Jakarta, iNBrita.com – Timnas Indonesia bersiap menghadapi persaingan Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia. Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, skuad Garuda berpeluang memulai perjuangan dari putaran kedua tanpa mengikuti putaran pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Posisi Indonesia dalam pemeringkatan FIFA kawasan Asia disebut menjadi dasar peluang tersebut. Sebanyak 26 negara akan langsung memasuki putaran kedua, sedangkan 20 negara lainnya harus melewati persaingan pada putaran pertama.
FIFA menjadwalkan pengundian kualifikasi pada 15 Desember 2026. Melalui pengundian itu, penyelenggara akan menentukan komposisi grup dan calon lawan setiap negara peserta.
Indonesia diproyeksikan menempati pot ketiga dalam pengundian putaran kedua. Sejumlah negara yang berpotensi mengisi pot tersebut meliputi Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India.
Jika pembagian pot mengikuti skema tersebut, Indonesia tidak akan menghadapi negara-negara yang berada dalam pot yang sama pada fase grup. Namun, skuad Garuda masih harus menunggu hasil pengundian resmi untuk mengetahui lawan-lawannya.
Timnas Indonesia juga perlu mempersiapkan diri menghadapi persaingan panjang menuju putaran final. Setiap pertandingan akan menuntut konsistensi permainan, strategi yang tepat, serta kemampuan para pemain untuk meraih hasil maksimal.
Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia
- Putaran pertama: 22–30 Maret 2027.
- Putaran kedua: 20 September 2027–28 Maret 2028.
- Putaran ketiga: Mei/Juni 2028–Juni 2029.
- Putaran keempat atau playoff: September–Oktober 2029.
Timnas Indonesia perlu memanfaatkan waktu persiapan untuk membangun kekuatan tim dan meningkatkan performa pemain. Skuad Garuda juga harus menunggu pengumuman resmi FIFA dan AFC mengenai format kompetisi, daftar peserta, serta pembagian grup sebelum memastikan jalur yang akan mereka tempuh menuju Piala Dunia 2030.
Catatan redaksi: Verifikasi jadwal, peringkat FIFA, dan ketentuan kelolosan langsung melalui sumber resmi FIFA dan AFC sebelum menerbitkan berita ini.
(*)









