DPR Dorong Wajib Militer Terbatas Perkuat Pertahanan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah ( Doc ist)

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah ( Doc ist)

Jakarta, iNBrita.com  – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendorong pemerintah mengkaji kembali penerapan wajib militer terbatas sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan nasional.

Said menilai Indonesia menghadapi bentuk ancaman yang semakin kompleks. Menurutnya, perkembangan perang asimetris dan perang hibrida telah mengubah pola ancaman terhadap negara. Ancaman tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk konflik bersenjata, tetapi juga dapat berkembang di tengah kehidupan masyarakat sipil.

Karena itu, Said meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan TNI dalam menghadapi berbagai ancaman. Ia mendorong pemerintah membangun masyarakat yang memiliki keterampilan, kedisiplinan, kesiapan, dan pemahaman mengenai bela negara.

Said menegaskan bahwa peningkatan peran masyarakat tidak akan mengurangi posisi TNI sebagai kekuatan utama pertahanan negara. Ia justru meminta pemerintah terus memperkuat TNI agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan memenuhi kebutuhan Minimum Essential Force (MEF).

Selain memperkuat TNI, Said mendorong pemerintah memperluas program Komponen Cadangan (Komcad). Ia mengusulkan pemerintah mempertimbangkan penerapan wajib militer terbatas, terutama untuk membentuk kedisiplinan, kesadaran bela negara, serta karakter generasi muda.

Said juga mengusulkan pemerintah membangun program pendidikan terpadu bagi warga yang memasuki usia 18 tahun. Sekolah, TNI, Polri, dan para praktisi dapat bekerja sama memberikan pendidikan tersebut.

Melalui program itu, pemerintah dapat mengajarkan kedisiplinan, budi pekerti, wawasan kebangsaan, bela negara, serta kemampuan bekerja sama kepada generasi muda. Said berharap program tersebut tidak hanya membentuk kesiapan menghadapi ancaman, tetapi juga mendorong generasi muda meningkatkan produktivitas dan inovasi.

Said juga mengajak pemerintah melibatkan kelompok profesional dalam membangun konsep rakyat terlatih. Ia menilai masyarakat memiliki berbagai keahlian yang dapat membantu negara menghadapi situasi darurat dan ancaman nonkonvensional.

Menurutnya, pemerintah belum mengoptimalkan seluruh potensi tersebut. Pemerintah perlu membangun sistem pembinaan yang mampu mengorganisasi berbagai keahlian masyarakat dan mengarahkannya untuk mendukung kepentingan pertahanan nasional.

Said mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melihat ancaman pertahanan dari sisi militer. Perang asimetris dan perang hibrida dapat memanfaatkan berbagai bidang, termasuk teknologi, informasi, ekonomi, dan sosial, tanpa harus memicu konflik bersenjata secara langsung.

Dalam kondisi seperti itu, masyarakat yang memiliki keterampilan dan kesiapan dapat membantu TNI menghadapi berbagai bentuk ancaman. Namun, Said kembali menegaskan bahwa masyarakat hanya berperan sebagai kekuatan pendukung, sedangkan TNI tetap menjalankan fungsi utama dalam sistem pertahanan negara.

Said meyakini Indonesia dapat membangun sistem pertahanan yang lebih kuat dengan menggabungkan profesionalisme TNI, kesiapan rakyat terlatih, dan pengelolaan sumber daya nasional yang baik.

Ia berharap pemerintah dapat mengembangkan konsep tersebut secara terukur agar Indonesia mampu meningkatkan daya tangkal nasional sekaligus menghadapi perubahan karakter ancaman di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UU Satu Data Disahkan, Pemerintah Perkuat Keamanan Digital
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat, Dolar AS Melemah
Indonesia Lampaui Target Lima Emas Asian Games 2026
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti
Prabowo Resmikan Enam Kodam Baru TNI Indonesia
Kopdes Merah Putih Perkuat Akses Obat dan Pangan Aman
Buku Nikah Rusak atau Hilang, Begini Cara Menggantinya
Stok Beras Nasional Aman, Harga Tetap Terkendali
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:00 WIB

UU Satu Data Disahkan, Pemerintah Perkuat Keamanan Digital

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:00 WIB

DPR Dorong Wajib Militer Terbatas Perkuat Pertahanan Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Indonesia Lampaui Target Lima Emas Asian Games 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Prabowo Resmikan Enam Kodam Baru TNI Indonesia

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Sungai Penuh menggelar hearing terkait dugaan Pertalite bermasalah.

SUNGAI PENUH

Komisi II DPRD Minta Sampel Pertalite Kendaraan Bermasalah

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:00 WIB

Paripurna pengesahan RUU tentang Satu Data Indonesia, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026). (Adrial Akbar/detikcom)

Nasional

UU Satu Data Disahkan, Pemerintah Perkuat Keamanan Digital

Rabu, 7 Okt 2026 - 06:00 WIB

Mitsubishi Xpander 2026 hadir sebagai MPV keluarga tujuh penumpang dengan beragam pilihan varian dan transmisi.

Teknologi

Harga Xpander 2026, DP dan Cicilan Terbaru

Rabu, 7 Okt 2026 - 05:00 WIB

WhatsApp menghentikan layanan pada sejumlah HP lawas yang tidak memenuhi syarat sistem operasi minimum.(Foto: AFP/ROBYN BECK)

Teknologi

WhatsApp Hentikan Layanan di HP Lawas Mulai September

Rabu, 7 Okt 2026 - 04:00 WIB