JAKARTA, iNBrita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat tentang potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 11–20 Oktober 2026.
Tercatat sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menjaga ketersediaan sumber daya air selama musim kemarau berlangsung.
Melalui akun resminya pada Senin (12/10/2026), mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, tidak membakar lahan dan sampah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan. BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi lembaga tersebut.
Kekeringan meteorologis terjadi ketika suatu wilayah menerima curah hujan di bawah kondisi normal dalam periode tertentu. Kondisi ini dapat mengurangi kandungan air di dalam tanah dan menurunkan ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat.
BMKG Membagi Peringatan Kekeringan Menjadi Tiga Kategori
Dalam prediksi dasarian II Oktober 2026, BMKG menetapkan tiga kategori potensi kekeringan meteorologis, yaitu Awas, Siaga, dan Waspada.
1. Kategori Awas
BMKG memasukkan sebagian wilayah Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan ke dalam kategori Awas.
BMKG juga menetapkan seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kategori tersebut.
2. Kategori Siaga
BMKG menetapkan sebagian wilayah Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan sebagai daerah kategori Siaga.
3. Kategori Waspada
Sebagian wilayah Bali, Jawa Tengah, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara ke dalam kategori Waspada.
BMKG Mengimbau Masyarakat Menghemat Air
BMKG meminta masyarakat, terutama warga yang tinggal di daerah berpotensi mengalami kekeringan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak musim kemarau.
Masyarakat dapat membantu menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, dan memanfaatkan sumber air secara efisien. Warga juga perlu menghindari pembakaran lahan dan sampah untuk mencegah munculnya kebakaran.
BMKG mengajak masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca dan iklim melalui kanal resmi agar dapat mengetahui kondisi terkini di wilayah masing-masing. Langkah tersebut membantu masyarakat mempersiapkan diri dan mengurangi dampak kekeringan selama musim kemarau.
(eny)









