Jakarta, iNBrita.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyoroti serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dalam rapat Dewan Keamanan Nasional Rusia, Sabtu (28/2). Rapat itu digelar melalui telekonferensi, dan semua anggota tetap dewan hadir beberapa saat setelah serangan udara terjadi.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Putin membahas isu genting terkait serangan terhadap sekutu Rusia.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menelepon Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi. Ia mengecam serangan Israel dan AS serta menegaskan bahwa kedua negara itu melancarkan “serangan bersenjata tanpa provokasi” terhadap Iran.
Kementerian Luar Negeri Rusia merilis pernyataan resmi. Mereka menilai serangan itu tak bertanggung jawab dan memperingatkan bahwa tindakan itu bisa menjerumuskan Timur Tengah ke konflik lebih luas. Pernyataan itu juga menekankan risiko bencana kemanusiaan, ekonomi, dan radiologis.
Rusia menilai Washington dan Tel Aviv memicu ketegangan yang tak terkendali di Timur Tengah. Mereka mendorong negara-negara di kawasan itu untuk mencari sarana lebih serius menghadapi ancaman baru.
Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia, Dmitry Medvedev, mengecam Presiden Donald Trump terkait serangan AS ke Iran.
Medvedev menegaskan, “‘Penjaga perdamaian’ itu berulah lagi. Semua orang tahu bahwa pembicaraan dengan Iran hanyalah kedok.”dikutip dari Reuters.
(tim)














