Jakarta, iNBrita.com –Tamu hotel biasanya memanf- aatkan jaringan Wi-Fi untuk bekerja, berkomunikasi, mengakses media sosial, dan mencari informasi di internet. Fasilitas tersebut memang memberikan kemudahan, tetapi pengguna tetap perlu mewaspadai ancaman keamanan siber yang dapat muncul ketika mereka menggunakan jaringan bersama.
Peretas dapat membuat jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang menyerupai jaringan resmi hotel. Pengguna yang tidak memeriksa nama jaringan dengan teliti bisa saja menghubungkan perangkatnya ke jaringan tersebut. Setelah korban tersambung, pelaku dapat mencoba memantau aktivitas internet atau mencuri informasi penting.
Pengguna juga tidak boleh menganggap jaringan resmi hotel selalu aman. Peretas pernah menyerang sistem hotel dan memanfaatkannya untuk menyebarkan perangkat lunak berbahaya. Salah satu kasus yang pernah mendapat perhatian adalah kampanye DarkHotel.
Dalam modus tersebut, pelaku menyusup ke sistem jaringan hotel dan menampilkan pemberitahuan pembaruan perangkat lunak palsu kepada tamu. Ketika pengguna mengikuti instruksi dan mengunduh pembaruan tersebut, perangkat mereka dapat terpapar program berbahaya. Kondisi itu kemudian dapat membuka peluang bagi pelaku untuk mengambil informasi dari perangkat korban.
Batasi Aktivitas Sensitif
FBI mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan jaringan Wi-Fi publik, termasuk jaringan yang tersedia di hotel.
Pengguna sebaiknya menghindari aktivitas yang melibatkan informasi sangat sensitif. Misalnya, jangan melakukan transaksi perbankan atau membuka dokumen perusahaan yang bersifat rahasia jika pengguna masih bisa menunda aktivitas tersebut sampai memperoleh koneksi yang lebih aman.
Namun, pekerja yang menerapkan sistem work from anywhere sering kali tetap membutuhkan koneksi internet selama perjalanan. Dalam kondisi seperti itu, pengguna dapat mengambil sejumlah langkah untuk memperkecil risiko.
Lindungi Perangkat Saat Menggunakan Wi-Fi Hotel
1. Gunakan VPN
Gunakan VPN untuk mengenkripsi lalu lintas internet. Enkripsi tersebut dapat membantu mempersulit pihak lain untuk mengintip data yang dikirimkan melalui jaringan.
2. Perbarui perangkat sebelum bepergian
Periksa sistem operasi, browser, dan aplikasi sebelum meninggalkan rumah. Pasang pembaruan terbaru agar perangkat memperoleh perbaikan keamanan yang tersedia.
3. Aktifkan aplikasi keamanan
Aktifkan fitur keamanan bawaan perangkat atau gunakan aplikasi antivirus tepercaya. Perlindungan real-time dapat membantu perangkat mengenali aktivitas yang mencurigakan.
4. Abaikan pop-up pembaruan yang mencurigakan
Jangan langsung mengklik pemberitahuan pembaruan yang muncul ketika Anda menggunakan Wi-Fi hotel. Periksa dan lakukan pembaruan melalui aplikasi atau situs resmi penyedia perangkat lunak.
5. Gunakan hotspot pribadi jika tersedia
Manfaatkan koneksi data seluler melalui hotspot atau tethering pribadi apabila memungkinkan. Cara tersebut memberi pengguna kontrol yang lebih besar dibandingkan ketika mereka memakai jaringan Wi-Fi publik.
Tetap Waspada
Wi-Fi hotel memang membantu pengguna tetap terhubung selama perjalanan. Namun, pengguna tetap harus menjaga keamanan perangkat dan data pribadi. Dengan memeriksa jaringan sebelum tersambung, memperbarui perangkat, menggunakan perlindungan keamanan, serta menghindari aktivitas sensitif, pengguna dapat mengurangi risiko ketika mengakses internet dari hotel.
(eny)









