Jembrana , iNBrita.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang perairan barat daya Jembrana, Bali, pada Selasa (13/10/2026) siang. Guncangan gempa menjangkau sejumlah wilayah di Bali hingga Jawa Timur. Namun, hingga laporan terakhir, BPBD Jembrana belum menemukan informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana langsung berkoordinasi dengan petugas di sejumlah kecamatan untuk memastikan kondisi masyarakat setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengumpulkan informasi dari petugas lapangan guna mengetahui kemungkinan dampak gempa terhadap permukiman warga.
Agus menyebut petugas BPBD tidak merasakan getaran gempa di kantor. Hingga saat itu, pihaknya juga belum menerima laporan mengenai kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
BPBD Jembrana turut melibatkan forum komunikasi kecamatan untuk mempercepat pengumpulan informasi sekaligus memantau perkembangan situasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 12.00 Wita atau 11.00 WIB. BMKG menempatkan pusat gempa di laut, sekitar 141 kilometer barat daya Jembrana, pada koordinat 9,45 derajat Lintang Selatan dan 113,95 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 12 kilometer.
Guncangan gempa mencapai wilayah Jember, Jawa Timur, dengan intensitas III MMI. Sementara itu, masyarakat di Kuta Selatan, Denpasar, dan Karangasem, Bali, merasakan getaran dengan intensitas II hingga III MMI.
BPBD Jembrana terus memantau kondisi wilayah dan menjalin komunikasi dengan jajaran kecamatan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan dampak gempa.









