KERINCI, iNBrita.com – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mengingatkan para pendaki dan pengunjung agar menjaga kelestarian alam saat mendaki Gunung Kerinci. Imbauan ini muncul setelah pengelola kembali membuka jalur pendakian gunung tertinggi di Sumatra tersebut pada Selasa (13/10/2026).
TNKS meminta seluruh pendaki mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta mengikuti rekomendasi yang berlaku. Selain itu, pengelola kawasan konservasi tersebut melarang pendaki melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Seksi TNKS Kerinci, David, mengajak para pendaki menjaga kawasan Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh dari ancaman kebakaran. Menurutnya, setiap pengunjung memiliki tanggung jawab untuk melindungi lingkungan selama beraktivitas di kawasan taman nasional.
TNKS Larang Pendaki Menyalakan Api Sembarangan
David secara khusus meminta para pendaki tidak menyalakan api sembarangan selama perjalanan maupun ketika beristirahat. Api yang tidak terkendali dapat membakar vegetasi dan memicu kebakaran hutan di kawasan konservasi.
Kebakaran hutan juga dapat menimbulkan bencana asap. Kondisi tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan taman nasional.
Karena itu, David mengajak seluruh pengunjung meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang berisiko menimbulkan kebakaran. Ia menegaskan bahwa pendaki harus mengutamakan keselamatan serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam selama berada di kawasan Gunung Kerinci.
“Kami mengimbau seluruh pendaki agar bersama-sama menjaga kawasan Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh dari bahaya kebakaran hutan. Jangan menyalakan api yang dapat memicu kebakaran dan menimbulkan bencana asap,” tegas David.
Pendaki Wajib Mematuhi Aturan Pendakian
Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Kerinci memberikan kesempatan bagi para pencinta alam untuk kembali menikmati keindahan kawasan tersebut. Namun, setiap pendaki tetap harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan pengelola TNKS.
Para pendaki perlu merencanakan perjalanan dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, serta menaati arahan petugas selama pendakian. Mereka juga harus menghindari aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri, pengunjung lain, maupun ekosistem setempat.
Selain mematuhi aturan, pendaki dapat membantu mencegah kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Pengunjung juga perlu membawa kembali sampah agar tidak mencemari kawasan konservasi.
Melalui imbauan ini, TNKS berharap seluruh pendaki ikut menjaga keamanan dan kelestarian Gunung Kerinci serta Danau Gunung Tujuh. Kerja sama antara petugas dan pengunjung menjadi langkah penting untuk melindungi kawasan tersebut dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
(vvr*)









