Jakarta, iNBrita.com – Masyarakat Indonesia semakin sering menggunakan smartphone untuk berbagai kebutuhan. Mereka memanfaatkan ponsel untuk berkomunikasi, berbelanja, hingga melakukan transaksi perbankan.
Namun, kebiasaan tersebut belum diikuti kesadaran keamanan yang memadai. Banyak pengguna masih mengabaikan perlindungan terhadap perangkat dan data pribadi.
Banyak Pengguna Gunakan Smartphone untuk Transaksi
Riset Global Anti Scam Alliance menunjukkan tingginya aktivitas digital masyarakat Indonesia. Data tersebut juga memperlihatkan masih rendahnya perhatian terhadap keamanan perangkat.
Sebanyak 53 persen pengguna smartphone di Indonesia menggunakan perangkat mereka untuk aktivitas sensitif. Aktivitas tersebut mencakup mobile banking, pembayaran tagihan, dan belanja melalui marketplace.
Pengguna juga menyimpan berbagai data penting di dalam smartphone. Data tersebut dapat berupa informasi pribadi, akses akun, hingga layanan keuangan.
Hampir Separuh Pengguna Tanpa Aplikasi Keamanan
Meski menggunakan smartphone untuk aktivitas penting, sebagian pengguna belum memasang aplikasi keamanan tambahan.
Riset tersebut mencatat 48 persen responden tidak menggunakan aplikasi keamanan pihak ketiga pada smartphone mereka.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan siber. Pelaku kejahatan dapat memanfaatkan celah keamanan untuk mencuri data atau mengambil alih akun.
Penipuan Online Masih Mengancam
Ancaman penipuan online juga terus menjadi perhatian. Global Anti Scam Alliance mencatat 66 persen orang dewasa di Indonesia pernah menjadi sasaran atau korban penipuan online dalam satu tahun terakhir.
Pelaku dapat menggunakan berbagai cara untuk menipu korban. Mereka dapat mencuri informasi pribadi, mengambil alih akun, atau mencoba mengakses layanan keuangan.
Karena itu, pengguna perlu meningkatkan keamanan perangkat. Langkah tersebut penting, terutama bagi masyarakat yang rutin melakukan transaksi melalui smartphone.
Bitdefender Gandeng PT GIA
Melihat kondisi tersebut, Bitdefender menggandeng PT Gema Informatika Abadi (PT GIA). Perusahaan tersebut menjadi distributor eksklusif solusi keamanan siber Bitdefender di Indonesia.
Kerja sama ini mulai berjalan pada 8 Oktober 2026. Kedua perusahaan akan memperluas akses terhadap solusi keamanan untuk pengguna rumah tangga dan perangkat mobile.
Direktur PT GIA Jack Chok mengatakan masyarakat semakin bergantung pada layanan digital. Kondisi tersebut membuat perlindungan data pribadi dan identitas menjadi semakin penting.
“Konsumen saat ini melakukan aktivitas perbankan, berbelanja, dan tetap terhubung dengan teman secara online, sehingga perlindungan terhadap data pribadi dan identitas menjadi semakin penting. Kami senang dapat bermitra dengan Bitdefender untuk memberikan akses terhadap perlindungan yang terpercaya,” ujar Jack Chok di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Perlindungan untuk Berbagai Perangkat
Melalui kerja sama ini, Bitdefender dan PT GIA menghadirkan solusi keamanan untuk berbagai perangkat.
Solusi tersebut mendukung sistem operasi Android, iOS, Windows, dan macOS. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan keamanan saat beraktivitas di internet.
Perlindungan juga mencakup aktivitas transaksi online dan data sensitif. Pengguna dapat mengamankan perangkat ketika terhubung ke jaringan rumah maupun jaringan publik.
Meningkatnya penggunaan smartphone membuat keamanan digital semakin penting. Pengguna perlu menjaga perangkat, akun, dan data pribadi agar tidak mudah menjadi sasaran kejahatan siber.









