Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena Strawberry Moon. (Foto: REUTERS/Borja Suarez)

Fenomena Strawberry Moon. (Foto: REUTERS/Borja Suarez)

Jakarta, iNBrita.com  Fenomena Bulan purnama yang dikenal sebagai Strawberry Moon kembali menghiasi langit Indonesia pada Selasa, 30 Juni 2026. Meskipun puncak fenomenanya berlangsung pada pagi hari, masyarakat masih dapat menikmati keindahan Bulan penuh saat malam tiba.

Strawberry Moon menjadi sebutan untuk Bulan purnama yang muncul setiap Juni. Namun, nama tersebut tidak menunjukkan bahwa Bulan berubah menjadi merah muda atau berwarna seperti stroberi. Sebaliknya, masyarakat adat di Amerika Utara menggunakan istilah itu untuk menandai musim panen stroberi.

Secara astronomi, Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk satu garis lurus saat Strawberry Moon terjadi. Dalam posisi tersebut, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga cahaya Matahari menerangi seluruh sisi Bulan yang menghadap ke Bumi. Alhasil, Bulan tampak bulat sempurna dari permukaan Bumi.

Selain itu, posisi Bulan yang rendah di dekat cakrawala menciptakan ilusi optik. Akibatnya, mata manusia menangkap Bulan seolah-olah berukuran lebih besar dibandingkan ketika berada tinggi di langit, padahal ukuran aslinya tetap sama.

Asal-usul Nama Strawberry Moon

NASA menjelaskan bahwa Almanak Petani Amerika mulai mempopulerkan nama Strawberry Moon pada era 1930-an. Selanjutnya, almanak tersebut mengadopsi sebutan dari suku Algonquin yang menjadikan Bulan purnama Juni sebagai penanda musim panen stroberi liar.

Sementara itu, Ontario Native Literacy Coalition menyebut fenomena tersebut sebagai Ode’miin Giizis. Masyarakat setempat memanfaatkan momen itu untuk menggelar perjamuan tahunan sekaligus menyambut anggota keluarga yang pulang ke kampung halaman.

Di sisi lain, sejumlah budaya di berbagai belahan dunia memiliki nama berbeda untuk Bulan purnama Juni. Meski demikian, masyarakat internasional kini lebih mengenal fenomena tersebut dengan nama Strawberry Moon.

Kapan Terlihat di Indonesia?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fase Bulan purnama mencapai puncaknya pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 06.56 WIB. Pada waktu yang sama, Bulan berada pada jarak sekitar 405.251 kilometer dari Bumi.

Walaupun fase puncaknya berlangsung pada pagi hari, masyarakat tetap dapat menyaksikan Strawberry Moon setelah Matahari terbenam. Bahkan, Bulan akan terlihat terang ketika mulai muncul dari ufuk timur hingga bergerak semakin tinggi di langit malam.

Cara Terbaik Menyaksikan

Masyarakat dapat menyaksikan Strawberry Moon secara langsung tanpa bantuan teleskop. Namun, beberapa langkah berikut akan membantu memperoleh pemandangan yang lebih jelas.

Pertama, pilih lokasi yang minim polusi cahaya. Selanjutnya, datangi area terbuka yang memiliki pandangan luas ke arah timur. Setelah itu, pastikan langit tetap cerah tanpa awan tebal. Terakhir, mulailah mengamati saat Bulan muncul dari ufuk timur setelah Matahari terbenam.

Apabila cuaca mendukung, Strawberry Moon akan terlihat semakin indah ketika baru terbit. Pasalnya, atmosfer Bumi membiaskan cahaya Bulan sehingga menghasilkan warna yang tampak lebih hangat, mulai dari kuning keemasan hingga jingga.

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan menyaksikan fenomena langit ini. Selain menghadirkan pemandangan yang memukau, Strawberry Moon juga menjadi momen menarik bagi para pecinta fotografi malam untuk mengabadikan keindahan langit Indonesia.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Karhutla, Alfin, Sungai Penuh, Azhar, Kesiapsiagaan

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla

Senin, 7 Sep 2026 - 18:00 WIB

Harga emas Antam dan emas Pegadaian turun pada perdagangan Senin, 7 September 2026.(Foto : M RISYAL HIDAYAT/kompas.com)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Turun, Cek Antam Pegadaian

Senin, 7 Sep 2026 - 18:00 WIB

Peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menunjukkan pergerakan abu hingga wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.(Foto : Website BMKG)

Nasional

Abu Anak Krakatau Menyebar, Penerbangan Perlu Waspada

Senin, 7 Sep 2026 - 17:00 WIB

Sekda Kota Sungai Penuh Alpian saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (7/9/2026).

SUNGAI PENUH

Alpian Ingatkan ASN Jaga Disiplin dan Integritas

Senin, 7 Sep 2026 - 11:00 WIB

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Harga Motorola Edge 70 Plus dan Spesifikasi Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 22:00 WIB