Harga Emas Dunia Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, di tengah penguatan dolar AS dan penantian data inflasi.(Foto By AI)

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, di tengah penguatan dolar AS dan penantian data inflasi.(Foto By AI)

Jakarta, iNBrita.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak menekan pergerakan logam mulia tersebut.

Di sisi lain, investor menantikan data inflasi AS. Data tersebut dapat membantu mereka memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi US$4.170,62 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 2 Oktober 2026.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,5 persen menjadi US$4.195,10 per ons.

Dolar AS Menekan Harga Emas

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas. Nilai tukar dolar mendekati level tertinggi dalam satu setengah tahun sehingga mengurangi daya tarik emas bagi investor.

Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menjelaskan bahwa penguatan dolar memicu tekanan jual di pasar emas.

“Kami melihat adanya tekanan jual pada emas karena nilai tukar dolar mendekati level tertinggi dalam satu setengah tahun,” ujar Wyckoff.

Sementara itu, pasar obligasi dan kantor pemerintah AS tutup pada Senin untuk memperingati Columbus Day.

Investor Menanti Data Inflasi AS

Selain memantau pergerakan dolar, investor juga memperhatikan perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan di kawasan tersebut mendorong pelaku pasar untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Pekan ini, investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, serta sejumlah data ekonomi penting AS. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter pada periode mendatang.

AS menjadwalkan rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Rabu. Selanjutnya, pemerintah akan mengumumkan Indeks Harga Produsen (PPI) dan data penjualan ritel pada Kamis.

Wyckoff memperkirakan laporan ekonomi tersebut belum menunjukkan penurunan inflasi yang signifikan. Kondisi itu berpotensi menekan pasar logam mulia.

“Menurut saya, laporan-laporan tersebut tidak akan menunjukkan tanda-tanda penurunan inflasi, dan kemungkinan besar akan berdampak negatif (bearish) bagi pasar logam,” kata Wyckoff.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Berubah

Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober. Namun, mereka juga melihat peluang kenaikan suku bunga pada Desember.

Berdasarkan data perangkat FedWatch milik CME, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 87 persen.

Suku bunga yang tinggi dapat mengurangi minat investor terhadap emas. Sebab, emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Akibatnya, investor cenderung mempertimbangkan aset yang menawarkan imbal hasil ketika suku bunga tetap tinggi.

Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik

Di pasar energi, harga minyak naik mendekati level tertinggi dalam dua pekan pada Senin. Serangan terhadap Arab Saudi menambah kekhawatiran pasar mengenai pasokan minyak global.

Perkembangan tersebut membayangi potensi tambahan pasokan energi ke pasar. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyambut baik ekspor solar baru dari Rusia serta gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina.

Kenaikan harga minyak, penguatan dolar AS, dan ekspektasi suku bunga menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan emas. Investor kini menunggu data inflasi AS untuk menentukan langkah investasi berikutnya.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Melemah, Investor Cermati Investasi Saham Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.939, Konflik Timur Tengah Menekan
Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000, Buyback Ikut Turun
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Nonton Drama Dapat DANA?
Pertamina Buka Pasar UMKM Lombok Lewat MotoGP 2026
Harga Emas Antam Stagnan, Simak Rincian Harga Hari Ini
Harga Emas Antam Naik Rp12.000 Sepekan, Simak Rinciannya
Aprindo Dorong Konektivitas Ritel untuk Perluas Pasar Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:00 WIB

IHSG Melemah, Investor Cermati Investasi Saham Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.939, Konflik Timur Tengah Menekan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000, Buyback Ikut Turun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Dunia Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Nonton Drama Dapat DANA?

Berita Terbaru

Cristiano Ronaldo memakai syal dengan lambang bendera Arab Saudi. (REUTERS/Stringer)

Internasional

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Rabu, 14 Okt 2026 - 05:00 WIB

Pusat gempa di Jembrana, Bali, 13 Oktober 2026. (BMKG)

Nasional

Gempa Bali M4,9 Hari Ini, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa

Rabu, 14 Okt 2026 - 04:00 WIB

Destinasi wisata Malaysia 2027 untuk liburan seru dan hemat bersama keluarga. ( Foto AI)

Travel

Paket Wisata Malaysia 2027: Harga, Hotel, dan Tiket

Rabu, 14 Okt 2026 - 03:00 WIB

Foto: Apple

Teknologi

iPhone 18 Pro Makin Diburu, Samsung Masih Pimpin Pasar Global

Rabu, 14 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire dengan karakter game, voucher hadiah, dan Diamond gratis.

Uncategorized

Kode Redeem Free Fire 14 Oktober 2026, Cek Hadiah Gratis

Rabu, 14 Okt 2026 - 01:00 WIB