Jakarta, iNBrita.com – Pegadaian mencatat perbedaan harga untuk tiga produk emas pada Kamis (29/10/2026). Ketiga produk tersebut meliputi Galeri24, Antam, dan UBS.
Berdasarkan informasi di laman resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 ukuran 1 gram mencapai Rp 2.499.000. Sementara itu, Pegadaian membanderol emas Antam ukuran 1 gram seharga Rp 2.598.000. Adapun harga emas UBS berada di angka Rp 2.524.000 per gram.
Pegadaian dapat memperbarui harga emas sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengecek harga terbaru sebelum membeli emas.
Ketiga produk tersebut menawarkan pilihan berat yang beragam. Galeri24 menyediakan emas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. UBS menawarkan pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara itu, Antam menyediakan emas hingga ukuran 100 gram.
Beragam pilihan tersebut membantu masyarakat menyesuaikan pembelian emas dengan kebutuhan dan anggaran. Selain untuk investasi, masyarakat juga dapat menjadikan emas sebagai aset jangka panjang.
Daftar Harga Emas Pegadaian Kamis 29 Oktober 2026
Berikut daftar lengkap harga emas Galeri24, Antam, dan UBS berdasarkan ukuran pada Kamis (29/10/2026).
1. Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.311.000
- 1 gram: Rp 2.499.000
- 2 gram: Rp 4.938.000
- 5 gram: Rp 12.254.000
- 10 gram: Rp 24.443.000
- 25 gram: Rp 60.778.000
- 50 gram: Rp 121.460.000
- 100 gram: Rp 242.799.000
- 250 gram: Rp 605.507.000
- 500 gram: Rp 1.211.014.000
- 1.000 gram: Rp 2.422.026.000
2. Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp 1.350.000
- 1 gram: Rp 2.598.000
- 2 gram: Rp 5.134.000
- 3 gram: Rp 7.676.000
- 5 gram: Rp 12.759.000
- 10 gram: Rp 25.462.000
- 25 gram: Rp 63.526.000
- 50 gram: Rp 126.972.000
- 100 gram: Rp 253.864.000
3. Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp 1.364.000
- 1 gram: Rp 2.524.000
- 2 gram: Rp 5.008.000
- 5 gram: Rp 12.374.000
- 10 gram: Rp 24.618.000
- 25 gram: Rp 61.424.000
- 50 gram: Rp 122.595.000
- 100 gram: Rp 245.091.000
- 250 gram: Rp 612.548.000
- 500 gram: Rp 1.223.658.000
Harga Emas Dunia Melemah, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
Di pasar global, harga emas mengalami penurunan pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Selain itu, investor mencermati pernyataan Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS), Kevin Warsh, setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan.
CNBC melaporkan pada Kamis (29/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi US$ 4.039,39 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,6 persen. Kontrak tersebut ditutup pada level US$ 4.051,60 per ons.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75–4 persen. Keputusan ini sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.
Bank sentral AS memilih menunggu tambahan data inflasi dan perkembangan ekonomi setelah pemilihan paruh waktu AS pada pekan berikutnya. Langkah tersebut membuat investor terus mencermati arah kebijakan moneter berikutnya.
Harga emas sempat menguat ketika Warsh menyampaikan pernyataan setelah pengumuman kebijakan. Namun, tekanan pasar kembali mendorong harga logam mulia tersebut ke zona negatif.
Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menekan harga emas. Kedua faktor tersebut mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan bunga seperti instrumen obligasi.
Imbal Hasil Obligasi AS Membatasi Kenaikan Harga Emas
Pedagang logam independen Tai Wong menilai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat membatasi penguatan harga emas.
Wong menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil Treasury jangka panjang menunjukkan pasar belum sepenuhnya menerima penjelasan Warsh mengenai keputusan suku bunga.
Menurut Wong, kenaikan suku bunga berpotensi terus menekan harga emas. Meski demikian, ia tidak memperkirakan logam mulia akan mengalami aksi jual besar-besaran. Ia justru melihat peluang kenaikan harga emas semakin terbatas.
Di sisi lain, The Fed meningkatkan penilaiannya terhadap kondisi ekonomi AS. Namun, bank sentral tetap mengakui bahwa inflasi masih berada pada level tinggi.
Dalam konferensi pers, Warsh menegaskan bahwa The Fed memiliki kesiapan untuk mengambil tindakan sesuai perkembangan ekonomi dan inflasi.
Pada perdagangan terakhir, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 4,11 basis poin menjadi 5,034 persen.
Sementara itu, perangkat FedWatch milik CME mencatat peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember sebesar 86 persen. Angka tersebut turun dibandingkan perkiraan sebelumnya yang mencapai 88 persen sebelum pengumuman kebijakan The Fed.
Investor Menunggu Rilis Data Inflasi PCE AS
Selanjutnya, investor mengalihkan perhatian ke data belanja konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS.
Pasar menantikan data yang dijadwalkan rilis pada Kamis tersebut untuk melihat perkembangan inflasi terbaru. Informasi ini juga dapat membantu investor memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Perkembangan inflasi, harga minyak, dan imbal hasil obligasi AS akan tetap memengaruhi pergerakan harga emas dunia. Karena itu, investor perlu mencermati sejumlah indikator ekonomi tersebut sebelum mengambil keputusan investasi.
(vvr*)









