Pertamina Gunakan Tebu sebagai Sumber Bioetanol Bensin

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SVP Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Wenny Ipmawan memberi paparan di acara Sustainability Champions yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

SVP Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Wenny Ipmawan memberi paparan di acara Sustainability Champions yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Jakarta, iNBrita.com — PT Pertamina (Persero) mengembangkan tebu sebagai bahan baku bahan bakar nabati (BBN) jenis bensin, khususnya untuk produksi bioetanol. Pertamina melakukan langkah ini untuk mendukung rencana pemerintah yang menerapkan campuran etanol hingga 20 persen (E20) pada bensin.

SVP Business Sustainability Pertamina, Wenny Ipmawan, menjelaskan bahwa Pertamina tidak hanya menggunakan kelapa sawit, tetapi juga mulai melirik tebu, terutama dari produk sampingannya seperti molase, untuk mengolahnya menjadi bioetanol. Saat ini, Pertamina memproduksi dan menerapkan campuran bioetanol sekitar 5 persen pada produk “Pertamina Green” melalui fasilitas di Glenmore.

Pertamina mendukung target pemerintah untuk meningkatkan campuran etanol hingga E20 . Pertamina juga mempertimbangkan keseimbangan antara bahan pangan (food grade) dan bahan energi (fuel grade) dalam kajian tersebut. Karena itu, Pertamina menjaga agar pemanfaatan bahan baku tidak mengganggu ketahanan pangan.

Bahlil sebelumnya berencana untuk mewajibkan kandungan etanol sebesar 20 persen pada bahan bakar minyak (BBM) atau E20 pada 2028 untuk mengurangi impor bensin.

Pemerintah menilai kebijakan ini dapat mengurangi ketergantungan impor bensin, terutama di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang sempat menembus 100 dolar AS per barel akibat dinamika geopolitik global.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya
BMKG: Sebaran Asap Karhutla Tak Lagi Menjangkau Jakarta
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru

Ilustrasi pemandangan alam

SUNGAI PENUH

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Ringan

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:00 WIB

Foto: KemenPANR

Nasional

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Selasa, 20 Okt 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi BEI dan pergerakan pasar saham Indonesia.

Ekonomi

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi kabut asap di kawasan pegunungan yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan pernapasan.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:00 WIB

Kris Dayanti memamerkan dua medali yang diraihnya di Singapore Kung Fu Games.

Entertainment

Kris Dayanti Raih Dua Medali, Inspirasi Hidup Sehat dan Aktif

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:00 WIB