI Komposit S&P Global AS pada September mencapai 58,4.

Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam lima tahun.

Selain itu, jumlah klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 197.000 pada pekan yang berakhir 19 September. Angka tersebut berada di bawah perkiraan pasar sebesar 201.000.

Data ekonomi AS yang kuat membuat pasar kembali memperhatikan kebijakan The Fed.

Sejumlah pejabat The Fed juga membuka peluang kenaikan suku bunga. Mereka mempertimbangkan langkah tersebut jika inflasi masih berada di atas target.

Pemerintah Redam Tekanan Rupiah

Dari dalam negeri, pemerintah terus mencermati kenaikan harga minyak dunia. Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia kemudian memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Pemerintah menggunakan kebijakan tersebut untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertama, pemerintah mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah memadukan instrumen fiskal dan moneter untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kedua, pemerintah memperkuat sektor eksternal. Langkah ini bertujuan menjaga perdagangan dan aliran modal asing dari potensi gejolak global.

Ketiga, pemerintah mengelola likuiditas perekonomian. Memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan sektor riil.

Juga merespons persaingan perebutan dana yang dapat meningkatkan biaya dana atau cost of fund.

Pemerintah Perkuat Pengendalian Inflasi

Pemerintah juga memperkuat pengendalian inflasi. Pemeningkatkan koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).

Selain itu, pemerintah terus memperdalam pasar keuangan. Langkah tersebut bertujuan memperlancar transmisi kebijakan dan memperluas sumber pembiayaan ekonomi.

Rupiah Diprediksi Masih Fluktuatif

Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (28/9/2026).

Ia memperkirakan rupiah akan melemah dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp17.950 per dolar AS.

“Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.900 – Rp17.950. Sedangkan untuk perdagangan pekan depan di range Rp17.800 – Rp18.100,” jelas Ibrahim.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Desil Tak Sesuai, Bansos Warga Ikut Terhenti
Krisis Energi Eropa Makin Parah, Harga BBM Melonjak
OJK Dorong Dana Pensiun Perkuat Ekonomi Nasional
KUR BRI Tawarkan Modal Usaha hingga Tenor 60 Bulan
Harga Emas Antam Turun Rp25.000 Hari Ini
Cara Ajukan DANA Cicil, Cek Bunga dan Limit
Maksimal Pembelian Tabungan Emas Pegadaian per Hari
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 15:00 WIB

Data Desil Tak Sesuai, Bansos Warga Ikut Terhenti

Sabtu, 26 September 2026 - 03:00 WIB

Krisis Energi Eropa Makin Parah, Harga BBM Melonjak

Jumat, 25 September 2026 - 23:00 WIB

OJK Dorong Dana Pensiun Perkuat Ekonomi Nasional

Jumat, 25 September 2026 - 19:00 WIB

KUR BRI Tawarkan Modal Usaha hingga Tenor 60 Bulan

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIB

Rupiah Menguat Hari Ini, Simak Prediksi Pekan Depan

Berita Terbaru

Wali Kota Sungai Penuh Alfin meninjau progres pembangunan Pasar Beringin Jaya.

SUNGAI PENUH

Alfin Kawal Penyelesaian Pembangunan Pasar Beringin Jaya

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:00 WIB

Polisi mengamankan pelaku pencurian rumah kosong. ( Foto ilutrasi AI)

Nasional

Pencuri Rumah Kosong Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:00 WIB

Putra bungsu tokoh proklamator RI Sukarno, Muhammad Guruh Irianto Sukarnoputra. (AFP/OEDAY ABDULLAH)

Kesehatan

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Pernah Jalani Perawatan Jantung

Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:00 WIB

Warga mengadukan ketidaksesuaian data desil yang berdampak pada bantuan sosial.  foto: Ilustrasi AI / ChatGPT

Ekonomi

Data Desil Tak Sesuai, Bansos Warga Ikut Terhenti

Sabtu, 26 Sep 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi Harvest Moon (Foto: REUTERS/Darrin Zammit Lupi)

Internasional

Harvest Moon 26 September 2026, Ini Jadwal dan Waktunya

Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:00 WIB