Jakarta, iNBrita.com — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperpanjang operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 selama tujuh hari. Tim SAR gabungan mengambil keputusan tersebut setelah memasuki hari ke-14 pencarian dan masih mencari puluhan korban yang belum ditemukan.
Tim SAR Masih Mencari 71 Korban KM Virgo
Hingga Sabtu malam, 26 September 2026, tim SAR gabungan telah menemukan 172 korban korban KM Virgo Petugas menyelamatkan 108 orang dan menemukan 64 korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, tim masih mencari 71 orang yang belum ditemukan.
Direktur Operasi Basarnas RI Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, tim akan melanjutkan pencarian selama tujuh hari. Basarnas juga akan mengevaluasi perkembangan operasi setiap tiga hari untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
“Operasi memasuki hari ke-14. Kami memutuskan memperpanjang operasi selama tujuh hari ke depan dan akan melakukan evaluasi setiap tiga hari,” kata Yudhi di Jakarta, Sabtu malam.
Tim SAR gabungan juga menduga masih ada korban yang berada di dalam badan kapal. Karena itu, petugas terus menyisir sejumlah bagian kapal dan area sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban yang masih hilang.
TNI AL Periksa Kondisi 45 Penyelam
Selain mencari korban, TNI Angkatan Laut memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan para penyelam yang terlibat dalam operasi. Sebanyak 45 penyelam dari tim SAR gabungan telah menjalankan pencarian selama sekitar dua pekan.
Para penyelam melakukan tugas hingga kedalaman sekitar 20 meter. Kondisi tersebut membuat tubuh mereka menghadapi perubahan tekanan selama berada di bawah permukaan air.
Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan, TNI AL menghadirkan dokter hiperbarik untuk memeriksa kondisi para penyelam. TNI AL juga menyiapkan fasilitas chamber hiperbarik untuk membantu proses pemulihan.
“Kita menghadirkan dokter hiperbarik dan nantinya akan ada chamber atau treatment hiperbarik bagi para penyelam,” ujar Galih.
Tim Medis Pantau Risiko Gangguan Tekanan
Tim medis akan memantau kondisi para penyelam untuk mengantisipasi gangguan akibat perubahan tekanan. Kondisi tersebut dapat memicu sejumlah gejala, seperti kemerahan pada kulit, nyeri sendi, hingga risiko kelumpuhan.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan pencarian selama masa perpanjangan operasi. Tim juga memastikan para penyelam mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan setelah menjalankan tugas di bawah laut.
(*)









