Jakarta, iNBrita.com — Penyerang muda Mesir, Hamza Abdelkarim, kembali menarik perhatian publik setelah membantu Barcelona Atletic meraih kemenangan atas Utebo dalam lanjutan kompetisi kasta keempat sepak bola Spanyol. Pemain berusia 18 tahun itu mencetak gol sekaligus menunjukkan perkembangan positif bersama tim cadangan Barcelona.
Hamza menerima kesempatan tersebut dengan baik. Ia menyadari bahwa bermain bersama Barcelona Atletic dapat membantunya mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan meningkatkan peluang menembus tim utama.
Mantan pemain Barcelona, Eusebio Sacristan, turut menyoroti perkembangan Hamza. Dalam wawancara dengan Erem News yang dikutip Sport, Eusebio menilai bahwa pengalaman bermain bersama tim cadangan akan membantu sang penyerang menjalani tahap penting dalam kariernya.
Eusebio menjelaskan bahwa Hamza memang memperoleh banyak manfaat dari kesempatan berlatih bersama tim utama Barcelona. Ia dapat mempelajari filosofi permainan klub, memahami tuntutan pelatih, dan meningkatkan kualitasnya melalui latihan bersama para pemain senior.
Namun, Eusebio menegaskan bahwa Hamza juga membutuhkan kesempatan tampil dalam pertandingan resmi. Menurutnya, menit bermain akan membantu pemain muda tersebut menerapkan ilmu yang ia pelajari selama berlatih.
Eusebio, yang pernah menangani Barcelona Atletic, Girona, dan Real Sociedad, juga memuji filosofi permainan Barcelona. Ia menilai gaya bermain klub tersebut dapat membantu Hamza terus mengembangkan kemampuan dan memperbaiki kualitas permainannya dari hari ke hari.
Selain menyoroti aspek teknis, Eusebio mengingatkan Hamza agar menjaga ketenangan dan kesabaran. Ia meminta penyerang muda itu terus bekerja keras agar mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya ketika mendapatkan kesempatan bermain.
Eusebio juga menyinggung peran Hansi Flick dalam perkembangan Hamza. Menurutnya, keputusan Flick untuk mempertahankan sang pemain dalam lingkungan tim utama menunjukkan bahwa pelatih Barcelona tersebut melihat potensi dalam diri penyerang asal Mesir itu.
Karena itu, Hamza perlu menjalani proses perkembangan dengan sabar. Ia tidak boleh terburu-buru mengejar tempat di tim utama, tetapi harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk membuktikan kualitasnya.
Keputusan Barcelona mengembalikan Hamza ke tim cadangan juga sejalan dengan keinginan sang pemain untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Ia ingin terus berkembang melalui pertandingan, tanpa mempersoalkan apakah kesempatan tersebut datang bersama tim utama atau Barcelona Atletic.
Hamza memang bermimpi meraih kesuksesan bersama Barcelona di Stadion Spotify Camp Nou. Namun, ia memahami bahwa dirinya masih membutuhkan pengalaman dan konsistensi untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada usia 18 tahun, perlu fokus menjalani setiap pertandingan, meningkatkan kemampuannya, dan membuktikan bahwa ia layak mendapat kesempatan lebih besar. Jika mampu menjaga performa dan terus menunjukkan perkembangan, ia berpeluang memperkuat posisinya dalam rencana jangka panjang Barcelona.









