Chery Tiggo 8 CSH Tempuh 452 Km, BBM 1,6 Liter

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chery Tiggo 8 CSH saat menjalani pengujian efisiensi perjalanan Jakarta-Semarang sejauh 452 km.(Foto : KOMPAS.com)

Chery Tiggo 8 CSH saat menjalani pengujian efisiensi perjalanan Jakarta-Semarang sejauh 452 km.(Foto : KOMPAS.com)

Jakarta, iNBrita.com – Chery Tiggo 8 CSH membuktikan kemampuan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Mobil SUV keluarga tersebut menjalani pengujian perjalanan dari Jakarta menuju Semarang dengan jarak mencapai 452 kilometer (km).

Pengujian ini menjadi bagian dari Kompas Otomotif Challenge (KOC). Tantangannya cukup menarik. Tiggo 8 CSH harus menempuh perjalanan sekitar 450 km tanpa menghabiskan BBM lebih dari 5 liter.

Selain itu, pengemudi tetap boleh mengisi daya baterai di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia di sejumlah rest area.

Baterai Tiggo 8 CSH Terisi 97 Persen

Perjalanan dimulai dari Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat.

Saat berangkat, baterai Tiggo 8 CSH berada di level 97 persen. Tangki BBM juga sudah terisi penuh menggunakan bensin RON 92.

Setelah mereset trip meter, tim langsung mengarahkan mobil menuju Gerbang Tol Dalam Kota.

Mobil membawa dua orang dewasa serta barang dengan total bobot sekitar 235 kilogram. Kondisi lalu lintas pagi itu cukup ramai karena bertepatan dengan jam kerja.

Namun, arus kendaraan masih berjalan lancar.

Tim kemudian memilih mode berkendara Eco dengan power mode EV+. Pilihan tersebut bertujuan memaksimalkan penggunaan energi dari baterai.

Mode EV+ membuat sistem mengutamakan tenaga listrik hingga kapasitas baterai turun ke level tertentu sebelum mesin bensin membantu menggerakkan kendaraan.

Kapasitas Baterai Capai 18,3 kWh

Chery membekali Tiggo 8 CSH dengan baterai berkapasitas 18,3 kWh.

Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan baterai yang umumnya digunakan mobil hybrid konvensional.

Dengan baterai tersebut, Tiggo 8 CSH secara teori mampu menempuh sekitar 90-100 km menggunakan tenaga listrik penuh.

Sementara itu, jarak tempuh gabungan antara tenaga listrik dan mesin bensin dapat mencapai sekitar 1.300 km.

Hasil pengujian awal bahkan menunjukkan kemampuan berkendara listrik yang cukup panjang.

Setelah menempuh sekitar 115 km hingga pemberhentian pertama di kawasan Cipali, mesin bensin belum bekerja sama sekali.

Indikator BBM juga belum menunjukkan adanya pengurangan.

Hasil tersebut tidak hanya berasal dari teknologi PHEV. Gaya berkendara juga ikut memengaruhi efisiensi.

Tim menerapkan pola eco driving, tetapi tetap mengikuti batas kecepatan di jalan tol.

Kecepatan kendaraan berada di kisaran 80-100 kilometer per jam. Pengemudi juga tetap menggunakan AC secara normal.

Pengisian Daya Pertama Habiskan Rp51.684

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, tim melakukan pengisian baterai di pemberhentian pertama.

Proses pengisian tersebut menghabiskan biaya Rp51.684.

Setelah baterai kembali penuh, perjalanan menuju pemberhentian berikutnya dilanjutkan.

Kondisi lalu lintas di sejumlah ruas Tol Cipali kemudian berubah. Penyempitan jalan akibat pekerjaan membuat arus kendaraan menjadi lebih padat.

Kemacetan tersebut membuat waktu perjalanan bertambah. Kondisi ini juga memengaruhi konsumsi energi baterai.

Saat kendaraan bergerak lancar, sistem bisa mendapatkan kembali energi melalui proses regenerasi ketika pengemudi melakukan deselerasi atau pengereman.

Namun, kemacetan membuat pola pergerakan kendaraan berubah.

Pengisian Kedua Hanya Rp44.758

Tim kembali mengisi daya di pemberhentian kedua.

Saat tiba, baterai masih berada di atas 24 persen. Karena itu, biaya pengisian kali ini lebih rendah, yakni Rp44.758.

Menariknya, mesin bensin masih belum memberikan tenaga untuk perjalanan.

Tim tetap menggunakan mode EV+ sebelum kemudian mencoba mode berkendara normal.

Setelah pengisian selesai, kendaraan melanjutkan perjalanan sejauh sekitar 135 km menuju pemberhentian terakhir.

Kecepatan kendaraan berada di kisaran 90-100 km per jam.

Mesin Bensin Mulai Bekerja Saat Baterai 12 Persen

Perjalanan berikutnya membuat persentase baterai turun lebih cepat.

Cuaca panas turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsumsi energi.

Saat baterai berada di level 12 persen dan jarak menuju rest area terakhir sekitar 10 km, sistem mulai mengaktifkan mesin bensin.

Pada titik tersebut, mesin bensin memberikan bantuan tenaga kepada roda.

Momen tersebut menjadi pertama kalinya BBM digunakan selama perjalanan Jakarta-Semarang.

Kondisi itu juga menunjukkan batas kerja baterai pada mode listrik EV+.

Sistem menjaga agar kapasitas baterai tidak turun terlalu rendah. Dalam pengujian tersebut, mesin bensin mulai membantu ketika baterai mendekati level 10 persen.

Strategi tersebut kemungkinan berkaitan dengan upaya menjaga kondisi baterai atau battery health.

Pengisian Ketiga Habiskan Rp46.517

Tim kemudian kembali mengisi baterai di rest area terakhir.

Pengisian kali ini membutuhkan biaya Rp46.517. Setelah selesai, kapasitas baterai kembali mencapai 93 persen.

Proses pengisian berlangsung sedikit lebih lama karena tim harus mengantre bersama pengguna kendaraan listrik lainnya.

Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Kota Semarang.

Chery Tiggo 8 CSH Tempuh 452 Km

Perjalanan akhirnya mencapai titik tujuan setelah tim melewati sejumlah kemacetan saat memasuki Semarang.

Berdasarkan informasi pada Multi Information Display (MID), Tiggo 8 CSH menempuh jarak total 452 km.

MID mencatat konsumsi listrik rata-rata sebesar 11,4 kWh per 100 km.

Sementara itu, rata-rata konsumsi energi yang ditampilkan mencapai 28,6 km per liter.

Data menarik juga terlihat pada konsumsi BBM dalam 50 km terakhir.

MID menunjukkan angka 999,9 km per liter. Angka tersebut menunjukkan bahwa sistem tidak mendeteksi penggunaan bensin dalam 50 km terakhir perjalanan.

MID Catat BBM Terpakai 0,8 Liter

Jika melihat data keseluruhan, MID mencatat penggunaan BBM hanya 0,8 liter.

Dengan kata lain, Tiggo 8 CSH mengonsumsi kurang dari 1 liter bensin selama perjalanan tersebut.

Penggunaan BBM kemungkinan terjadi ketika sistem mulai mengaktifkan mesin bensin saat baterai berada di level rendah.

Namun, tim juga melakukan pengukuran menggunakan metode full to full untuk mendapatkan gambaran konsumsi BBM secara aktual.

Hasilnya menunjukkan angka berbeda.

Tim membutuhkan sekitar 1,6 liter bensin RON 92 untuk mengembalikan kapasitas BBM ke posisi seperti sebelum perjalanan.

Angka tersebut memang lebih tinggi dibandingkan catatan MID yang hanya menunjukkan penggunaan 0,8 liter.

Mengapa Data MID dan Full to Full Berbeda?

Perbedaan hasil pengukuran tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan pada kendaraan.

Beberapa faktor dapat memengaruhi hasil metode full to full.

Perbedaan panjang pipa pengisian, pembacaan sistem, hingga perubahan suhu saat melakukan pengisian dapat menghasilkan angka yang berbeda.

Karena itu, pengujian konsumsi BBM tidak selalu menghasilkan angka yang identik pada setiap kesempatan.

Tiga Kali Isi Daya Bantu Tekan Konsumsi BBM

Hasil perjalanan Jakarta-Semarang menunjukkan peran penting teknologi PHEV dalam mengurangi penggunaan BBM.

Tiggo 8 CSH mampu mengandalkan tenaga listrik dalam sebagian besar perjalanan.

Mesin bensin baru mulai membantu ketika kapasitas baterai turun ke level rendah.

Tim juga melakukan pengisian daya sebanyak tiga kali selama perjalanan. Strategi tersebut membuat mobil dapat kembali menggunakan tenaga listrik untuk melanjutkan perjalanan.

Dengan jarak tempuh 452 km, konsumsi BBM aktual berdasarkan metode full to full tercatat sekitar 1,6 liter.

Sementara itu, MID mencatat penggunaan BBM sebesar 0,8 liter.

Perbedaan kedua angka tersebut menjadi bagian penting dari hasil pengujian. Data tersebut menunjukkan bahwa hasil pengukuran konsumsi BBM dapat berbeda tergantung metode yang digunakan.

Gaya Berkendara Tetap Menentukan

Hasil pengujian Tiggo 8 CSH ini tidak bisa menjadi patokan mutlak untuk semua pengemudi.

Konsumsi energi setiap kendaraan dapat berubah sesuai kondisi penggunaan.

Kecepatan, akselerasi, deselerasi, kondisi lalu lintas, kontur jalan, penggunaan AC, jumlah muatan, hingga gaya berkendara dapat memengaruhi hasil akhir.

Teknologi PHEV memang membantu meningkatkan efisiensi. Namun, pengemudi tetap memegang peran penting dalam mengoptimalkan konsumsi energi.

Dengan pola berkendara yang efisien dan pemanfaatan baterai secara optimal, teknologi PHEV seperti yang digunakan Tiggo 8 CSH dapat membantu mengurangi penggunaan BBM dalam perjalanan jarak jauh.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yamaha Mio Terbaru 2027, Spesifikasi, Fitur, dan Harga
ASUS Vivobook Go 14, Laptop Murah Spesifikasi Mumpuni
Suzuki XL7 Alpha Hybrid: Fitur Lengkap, Nyaman!
Kia Hadirkan Tiga SUV Terbaru di GIIAS Semarang
Indonesia Siapkan Mesin Kendaraan Khusus untuk Biodiesel B50
Aplikasi Penghasil Saldo DANA dari Game dan Reward
7 Aplikasi Penghasil Uang dengan Reward Saldo DANA
STNK Digital Resmi Berlaku, Ini Cara Aktivasi dan Syaratnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 00:00 WIB

ASUS Vivobook Go 14, Laptop Murah Spesifikasi Mumpuni

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Chery Tiggo 8 CSH Tempuh 452 Km, BBM 1,6 Liter

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Suzuki XL7 Alpha Hybrid: Fitur Lengkap, Nyaman!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Kia Hadirkan Tiga SUV Terbaru di GIIAS Semarang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Indonesia Siapkan Mesin Kendaraan Khusus untuk Biodiesel B50

Berita Terbaru

Dok/Humas Polri via Tribunnews.com

Nasional

Mutasi Polri, 18 Kapolda dan PJU Berganti Jabatan

Minggu, 4 Okt 2026 - 06:00 WIB

Pengurus FHNK2I dan Forum Komunikasi PPPK berfoto bersama di kantor Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen.(Foto dok. FHNK2I for JPNN)

Nasional

PPPK Paruh Waktu Minta Formasi Dibagi Merata

Minggu, 4 Okt 2026 - 05:00 WIB

Handuk kotor bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. ( Foto AI)

Kesehatan

Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan

Minggu, 4 Okt 2026 - 04:00 WIB

Beragam sayuran tinggi kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.(Foto : Stockphoto/bhofack2)

Kesehatan

7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat

Minggu, 4 Okt 2026 - 03:00 WIB

Pelari amatir mengenali tanda jantung bermasalah saat berlari.(Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf)

Kesehatan

Pelari Wajib Tahu Tanda Jantung Mulai Kewalahan

Minggu, 4 Okt 2026 - 02:00 WIB