iNBrita.com – Serangan rudal kelompok Houthi mengguncang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut memicu kecaman dan protes dari berbagai pihak karena menyasar kawasan vital yang ramai oleh aktivitas penumpang.
Saat serangan terjadi, sejumlah jamaah umrah tengah bersiap menaiki pesawat. Situasi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan penerbangan di Arab Saudi.
Serangan pada Sabtu (10/10/2026) itu menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.
Mengutip Arab News, serangan tersebut menjadi insiden keempat yang dilaporkan terjadi di Bandara Internasional King Khalid dalam lima hari terakhir.
Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengerahkan pertahanan udara untuk mencegat dan menghancurkan rudal jelajah di dekat bandara.
Serangan itu juga mengganggu operasional penerbangan di bandara utama Riyadh. Pihak berwenang membatalkan atau mengalihkan ratusan jadwal penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang.
Eskalasi konflik di kawasan tersebut turut meningkatkan ancaman terhadap fasilitas sipil. Sejumlah pemerintah negara lain pun mulai mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya yang berencana mengunjungi Arab Saudi.
Arab Saudi Hubungi Iran Bahas Situasi Keamanan
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menghubungi Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, setelah serangan tersebut.
Kedua pejabat itu membahas perkembangan keamanan dan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Minggu (11/10/2026), yang dikutip Al Arabiya, kedua menteri membicarakan dinamika keamanan regional dan upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas kawasan.
Pembicaraan tersebut berlangsung ketika komunitas internasional terus mencermati peningkatan ketegangan di Timur Tengah.
Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi dan langkah-langkah untuk meredakan ketegangan.
Namun, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi belum mengungkapkan secara terperinci hasil pembicaraan atau kesepakatan khusus yang dicapai kedua menteri.
Houthi Klaim Serang Bandara dan Fasilitas Aramco
Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu (10/10/2026).
Kelompok tersebut juga mengaku telah menyerang Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Provinsi Timur, serta dua fasilitas milik perusahaan minyak Saudi, Aramco.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan juga menyasar Bandara Dammam pada Minggu malam.
Otoritas terkait kini melakukan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan untuk mengetahui dampak serangan terhadap fasilitas bandara.
Arab News melaporkan bahwa serangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur penerbangan Arab Saudi. Insiden tersebut juga memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Arab Saudi selama ini mendukung pemerintah Yaman yang mendapat pengakuan internasional dalam konflik melawan kelompok Houthi. Kondisi tersebut turut memperumit situasi keamanan regional dan meningkatkan risiko eskalasi konflik lebih lanjut.
(vvr*)









