London, iNBrita.com – Kepolisian Inggris menangkap mantan Pangeran Andrew pada Kamis (19/2/2026) di kediamannya di Norfolk, Inggris bagian timur. Andrew, adik Raja Charles III, ditahan karena diduga melanggar jabatan publik saat menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.
Kepolisian Thames Valley menyatakan, “Hari ini kami menangkap seorang pria berusia 60-an tahun dari Norfolk atas dugaan pelanggaran jabatan publik.” Mereka menegaskan bahwa pria tersebut saat ini ditahan. Namun, kepolisian tidak menyebutkan namanya sesuai pedoman nasional.
Selain menangkap Andrew, kepolisian menggeledah beberapa alamat di Berkshire dan Norfolk yang terkait kasus tersebut. Laporan sebelumnya menyebut Andrew, yang telah kehilangan gelar kerajaannya, membagikan dokumen rahasia Inggris kepada pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, saat ia masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.
Tuduhan itu mencuat setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen baru terkait Epstein pada 30 Januari 2026. Salah satu email tertanggal 30 November 2010 menunjukkan Andrew meneruskan “laporan kunjungan untuk Vietnam, Singapura, Hong Kong, dan Shenzhen” kepada Epstein, yang terkait perjalanan resminya ke Asia Tenggara. Selain itu, email lain pada Malam Natal 2010 memperlihatkan Andrew membagikan pengarahan rahasia mengenai peluang investasi rekonstruksi Provinsi Helmand di Afghanistan.
Meski demikian, Andrew terus membantah telah melanggar hukum. Istana Buckingham menyatakan Raja Charles III menyampaikan keprihatinan mendalam atas tuduhan terhadap adiknya. Istana menegaskan bahwa Andrew bertanggung jawab menanggapi tuduhan tersebut. Namun, mereka siap bekerja sama dengan kepolisian selama penyelidikan berlangsung.
(vvr)














