China Makin Diminati untuk Wisata Teknologi dan Industri

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Robot humanoid Tiangong Ultra dalam ajang Humanoid Robot Half Marathon di Beijing, China, 19 April 2026. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Foto: Robot humanoid Tiangong Ultra dalam ajang Humanoid Robot Half Marathon di Beijing, China, 19 April 2026. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Jakarta, iNBrita.com  — Kemajuan teknologi China menarik semakin banyak investor, pengusaha, dan eksekutif asing untuk datang langsung ke Negeri Tirai Bambu. Mereka tidak lagi hanya mempelajari perkembangan China melalui laporan atau informasi di media, tetapi juga mengunjungi pabrik dan pusat inovasi untuk melihat prosesnya secara langsung.

Para pengunjung terutama ingin melihat perkembangan kecerdasan buatan (AI), robot humanoid, kendaraan listrik, baterai, serta teknologi manufaktur modern.

Minat tersebut kemudian melahirkan perjalanan khusus yang mengajak peserta menjelajahi pusat-pusat teknologi China. Peserta bahkan mengeluarkan biaya hingga US$15.000 atau sekitar Rp264 juta untuk mengikuti tur selama lima hari.

Penyelenggara membawa para investor dan eksekutif mengunjungi berbagai perusahaan serta fasilitas produksi di Beijing, Shenzhen, Shanghai, Hangzhou, dan Hefei.

Robert Wu, CEO perusahaan riset data Baiguan yang berbasis di Shanghai, melihat perubahan besar dalam cara dunia memandang China. Menurutnya, semakin banyak orang kini datang ke China untuk mempelajari teknologi dan sistem industrinya.

Wu telah menyelenggarakan dua tur teknologi yang melibatkan lebih dari 20 investor, pengusaha, dan eksekutif. Peserta dari Asia Tenggara bahkan mencapai sekitar setengah dari seluruh peserta.

Pelaku Usaha Melihat Peluang Baru

Meningkatnya minat terhadap teknologi China juga menciptakan peluang bisnis baru. Sejumlah perusahaan mulai menawarkan perjalanan khusus yang memungkinkan peserta melihat langsung ekosistem inovasi dan industri China.

Glopen, agen tur teknologi yang berbasis di Shanghai, mencatat kenaikan pertanyaan calon peserta hingga 50% sepanjang 2026. Perusahaan tersebut terutama menerima permintaan dari klien Eropa dan Singapura.

Glopen kini mengatur lebih dari 100 kunjungan perusahaan setiap bulan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Bertrand Chen, CEO Global Shipping Business Network, mengikuti tur teknologi robotika di China pada April lalu. Ia mengatakan pengalaman melihat langsung fasilitas produksi memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai perkembangan teknologi China.

Menurut Chen, seseorang perlu melihat langsung aktivitas di lantai pabrik untuk memahami skala dan kecepatan perkembangan inovasi di China.

China Mendorong Wisata Industri

Pemerintah China juga ikut mengembangkan wisata industri. Pemerintah telah menetapkan lebih dari 140 lokasi demonstrasi resmi yang dapat memperkenalkan perkembangan industri kepada masyarakat.

Sejumlah perusahaan juga membuka fasilitas produksi mereka untuk kunjungan publik dengan tarif sekitar US$60.

Pabrik kendaraan listrik Xiaomi di Beijing menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian. Sejak Maret 2024, lebih dari 250.000 orang telah mengunjungi fasilitas tersebut.

Tingginya jumlah peminat membuat akses kunjungan menjadi terbatas. Sistem undian menentukan sebagian tiket kunjungan, sementara pihak tertentu kemudian menjual kembali slot tersebut melalui platform daring dengan harga hingga 2.000 yuan atau sekitar Rp5,3 juta.

Wisata Industri Menghasilkan Nilai Ekonomi

Meski pelaku industri belum memiliki data lengkap mengenai perkembangan wisata teknologi, sektor pariwisata industri China terus menunjukkan pertumbuhan.

Media pemerintah China mencatat sektor tersebut menghasilkan pendapatan sekitar US$17,8 miliar pada tahun lalu.

China juga memproyeksikan pendapatan pariwisata industri akan menembus 300 miliar yuan atau sekitar US$44,6 miliar pada 2029.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan manufaktur China tidak hanya menarik perhatian dunia terhadap produknya. China juga berhasil menarik wisatawan bisnis yang ingin melihat langsung proses inovasi, produksi, dan penerapan teknologi di dalam negeri.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026
Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Google Perkuat Gmail Lindungi Data Pribadi dari Penipuan
Hujan Es Sebesar Bola Tenis Terjang Ibu Kota Paraguay
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis

Berita Terbaru

Ilustrasi kode redeem FF 16 Oktober 2026 dan hadiah gratis.

Game

Kode Redeem FF 16 Oktober 2026, Klaim Hadiah Gratis

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game gabung ikan yang menawarkan bonus dan penarikan saldo DANA.

Game

Game Penghasil Uang 2026, Saldo DANA Bisa Dicairkan?

Jumat, 16 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi perak Antam. (Foto : Dok PT Aneka Tambang Tbk)

Ekonomi

Harga Perak Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 per Gram

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp13 ribu menjadi Rp2.561.000 per gram pada Kamis (15/10).(Foto : CNN Indonesia/Adi Ibrahim)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp13 Ribu, Cek Daftarnya

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:00 WIB

Rupiah melemah 0,25 persen ke level Rp17.948 per dolar AS akibat tekanan inflasi Amerika Serikat.(Foto : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS Pagi Ini

Kamis, 15 Okt 2026 - 10:00 WIB