Jakarta, iNBrita.com – Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mengecam serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. PBB mendesak semua pihak menahan diri dan segera kembali bernegosiasi. Turk menegaskan, warga sipil selalu menanggung korban terbesar dalam konflik bersenjata.
“Serangan yang terjadi hari ini di Iran dan balasan dari Iran akan menimbulkan kematian, kerusakan, dan penderitaan manusia,” kata Turk, dikutip AFP, Sabtu (28/2/2026). Ia meminta pihak-pihak yang terlibat menurunkan ketegangan dan menggunakan akal sehat.
Presiden AS, Donald Trump, memerintahkan serangan militer besar-besaran terhadap Republik Islam Iran. Ia memberi ultimatum kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan seluruh angkatan bersenjata Iran: menyerahkan senjata untuk mendapatkan amnesti atau menghadapi kematian.
Media internasional, termasuk CBC News, Al-Jazeera, dan The Guardian, melaporkan bahwa pasukan AS bekerja sama dengan Israel menyerang fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran. Ledakan terdengar di Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Sistem pertahanan udara Iran mencoba menangkis proyektil yang masuk. Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Situasi ini meningkat menjadi konflik serius, dan warga sipil menghadapi bahaya langsung.
(eny)














