Jakarta, iNBrita.com – Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan raihan lima medali emas.
Indonesia berhasil melampaui target yang pemerintah tetapkan sebelum keberangkatan ke Jepang. Saat itu, pemerintah menargetkan Indonesia meraih empat medali emas.
Secara keseluruhan, Indonesia mengumpulkan 39 medali. Rinciannya terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Menariknya, seluruh medali emas Indonesia berasal dari 21 cabang olahraga (cabor) unggulan.
Indonesia Raih Lima Medali Emas
Cabang bulu tangkis menyumbangkan dua medali emas untuk Indonesia. Tim beregu putra meraih satu emas, sedangkan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih emas lainnya.
Rahmat Erwin Abdullah kemudian menyumbangkan emas dari cabang angkat besi.
Desak Made Rita Kusuma Dewi menambah emas dari cabang panjat tebing.
Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan emas dari cabang panahan.
Prestasi Nurisa Dian memiliki catatan khusus. Emas tersebut menjadi medali emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Erick Thohir Apresiasi Prestasi Indonesia
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyambut positif pencapaian kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Erick tidak hanya melihat keberhasilan Indonesia melampaui target. Ia juga menyoroti sumber lima medali emas tersebut.
Menurut Erick, seluruh emas Indonesia berasal dari cabang olahraga yang juga masuk dalam program Olimpiade. Cabang tersebut meliputi panahan, bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing.
“Ya, melebihi target. Dan saya senang medali-medali itu dikumpulkan dari cabang-cabang Olimpiade. Ada panahan, ada bulu tangkis, angkat besi, lalu ada panjat tebing,” ujar Erick setelah membuka Liga Padel Indonesia di Ancol, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Erick meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak berhenti melakukan pembinaan setelah Asian Games 2026.
Pemerintah kini akan mengalihkan fokus ke persiapan SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.
Pemerintah Siapkan Pelatnas Jangka Panjang
Erick menilai persiapan atlet harus berjalan sejak jauh hari. Karena itu, pemerintah akan memperkuat program pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Program tersebut akan memiliki orientasi jangka menengah dan panjang. Pemerintah juga akan mulai memfokuskan kembali pembinaan atlet untuk menghadapi dua ajang besar tersebut.
“Nah, inilah yang akan kita lakukan minggu depan. Saya telah meminta agar kita mulai memfokuskan kembali perhatian ke pelatnas SEA Games 2027 dan Olimpiade. Kita mulai sekarang,” kata Erick.
Menurutnya, pemerintah perlu menjaga momentum prestasi atlet Indonesia. Hasil positif di Asian Games 2026 harus menjadi dasar untuk meningkatkan prestasi pada ajang berikutnya.
Erick Tegaskan Sistem Rewards dan Punishment
Erick juga akan mengevaluasi pencapaian setiap cabang olahraga setelah Asian Games 2026.
Pemerintah akan menghubungkan hasil evaluasi tersebut dengan target yang sudah ditetapkan. Penggunaan anggaran pembinaan juga akan mengikuti hasil evaluasi tersebut.
Erick menegaskan pemerintah tetap menerapkan sistem rewards and punishment bagi setiap cabang olahraga.
Cabang olahraga yang memenuhi target akan mendapatkan penghargaan. Sebaliknya, pemerintah akan mengevaluasi cabang olahraga yang gagal mencapai target.
“Sama saja, ada rewards dan punishment. Karena sekarang semua anggaran spesifik sesuai dengan targetnya seperti apa,” tegas Erick.
Pemerintah juga memberikan bonus Rp3 miliar kepada setiap peraih medali emas Asian Games 2026.
Namun, Erick belum menjelaskan bentuk punishment bagi cabang olahraga yang tidak memenuhi target.
Ia mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya.
(VVR*)









