Banggar Pangkas Subsidi Energi RAPBN 2027 Jadi Rp261,5 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyampaikan hasil pembahasan RAPBN 2027 dalam rapat bersama sejumlah menteri di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.(Foto : Dok. Istimewa/kompas.com)

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyampaikan hasil pembahasan RAPBN 2027 dalam rapat bersama sejumlah menteri di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.(Foto : Dok. Istimewa/kompas.com)

Jakarta, iNBrita.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati alokasi subsidi energi dalam RAPBN 2027 sebesar Rp 261,5 triliun.

Angka tersebut turun Rp 11,44 triliun dari usulan awal pemerintah sebesar Rp 272,95 triliun.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, Panitia Kerja (Panja) Asumsi Dasar Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan telah membahas angka tersebut.

“Alokasi subsidi energi sebesar Rp 261.502,2 miliar, lebih rendah Rp 11.443,2 miliar dari usulan RAPBN 2027, sebesar Rp 272.945,3 miliar,” kata Said dalam rapat kerja bersama sejumlah menteri di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Subsidi BBM dan LPG Capai Rp 131,39 Triliun

Dari total subsidi tersebut, Banggar mengalokasikan Rp 131,39 triliun untuk subsidi BBM dan LPG tabung 3 kilogram.

Anggaran itu mencakup subsidi BBM tertentu sebesar Rp 28,38 triliun dan subsidi LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp 103,05 triliun.

Banggar juga menetapkan subsidi listrik sebesar Rp 130,18 triliun. Anggaran tersebut mencakup subsidi tahun berjalan sebesar Rp 117,84 triliun dan pembayaran kurang bayar tahun 2025 sebesar Rp 12,26 triliun.

Untuk volume BBM, Banggar menetapkan alokasi sebesar 19,561 juta kiloliter. Jumlah itu terdiri atas 561 ribu kiloliter minyak tanah dan 19 juta kiloliter minyak solar.

Banggar juga menetapkan volume LPG tabung 3 kilogram sebesar 8 juta ton. Sementara itu, pemerintah menetapkan subsidi tetap minyak solar sebesar Rp 1.000 per liter.

Banggar Tetapkan Asumsi Ekonomi Makro

Selain subsidi energi, Banggar DPR RI menyepakati sejumlah asumsi ekonomi makro untuk RAPBN 2027.

Banggar menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan inflasi sebesar 2,5 persen. Banggar juga menetapkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 17.500 per dolar AS.

Sementara itu, pemerintah dan Banggar menetapkan tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 6,9 persen.

Banggar menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau ICP sebesar 75 dolar AS per barel. Banggar juga menargetkan lifting minyak bumi sebesar 612,5 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Pemerintah Targetkan Kemiskinan Turun

Juga menargetkan tingkat kemiskinan berada pada kisaran 6-6,5 persen. Pemerintah juga menargetkan kemiskinan ekstrem berada pada kisaran 0-0,5 persen.

Selain itu, pemerintah menargetkan rasio Gini berada pada kisaran 0,360-0,365. Pemerintah juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4-4,87 persen.

Pemerintah menargetkan penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 2,57 juta hingga 3,49 juta orang.

Pendapatan Negara Capai Rp 3.435,1 Triliun

Dalam postur RAPBN 2027 yang telah disepakati, Banggar menetapkan pendapatan negara sebesar Rp 3.435,1 triliun.

Angka tersebut naik Rp 9,07 triliun dari usulan awal pemerintah sebesar Rp 3.426,03 triliun.

Banggar menargetkan penerimaan perpajakan sebesar Rp 2.911,95 triliun. Target tersebut terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp 2.593,35 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 318,6 triliun.

Sementara itu, Banggar menetapkan belanja negara sebesar Rp 4.106,26 triliun.

Dengan postur tersebut, pemerintah mencatat defisit anggaran sebesar Rp 671,16 triliun atau 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Kritis, Hasto Sampaikan Permohonan Doa
Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Singapura
Penelitian Terbaru Ungkap Jejak Harimau Jawa di Sukabumi
Ibu Hamil Melahirkan di KRL, Petugas Bergerak Cepat
Bupati Gowa Belum Ditahan, Polisi Beri Penjelasan
Jenazah dari Krakatau Ditemukan di Enggano, Ini Penjelasannya
Pemerintah Anggarkan Rp3,8 Triliun Untuk Rekening Gratis
Ubed Bawa Indonesia Raih Emas Asian Games 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 04:00 WIB

Banggar Pangkas Subsidi Energi RAPBN 2027 Jadi Rp261,5 Triliun

Sabtu, 26 September 2026 - 02:00 WIB

Guruh Soekarnoputra Kritis, Hasto Sampaikan Permohonan Doa

Sabtu, 26 September 2026 - 01:00 WIB

Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Singapura

Sabtu, 26 September 2026 - 00:00 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Jejak Harimau Jawa di Sukabumi

Jumat, 25 September 2026 - 22:00 WIB

Ibu Hamil Melahirkan di KRL, Petugas Bergerak Cepat

Berita Terbaru

Krisis energi Eropa semakin meningkat seiring kenaikan harga bahan bakar dan ketegangan geopolitik.(Foto : Ilustrasi nozzle pengisian bensin SPBU Shell)

Ekonomi

Krisis Energi Eropa Makin Parah, Harga BBM Melonjak

Sabtu, 26 Sep 2026 - 03:00 WIB

Putra bungsu tokoh proklamator RI Sukarno, Muhammad Guruh Irianto Sukarnoputra. (AFP/OEDAY ABDULLAH)

Nasional

Guruh Soekarnoputra Kritis, Hasto Sampaikan Permohonan Doa

Sabtu, 26 Sep 2026 - 02:00 WIB

Ole Romeny mencetak gol Timnas Indonesia. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Singapura

Sabtu, 26 Sep 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi seekor Harimau Jawa menjelajah hutan tropis yang lebat di kawasan Sukabumi, Jawa Barat.

Nasional

Penelitian Terbaru Ungkap Jejak Harimau Jawa di Sukabumi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 00:00 WIB