Pabrik Jepang Pindah ke Vietnam, Ribuan Buruh Terancam PHK

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan pernyataan kepada media soal potensi PHK akibat relokasi pabrik.(Foto: Liputan6.com/Arief Rachman Hakim)

Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan pernyataan kepada media soal potensi PHK akibat relokasi pabrik.(Foto: Liputan6.com/Arief Rachman Hakim)

Rencana Relokasi Produksi Mulai Terungkap

Jakarta, iNBrita.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkap rencana dua pabrik otomotif asal Jepang untuk memindahkan sebagian produksi ke Vietnam. Rencana ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan buruh di Jawa Timur.

Iqbal menyebut dua perusahaan tersebut dengan inisial PT J dan PT S yang beroperasi di Mojokerto dan Pasuruan.

Potensi PHK di PT J dan PT S

PT J mempekerjakan sekitar 7.000 karyawan. Dari jumlah itu, sekitar 4.000 buruh berpotensi terkena PHK jika perusahaan memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam.

Iqbal menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa perkiraan awal. Ia menilai jumlah buruh yang terdampak kemungkinan tidak mencapai 4.000 orang karena manajemen biasanya menyampaikan angka tertinggi pada tahap awal pembahasan.

Sementara itu, PT S memiliki sekitar 4.000 karyawan. Dari total tersebut, sekitar 3.000 buruh berpotensi mengalami PHK. Namun, Iqbal kembali menekankan bahwa angka ini masih sebatas pembicaraan awal dan kemungkinan riilnya berada di kisaran ribuan pekerja.

Negosiasi untuk Mencegah Relokasi

Secara keseluruhan, sekitar 7.000 karyawan dari kedua perusahaan menghadapi ketidakpastian akibat rencana pemindahan produksi tersebut.

Iqbal menyatakan akan segera melakukan negosiasi dengan induk perusahaan di Jepang. Ia berharap dapat meyakinkan pihak prinsipal agar membatalkan rencana relokasi ke Vietnam.

Ia juga menilai proses pemindahan pabrik tidak dapat berlangsung cepat. Menurutnya, perusahaan kemungkinan baru merealisasikan rencana tersebut dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Hal ini memberi ruang bagi serikat pekerja untuk melakukan negosiasi lebih lanjut.

Pemerintah Lakukan Mitigasi PHK

Di sisi lain, pemerintah terus mengantisipasi potensi gelombang PHK. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan aktif memantau perkembangan kondisi ketenagakerjaan di berbagai perusahaan.

Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah menangani setiap kasus PHK melalui mekanisme yang berlaku. Proses tersebut dimulai dari penyelesaian internal perusahaan, dilanjutkan dengan perundingan bipartit, hingga mediasi oleh pemerintah jika diperlukan.

Ia juga menyebutkan bahwa mediator Kemenaker telah menangani sejumlah kasus yang berpotensi berujung PHK. Sementara itu, beberapa kasus lainnya masih menunggu hasil perundingan antara pekerja dan perusahaan.

Upaya Tekan Risiko PHK Massal

Pemerintah berharap langkah mitigasi ini dapat menekan risiko PHK massal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham
IHSG Anjlok, Investor Ritel Hadapi Kerugian Puluhan Juta
Saham BBCA dan BBRI Anjlok, Investor Justru Borong
Rupiah Tertekan, Usulan MSCI dan Konflik Global Membayangi
Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Tambah Tekanan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tertinggi
BEI Catat Dana IPO Rp 2,16 Triliun, IHSG Anjlok
Bupati Khairunas Kembangkan RTH Padang Aro untuk UMKM
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Saham BBCA dan BBRI Anjlok, Investor Justru Borong

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Rupiah Tertekan, Usulan MSCI dan Konflik Global Membayangi

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Tambah Tekanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tertinggi

Berita Terbaru

Ilustrasi pemandangan alam

SUNGAI PENUH

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Ringan

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:00 WIB

Foto: KemenPANR

Nasional

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Selasa, 20 Okt 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi BEI dan pergerakan pasar saham Indonesia.

Ekonomi

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi kabut asap di kawasan pegunungan yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan pernapasan.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:00 WIB

Kris Dayanti memamerkan dua medali yang diraihnya di Singapore Kung Fu Games.

Entertainment

Kris Dayanti Raih Dua Medali, Inspirasi Hidup Sehat dan Aktif

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:00 WIB